Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dua Langkah Mengurangi Kebodohan

Iklan Landscape Smamda
Dua Langkah Mengurangi Kebodohan
Dua Langkah Mengurangi Kebodohan
Oleh : Moh.Helman Sueb Pembina Pesantren Muhammadiyah Babat, Lamongan

Kebodohan adalah bentuk ketidaktahuan atau ketidakpahaman terhadap sesuatu. Ketika seseorang tidak memahami ajaran agama, maka ia berpotensi melakukan penyimpangan dalam menjalani kehidupan. Kurangnya pemahaman akan membuat seseorang mudah terjerumus dalam kesalahan tanpa disadari.

Orang yang bodoh sering kali menghadapi hal yang sebenarnya mudah menjadi sulit, dan yang ringan terasa berat. Hal ini terjadi karena tindakan yang dilakukan tanpa pertimbangan dan pemikiran matang. Sebaliknya, orang yang memiliki ilmu dan pemahaman akan mampu menghadapi persoalan sulit dengan lebih bijak, sehingga terasa lebih ringan dan mudah diselesaikan.

Sejarah mencatat bagaimana kebodohan pernah terjadi pada bangsa Arab ketika mereka menyembah berhala secara turun-temurun tanpa mempertanyakan kebenarannya. Mereka hanya mengikuti kebiasaan nenek moyang tanpa berpikir apakah hal tersebut benar atau salah.

Sebagaimana firman Allah Subhaanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur’an:

” Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”. “(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?”

Kurangnya ilmu akan menyebabkan seseorang mudah menyimpang, mengikuti tanpa berpikir, sulit berubah menjadi lebih baik, serta cenderung memilih jalan pintas. Kondisi ini pada akhirnya dapat merusak tatanan kehidupan.

Islam mengajarkan cara menghadapi orang yang bodoh dengan sikap rendah hati dan ucapan yang membawa keselamatan.

Sebagaimana firman Allah Subhaanahu wa Ta’ala:

: Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.”

Dalam firman Allah Subhaanahu wa Ta’ala:

” Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.”

Tafsir Al-Muyassar menjelaskan:

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

” Terimalah (wahai rasul kamu juga umatmu), apa yang berlebih dari perilaku-perilaku manusia dan tindak-tanduk mereka, dan janganlah kamu menuntut dari mereka hal-hal yang memberatkan mereka agar mereka tidak menjauh. Dan perintahlah (orang) untuk bertutur kata yang baik dan perbuatan yang indah, dan berpalinglah dari setiap penentangan orang-orang yang bodoh dan duduk-duduk bersama orang-orang bodoh lagi dungu.”

Kebodohan tidak akan hilang dengan sendirinya. Diperlukan upaya nyata untuk menguranginya. Setidaknya ada dua langkah penting yang dapat dilakukan:

1. Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar
Mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran merupakan langkah penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat.

Sebagaimana firman Allah:

” Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”

Dakwah menjadi sarana untuk mengajak manusia berubah menjadi lebih baik. Ketika seseorang mulai menerima kebaikan dan meninggalkan keburukan, maka pengetahuan akan tumbuh dalam dirinya.

2. Bertaubat
Taubat adalah langkah cerdas untuk keluar dari kesalahan. Seseorang yang mau memperbaiki diri dari keburukan menuju kebaikan tidak lagi berada dalam kebodohan.

Sejarah mencatat, Umar bin Khattab setelah masuk Islam meninggalkan kebiasaan lamanya, termasuk menyembah berhala.

Orang yang menyadari kebodohannya memiliki peluang besar untuk berubah menjadi lebih baik. Sebaliknya, mereka yang tidak menyadari kesalahannya akan terus mengulang kesalahan yang sama dan semakin jauh dari kebenaran.

Revisi Oleh:
  • Satria - 19/04/2026 09:19
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡