Selama menjalankan misi kemanusiaan di wilayah terdampak gempa, tim Disaster Medical Committee (DMC) Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) terus bergerak menjangkau masyarakat di sejumlah desa dan dusun di Kecamatan Sambirampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (28/08/2026).
Terhitung sejak 21 hingga 27 Agustus 2026, tim DMC RSML mencatat sebanya lebih dari 900 pemeriksaan kesehatan yang dilakukan kepada masyarakat terdampak gempa.
Pelayanan tersebut dilaksanakan secara langsung dengan mendatangi posko-posko pengungsian dan permukiman warga yang membutuhkan layanan kesehatan. Selain pelayanan lapangan, tim juga membantu pelayanan di Puskesmas Pota, baik rawat jalan maupun rawat inap.
Pelayanan kesehatan DMC RSML dilakukan di sejumlah wilayah terdampak gempa di Kecamatan Sambirampas, Kabupaten Manggarai Timur, NTT. Lokasi pelayanan meliputi Desa Pota, Nanga Mbaling, Pacipanda, Nanga Mbaur, Talage, Golopau, Tembalajar, Persai, Gololijo, Nampar Sepang, dan Rawuk.
Selain di tingkat desa, tim juga menjangkau sejumlah dusun, di antaranya Dusun Tompong, Dusun Gulung Ngerok, dan Dusun Nasret. Pelayanan dilakukan secara langsung dengan mendatangi posko-posko dan permukiman warga yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan.
Penyakit Didominasi Keluhan Pernapasan dan Nyeri
Dari hasil pelayanan di berbagai posko, terdapat sejumlah penyakit dan keluhan yang berulang ditemukan oleh tim DMC RSML. Di antaranya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), myalgia atau nyeri otot, hipertensi, dyspepsia, cephalgia atau sakit kepala, serta osteoarthritis.
Keluhan batuk dan pilek juga banyak ditemukan di sejumlah posko. Selain keluhan fisik, tim mendapati warga yang mengalami kesulitan tidur karena masih merasa takut terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Dokter DMC RSML, dr. Muhammad Ivanda Dewantara, mengatakan pelayanan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi masyarakat dan medan yang dihadapi tim.
“Kami menemukan beberapa keluhan yang cukup sering muncul, seperti ISPA, myalgia, hipertensi, dyspepsia, sakit kepala, dan keluhan nyeri sendi. Selain itu, batuk dan pilek juga banyak kami temukan di posko-posko,” ujarnya.
Menurut dr. Ivanda, kondisi psikologis warga juga menjadi perhatian. Rasa takut akibat pengalaman gempa membuat sebagian masyarakat mengalami gangguan tidur.
“Selain keluhan fisik, ada masyarakat yang mengaku sulit tidur karena masih takut terjadi gempa susulan. Jadi, pelayanan tidak hanya melihat penyakit secara fisik, tetapi kami juga berusaha memberikan dukungan dan edukasi kepada masyarakat,” katanya.
Menembus Akses Sulit
Dalam menjalankan pelayanan, tim DMC RSML menghadapi tantangan akses menuju sejumlah lokasi. Jalan yang terputus serta kondisi medan yang berada di perbukitan membuat kendaraan tidak selalu dapat mencapai lokasi posko.
Akibatnya, tim harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki untuk menjangkau masyarakat yang berada di lokasi sulit akses.
“Kendala utama memang akses transportasi. Ada beberapa jalan yang terputus dan medan menuju posko cukup sulit karena harus naik ke bukit. Dalam kondisi tertentu kendaraan tidak bisa masuk, sehingga kami harus berjalan kaki menuju lokasi,” jelas dr. Ivanda.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghentikan pelayanan. Tim tetap berupaya mendatangi posko-posko yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan.
Selain memberikan pelayanan kesehatan secara langsung di lapangan, DMC RSML juga membantu pelayanan di Puskesmas Pota, baik untuk pasien rawat jalan maupun rawat inap.
Bagi dr. Ivan, banyaknya titik pelayanan menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terdampak gempa masih cukup besar, terutama bagi warga yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan.
“Prinsip kami adalah bagaimana pelayanan kesehatan bisa menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Ketika mereka sulit datang ke fasilitas kesehatan, maka kami yang berusaha mendatangi mereka,” ungkapnya.
Selama bertugas, DMC RSML tidak hanya mencatat angka pemeriksaan, tetapi juga menemukan berbagai cerita dan kondisi masyarakat di setiap posko. Setiap perjalanan menuju lokasi menjadi bagian dari upaya memastikan tidak ada masyarakat terdampak yang terlewat dari pelayanan.
Hingga menjelang berakhirnya masa penugasan, tim DMC RSML tetap membantu pelayanan kesehatan di Puskesmas Pota dan terus memberikan dukungan kepada masyarakat serta tenaga kesehatan setempat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments