Suasana ceria dan penuh warna budaya lokal mewarnai kegiatan pembelajaran di PAUD Aisyiyah Bustanul Athfal II Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jumat (4/9/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Probolinggo ke-667 dengan mengusung tema pembelajaran “Kotaku Probolinggo Bersolek”.
Seluruh murid TK dan Kelompok Bermain (KB), bersama dewan guru dan karyawan, mengikuti berbagai aktivitas edukatif yang dikemas secara menyenangkan. Peringatan hari jadi kota tersebut menjadi momentum untuk mengenalkan identitas, budaya, tradisi, serta menumbuhkan kecintaan anak terhadap lingkungan tempat mereka tumbuh dan belajar.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian anak-anak adalah menikmati tumpeng jajanan tradisional secara bersama-sama. Beragam jajanan pasar disajikan dalam bentuk tumpeng dan dinikmati dengan penuh antusias. Selain menjadi momen kebersamaan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mengenalkan kekayaan kuliner tradisional sebagai bagian dari warisan budaya yang perlu dilestarikan sejak usia dini.
Permainan Tradisional
Keceriaan semakin terasa melalui berbagai permainan tradisional. Anak-anak diajak bergerak, berinteraksi, bekerja sama, sekaligus belajar tentang sportivitas. Di tengah perkembangan teknologi, pengenalan permainan tradisional dinilai penting agar anak-anak tetap mengenal kekayaan budaya daerah. Selain itu, kegiatan mewarnai turut dilakukan untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkuat pemahaman anak mengenai Kota Probolinggo.
Nuansa budaya juga tampak dari busana yang dikenakan peserta. Anak-anak tampil mengenakan busana muslim bernuansa batik dengan beragam motif dan warna. Sementara itu, para guru mengenakan pakaian khas Pandalungan yang semakin memperkuat suasana budaya dalam kegiatan tersebut.
Kepala TK-KB Aisyiyah Bustanul Athfal II Kota Probolinggo, Sulistyowati, S.Pd., mengungkapkan rasa bangga melihat antusiasme seluruh keluarga besar sekolah. Menurutnya, kegiatan berbagi, permainan tradisional, menikmati jajanan khas, hingga pengenalan bahasa lokal Jawa dan Madura merupakan bagian dari upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya dan daerah sejak dini.
“Ini adalah bagian dari pendidikan yang utuh, agar anak-anak tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki hati yang lembut dan akar budaya yang kuat,” ujarnya.
Menurut Sulistyowati, pendidikan anak usia dini tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, akhlak, serta kecintaan terhadap budaya dan lingkungan. Melalui kegiatan sederhana dan menyenangkan, anak-anak diharapkan tumbuh dengan rasa bangga terhadap kotanya, mengenal tradisinya, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Peringatan Hari Jadi Kota Probolinggo ke-667 tersebut akhirnya menjadi momentum untuk menanamkan rasa syukur sekaligus kecintaan terhadap kota. Bagi keluarga besar PAUD Aisyiyah II, mengenalkan budaya sejak dini merupakan bagian penting dalam membentuk generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta tetap memiliki akar budaya yang kuat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments