Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ekskursi ASM 2026: Dari Peneleh, Ampel, hingga Kalimas Udik

Iklan Landscape Smamda
Ekskursi ASM 2026: Dari Peneleh, Ampel, hingga Kalimas Udik
Peserta Akademi Sejarah Muhammadiyah 2026 saat hendak mengunjungi Museum HOS Tjokroaminoto di Jl Peneleh Gang VII, Minggu (9/8/2026). (Istimewa/PWMU.CO).
pwmu.co -

Peserta Akademi Sejarah Muhammadiyah (ASM) 2026 batch 2 bergegas menuju Lobby Hotel Dafam Pacific Caesar, Minggu pagi (9/8/2026). Pada hari ketiga kegiatan yang terselenggara oleh MPI PP Muhammadiyah itu, ekskursi atau tour wisata menjadi pembuka di hari tersebut.

Rombongan berangkat pukul 7.30 WIB dengan destinasi pertama menuju Museum HOS Tjokroaminoto.

Peserta akademi yang berasal dari DKI Jakarta, Lampung, Makassar, hingga Riau tampak menikmati perjalanan sembari mengamati suasana minggu pagi kota Surabaya.

Perjalanan berlangsung nyaris setengah jam hingga akhirnya mereka tiba di Museum yang terletak di Jl Peneleh Gg VII No.29-31, Peneleh, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya itu.

Menilik Kamar Kos Soekarno

Ketua MPID PDM Kota Surabaya, Drs Andi Hariyadi MPdI, menyambi bertugas sebagai pemimpin rombongan pada acara pagi itu. Ia mengisahkan bahwa selain sebagai kediaman HOS Tjokroaminoto, museum ini sekaligus merupakan kos-kosan bagi Presiden Pertama RI, Ir Soekarno.

“Jadi ngekosnya di sini, diskusinya di rumahnya Abdul Latif Zain” terangnya.

Museum ini menampilkan koleksi bersejarah seperti dipan di kamar tidur HOS Tjokroaminoto, ruangan kos Ir Soekarno, foto dokumentasi, narasi sejarah, hingga kursi, lemari, maupun peralatan zaman dulu.

Puas berkeliling Museum, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kompleks Makam Gipo di Kawasan Masjid Sunan Ampel Surabaya.

Sebagai informasi, di kompleks makam tersebut bersemayam KH Mas Mansyur beserta sepupunya, KH Hasan Gipo yang merupakan Ketua PBNU Pertama.

Di sana, mereka bertemu dengan Cucu KH Mas Mansyur, Fikri, yang menjelaskan kisah hidup KH Mas Mansyur.

Fikri menyebut bahwa Keluarga Gipo memiliki sejarah panjang dan aktif dalam organisasi baik Muhammadiyah maupun NU. Selain Ketua PP Muhammadiyah keempat, KH Mas Mansyur, lanjutnya, telah mempelopori berdirinya PKU Muhammadiyah Surabaya.

“Mbah mempelopori berdirinya PKU, yang awalnya berupa rumah kontrakan atau pinjaman di daerah Karang Tembok” tuturnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Kolam “Gemblengan” di Langgar Gipo

Rumah tersebut, lanjutnya, kemudian diwakafkan dan berkembang menjadi rumah sakit kelas B, yang dulunya BKIA atau Balai Kesehatan Ibu dan Anak.

“Mbah merintis di bidang kesehatan karena tingginya penyakit kelamin di Surabaya sebagai kota pelabuhan, dan banyak bayi meninggal saat kelahiran” tuturnya.

Yang menarik, Fikri turut menyebut bahwa sejak 2018 Kompleks Makam Gipo sudah tidak boleh menerima pemakaman meskipun dari pihak keluarga. “Karena sudah menjadi cagar budaya” terangnya.

Selepas dari Makam Gipo, rombongan kembali berpindah menuju destinasi selanjutnya, Langgar Gipo. Di sana, mereka bertemu dengan salah satu Sejarawan di kawasan Ampel, Nasrul.

Di Langgar Gipo tersebut, mereka mengunjungi situs bersejarah berusia lebih dari 300 tahun yang telah menjadi Cagar Budaya.

Para peserta menengok “Kolam Gemblengan” yang konon, merupakan lokasi baiat para Pejuang Kemerdekaan 1945.

Terpantau para peserta menghabiskan sekitar 1 jam di Balai Gipo sembari bersilaturahmi dengan Bani Gipo. Obrolan menyoroti perihal asal-usul tokoh-tokoh penting hingga perbedaan pandangan dalam praktik keagamaan.

Menjelang dhuhur, peserta bergeser ke Masjid Taqwa dan TK-SD Islam Mufidah yang terletak di Jl. Kalimas Udik IC No 1.

Rombongan yang dipimpin oleh Andi Hariyadi disambut oleh Ketua Takmir Masjid Taqwa, Cucu Menantu KH Mas Mansyur, serta Ketua Yayasan Kyai Haji Mas Mansyur Surabaya.

Para peserta disuguhi jajanan khas Ampel, samosa serta kroket isi daging. Mereka diajak mengenali sejarah Masjid Taqwa beserta Kediaman KH Mas Mansyur yang terletak berhadapan dengan Masjid.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 09/08/2026 16:00
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu