RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan dengan menggelar kegiatan donor darah untuk ke-50 kalinya, Selasa (30/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan rumah sakit tersebut menjadi bagian dari upaya membantu menjaga ketersediaan stok darah di Kabupaten Banyuwangi sekaligus mengajak masyarakat membudayakan donor darah sebagai gaya hidup sehat.
Sejak pagi, puluhan peserta yang terdiri atas karyawan RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi, keluarga pasien, dan masyarakat umum memadati lokasi kegiatan. Seluruh proses donor darah berlangsung tertib dengan pendampingan tenaga kesehatan RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi bersama petugas Unit Donor Darah PMI Kabupaten Banyuwangi.
Ketua Panitia Donor Darah, Nurma Yunita, menjelaskan berbagai persiapan telah dilakukan jauh sebelum pelaksanaan kegiatan, mulai dari koordinasi dengan PMI Banyuwangi, penyiapan lokasi, penyediaan tenaga medis, hingga memastikan seluruh alur pelayanan donor berjalan aman dan nyaman.
“Donor darah ke-50 ini menjadi momen yang sangat istimewa bagi kami. Bukan sekadar angka, tetapi menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama terus tumbuh di lingkungan RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi. Kami berharap kegiatan ini mampu membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien sekaligus menginspirasi masyarakat untuk menjadi pendonor tetap,” ujarnya.
Koordinator Tim Unit Donor Darah PMI Banyuwangi, Amir Rosadi, menyampaikan bahwa pada kegiatan kali ini pihaknya menargetkan pengumpulan 60 kantong darah.
Setelah melalui proses skrining kesehatan, PMI berhasil menghimpun 43 kantong darah yang terdiri atas delapan kantong golongan A, 15 kantong golongan B, satu kantong golongan AB, dan 19 kantong golongan O.
Sementara itu, sebanyak 12 calon pendonor belum dapat mendonorkan darahnya karena tidak memenuhi persyaratan kesehatan. Beberapa penyebabnya antara lain kadar hemoglobin di bawah 12,5 gr/dl, tekanan darah yang tidak memenuhi syarat, berat badan di bawah ketentuan, sedang mengonsumsi obat tertentu, maupun kondisi kesehatan yang belum memungkinkan.
“Semua calon pendonor tetap menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Hal itu penting untuk menjaga keamanan baik bagi pendonor maupun penerima darah,” terang Amir.
Semangat berbagi juga ditunjukkan Rangga Zulfikar, salah seorang karyawan RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi yang telah lebih dari 12 kali mendonorkan darahnya.
Baginya, donor darah bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup sehat.
“Rasanya bangga bisa membantu orang lain. Kita mungkin tidak mengenal siapa yang menerima darah ini, tetapi setidaknya kita telah memberi kesempatan hidup bagi mereka yang membutuhkan. Selain itu, donor darah juga membuat saya rutin memeriksakan kesehatan,” tuturnya.
Kesan positif juga disampaikan Revina (26), warga Cempokosari, Cluring, yang untuk kedua kalinya mengikuti donor darah di RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi.
Menurutnya, pelayanan yang diberikan sangat ramah. Mulai proses registrasi hingga pengambilan darah berlangsung cepat dengan pendampingan petugas yang membuat peserta merasa nyaman.
Ia berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak menjadi pendonor sukarela.
“Jangan menunggu ada keluarga yang membutuhkan darah baru mau donor. Kalau kondisi tubuh sehat, mari berbagi. Setetes darah yang kita berikan bisa menjadi harapan hidup bagi orang lain,” pesannya.
Melalui penyelenggaraan donor darah yang telah memasuki pelaksanaan ke-50 ini, RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi kembali menegaskan komitmennya sebagai rumah sakit yang tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga aktif membangun kepedulian sosial.
Diharapkan semakin banyak masyarakat yang bersedia menjadi pendonor sukarela sehingga kebutuhan darah di Banyuwangi dapat terus terpenuhi dan semakin banyak nyawa yang dapat diselamatkan.
Sejalan dengan motonya, “Solusi Islami Pilihan”, RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi terus berupaya memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan pelayanan kesehatan.





0 Tanggapan
Empty Comments