Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Baitul Arqam PCM Cimanggis-Tapos, Ketua PDM Depok Tekankan 2T: Tekad dan Nekat

Iklan Landscape Smamda
Baitul Arqam PCM Cimanggis-Tapos, Ketua PDM Depok Tekankan 2T: Tekad dan Nekat
Baitul Arqam PCM Cimanggis-Tapos, Perkuat Ideologi dan Kepemimpinan (Ahmad Soleh/PWMU.CO)
pwmu.co -

Baitul Arqam Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cimanggis-Tapos mendorong kader untuk tidak hanya memahami ideologi Muhammadiyah, tetapi juga berani mengambil peran dan tanggung jawab dalam menggerakkan Persyarikatan.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Depok, H. Ali Wartadinata, saat memberikan sambutan dalam Baitul Arqam PCM Cimanggis-Tapos di Rumah Tahfidz Qur’an Ibnu Sina, Tapos, Kota Depok, Sabtu–Ahad (8–9/8/2026).

Kegiatan yang bertepatan dengan 25–26 Safar 1448 H tersebut mengusung tema “Meneguhkan Ideologi, Menguatkan Kepemimpinan, Mewujudkan PCM Cimanggis-Tapos Berkemajuan”.

Baitul Arqam diikuti unsur Pimpinan Cabang dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah se-Cabang Cimanggis-Tapos serta kader Muhammadiyah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses perkaderan untuk memperkuat pemahaman keislaman, ideologi Muhammadiyah, wawasan kepemimpinan, dan komitmen menggerakkan Persyarikatan di tingkat cabang dan ranting.

Tekad dan Nekat

Dalam sambutannya, Ali Wartadinata menekankan pentingnya keberanian kader untuk bergerak dan mengambil tanggung jawab dalam Muhammadiyah. Ia menyebut terdapat dua hal yang perlu dimiliki kader, yakni tekad dan nekat.

“Kalau Muhammadiyah ingin maju, kita harus punya 2T: Tekad dan Nekat. Tekad untuk memajukan Muhammadiyah dan nekat untuk berbuat, bergerak, serta mengambil tanggung jawab. Jangan hanya memiliki keinginan, tetapi tidak berani melangkah,” pesannya.

Menurut Ali, semangat tersebut penting agar kader tidak hanya menjadi bagian dari struktur organisasi, tetapi mampu mengambil peran dalam berbagai bidang kehidupan. Kader Muhammadiyah, lanjutnya, perlu memiliki keberanian untuk bergerak dan menghadirkan kemajuan di tengah masyarakat.

Ia juga menyambut baik pelaksanaan Baitul Arqam PCM Cimanggis-Tapos. Menurutnya, kegiatan perkaderan menjadi salah satu sarana penting untuk memperkuat konsolidasi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Muhammadiyah.

Perkaderan Perkuat Militansi Kader

Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PDM Kota Depok, Ust. Mahfan, MA., menegaskan bahwa Baitul Arqam memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlangsungan perkaderan Muhammadiyah.

“Perkaderan melalui Baitul Arqam penting untuk meneguhkan semangat bermuhammadiyah. Kader tidak cukup hanya memahami Muhammadiyah secara organisasi, tetapi harus memiliki kesadaran ideologis, militansi, dan komitmen untuk terus berjuang memajukan Persyarikatan,” ungkapnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Mahfan mengatakan, semangat bermuhammadiyah perlu terus dirawat agar kader mampu menjadi penggerak dakwah dan amal usaha Muhammadiyah di tengah masyarakat.

Karena itu, proses perkaderan tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan kader yang memahami organisasi, tetapi juga memiliki kapasitas dan kesiapan untuk menjalankan amanah Persyarikatan.

Perkuat Kesadaran dan Kepemimpinan

Ketua PCM Cimanggis-Tapos, Faizal Ridwan Zamzami, AWP., CFIA., menekankan bahwa Baitul Arqam merupakan bagian dari proses membangun kesadaran, loyalitas, kapasitas, dan militansi kader dalam menjalankan amanah Persyarikatan.

Menurutnya, kemajuan Muhammadiyah sangat ditentukan oleh kualitas kader yang memiliki pemahaman ideologi sekaligus kemampuan menerjemahkan nilai-nilai Muhammadiyah dalam kehidupan nyata.

“Perkaderan bukan hanya tentang mengikuti kegiatan formal, tetapi bagaimana kader memiliki kesadaran untuk menjalankan amanah dan mampu menerjemahkan nilai-nilai Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia berharap Baitul Arqam dapat menjadi ruang bagi kader untuk memperkuat pemahaman sekaligus membangun kesiapan dalam mengambil peran di lingkungan cabang dan ranting.

Pelaksanaan Baitul Arqam PCM Cimanggis-Tapos menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi perkaderan di tingkat cabang. Melalui penguatan ideologi dan kepemimpinan, kader diharapkan tidak berhenti pada pemahaman, tetapi mampu menerjemahkannya dalam gerakan nyata.

Pesan tentang Tekad dan Nekat yang disampaikan Ketua PDM Kota Depok menjadi pengingat bahwa keberlanjutan gerakan Muhammadiyah membutuhkan kader yang memiliki kemauan sekaligus keberanian untuk bergerak dan mengambil tanggung jawab. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 12/08/2026 22:16
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu