Sorak kegembiraan dan wajah ceria mewarnai kegiatan ekstrakurikuler Sains Club SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Selasa (1/9/2026). Tepat pukul 14.00 WIB, para siswa antusias mengikuti eksperimen sederhana membuat mainan ubur-ubur yang dapat bergerak menggunakan tekanan air.
Kegiatan tersebut dipandu guru pembina ekstrakurikuler Sains Club, Ita Ariffiah, S.Pd. Sebelum praktik dimulai, Ita mengecek kesiapan bahan yang sebelumnya telah diinformasikan kepada para siswa.
“Apakah bahan yang disampaikan minggu lalu sudah disiapkan?” tanya Ita kepada peserta.
Para siswa kemudian menunjukkan bahan yang telah mereka bawa. Eksperimen kali ini menggunakan botol plastik bekas, sedotan, clip, gunting, dan spidol permanen.
Bahan-bahan sederhana tersebut dimanfaatkan untuk membuat sebuah mainan yang sekaligus menjadi media pembelajaran konsep tekanan air.
“Botol plastik bekas, sedotan, clip, gunting, dan spidol permanen. Selanjutnya kita akan membuat mainan. Ikuti ustadzah,” ujar Ita saat memberikan arahan.
Ita kemudian menjelaskan tahapan eksperimen kepada siswa secara bertahap.
“Pertama, kita membuat bentuk ubur-ubur dari sedotan dan clip. Kedua, isi botol dengan air. Ketiga, masukkan ubur-ubur ke dalam botol. Keempat, amati ubur-ubur ketika botol ditekan,” jelasnya.
Siswa pun langsung mengikuti setiap tahapan yang dicontohkan. Mereka tampak serius ketika membuat bentuk ubur-ubur dari bahan yang tersedia.
Setelah selesai, botol yang telah diisi air dan berisi ubur-ubur buatan tersebut mulai ditekan. Saat mainan bergerak di dalam botol, suasana kelas berubah menjadi riuh.
Siswa yang berhasil membuat ubur-ubur bergerak spontan bersorak dan menunjukkan hasil eksperimennya kepada teman-teman.
Salah satunya Andra Kenzie Pratama. Ia terlihat gembira setelah eksperimen yang dibuatnya berhasil.
“Alhamdulillah, aku berhasil,” ucap Andra dengan wajah penuh kegembiraan.
Keceriaan serupa dirasakan Baskara Rizki Herdiansyah. Ia mengaku senang ketika melihat mainan buatannya dapat bergerak sesuai dengan yang dicontohkan.
“Hore… akhirnya berhasil juga. Aku sangat suka,” ungkap Hedi.
Menurut guru pendamping Sains Club, Rochima Fauqa Muamalah, S.Pd., antusiasme siswa terlihat sejak kegiatan dimulai. Mereka tidak hanya mengikuti instruksi, tetapi juga berusaha menyelesaikan eksperimen dengan kemampuan sendiri.
“Mereka sangat antusias mengikuti ekstrakurikuler. Bagi mereka, Sains Club menjadi media untuk bermain dan belajar yang realistis dengan praktik secara langsung,” ujarnya.
Rochima menilai praktik sederhana seperti membuat mainan ubur-ubur dapat memberikan pengalaman belajar yang berbeda kepada siswa. Mereka tidak hanya menerima penjelasan secara teori, tetapi juga melihat secara langsung hasil dari percobaan yang dilakukan.
“Ketika mereka mencoba sendiri, kemudian berhasil, muncul rasa senang dan penasaran. Dari situ mereka bisa belajar bahwa sains itu dekat dengan kehidupan sehari-hari,” katanya.
Kegiatan Sains Club tersebut pun berlangsung dalam suasana penuh keceriaan. Eksperimen sederhana menjadi pengalaman belajar yang membuat siswa semakin tertarik untuk mengamati, mencoba, dan menemukan bagaimana sebuah fenomena sains dapat terjadi di sekitar mereka.





0 Tanggapan
Empty Comments