Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Voca Al Kindi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mencatat debut internasional di luar negeri dengan gemilang. Tampil dalam Malaysian Choral Eisteddfod (MCE) International Choral Festival di Malaysia, Voca Al Kindi berhasil meraih dua Gold Medal dari dua kategori yang diikuti.
Dua penghargaan tersebut diraih pada Mixed Youth Category dan Folk and Indigenous Music Category yang berlangsung pada 20–21 Agustus 2026.
Pada 20 Agustus, Voca Al Kindi tampil di Mixed Youth Category dengan membawakan Sahut Namaku dan Double, Double Toil and Trouble. Sehari kemudian, mereka kembali tampil dalam Folk and Indigenous Music Category dengan membawakan Mana Lolo Banda dan Yamko Rambe Yamko.
Dosen pembimbing PSM Voca Al Kindi UMS, Nurhidayat, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, prestasi di panggung internasional harus menjadi pemantik bagi para anggota untuk terus meningkatkan kualitas.
“Kalian harus lebih giat lagi karena Al Kindi sudah sejauh ini, sudah membawa nama Al Kindi di panggung internasional sampai ke Malaysia,” ujar Nurhidayat seperti dirilis di laman resmi UMS, Jumat ((28/8/2026).
Ketua Umum PSM Voca Al Kindi UMS, Gilang Ramadhan, menyebut keikutsertaan dalam MCE menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan kelompok paduan suara tersebut.
Pasalnya, kompetisi di Malaysia menjadi panggung internasional pertama Voca Al Kindi di luar negeri. Sebelumnya, Voca Al Kindi telah mengikuti sejumlah kompetisi internasional yang diselenggarakan di Indonesia.
“Tahun ini merupakan tahun yang bersejarah bagi kami, karena kali pertama PSM Voca Al Kindi melaju ke panggung internasional di luar negeri,” kata Gilang.
Kontingen Voca Al Kindi berjumlah 42 orang. Mereka terdiri atas 40 penyanyi, yakni 14 sopran, 9 alto, 7 tenor, dan 10 bass. Kontingen juga diperkuat seorang pelatih sekaligus conductor dan seorang pembina.
MCE International Choral Festival menjadi arena pertemuan kelompok paduan suara dari berbagai negara. Festival tersebut diikuti sekitar 200 tim dari kawasan Asia hingga Eropa, di antaranya Malaysia, Indonesia, Tiongkok, Thailand, Singapura, Filipina, Rusia, Kosovo, dan Hong Kong.
Tidak hanya memperoleh dua Gold Medal, Voca Al Kindi juga mendapatkan apresiasi dan rekomendasi dari juri dalam sesi meet the jury. Masukan tersebut menjadi bekal evaluasi sekaligus motivasi bagi tim untuk meningkatkan kualitas penampilan pada kompetisi berikutnya.
Enam Bulan Berlatih
Prestasi tersebut tidak diraih secara instan. Persiapan mengikuti MCE telah dilakukan sejak awal periode kepengurusan, mulai dari pembahasan keikutsertaan, registrasi, pembentukan tim, hingga persiapan teknis.
Latihan intensif dilakukan selama kurang lebih enam bulan. Para anggota berlatih rutin setiap Senin hingga Jumat, pukul 18.00–22.00 WIB. Latihan tambahan juga digelar pada Sabtu serta beberapa kali pada Minggu pagi hingga sore.
Bagi Voca Al Kindi, persiapan bukan hanya soal musikalitas. Pendanaan menjadi tantangan tersendiri karena keikutsertaan dalam kompetisi internasional membutuhkan biaya besar.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, tim melakukan berbagai upaya, mulai dari mencari sponsor, penggalangan dana, kegiatan dana usaha, hingga berbagai bentuk usaha lainnya.
“Banyak usaha yang dilakukan seperti sponsor, galang dana, danusan, ataupun bentuk lainnya,” jelas Gilang.
Selama berada di Malaysia, pendampingan pembina juga menjadi bagian penting dalam perjalanan kontingen. Voca Al Kindi berangkat tanpa tim official khusus sehingga pembina turut membantu memastikan berbagai kebutuhan kontingen selama rangkaian kompetisi berlangsung.
Dua Gold Medal di Malaysia tidak ingin dipandang sebagai titik akhir. Bagi Voca Al Kindi, prestasi tersebut justru menjadi pintu untuk menapaki panggung yang lebih besar.
Gilang mengatakan, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras dan konsistensi latihan dapat membawa Voca Al Kindi bersaing dengan kelompok paduan suara dari berbagai negara.
“Mimpi Al Kindi sudah terwujud, tapi tidak cukup sampai di sini saja. Harapannya, dua gold medal di kompetisi internasional kali ini yang ada di luar negeri bisa terus memotivasi Al Kindi untuk terus melangkah lebih jauh lagi,” tuturnya.
Pengalaman tampil di MCE juga memberikan perspektif baru bagi anggota Voca Al Kindi. Mereka tidak hanya berkompetisi untuk meraih penghargaan, tetapi juga belajar dari kelompok paduan suara lain yang memiliki karakter, tradisi, dan kualitas musikal berbeda.
“Tahun ini menjadi tonggak Al Kindi untuk bisa membuka lembaran baru lagi ke proses yang lebih besar, lebih megah, dan lebih menantang karena bertemu dengan paduan suara hebat dari negara-negara lain,” pungkas Gilang.
Bagi Voca Al Kindi UMS, dua Gold Medal di Malaysia bukan sekadar tambahan koleksi prestasi. Lebih dari itu, capaian tersebut menjadi penanda bahwa panggung internasional di luar negeri kini bukan lagi sekadar mimpi. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments