Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Smamita Lepas Empat Mahasiswa PLP PAI Umsida, Siap Jadi Guru Agama

Iklan Landscape Smamda
Smamita Lepas Empat Mahasiswa PLP PAI Umsida, Siap Jadi Guru Agama
Empat Mahasiswa PLP PAI Umsida di Smamita. Foto: Satrio/PWMU.CO
pwmu.co -

SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) melepas empat mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) yang telah menyelesaikan kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Mandiri selama satu bulan, Senin (31/8/2026).

Keempat mahasiswa tersebut adalah Muhammad Syarif Hidayatullah, Rizqul Wasik, Amrina Rosyada, dan Muhammad Dafi Irwansyah. Selama menjalani PLP, mereka berkesempatan mengenal dunia pendidikan secara langsung sekaligus mempraktikkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.

Waka Ismuba Smamita Miftahol Jannah, SAg MPd, mengatakan pengalaman selama satu bulan tersebut hendaknya tidak dipandang sekadar sebagai pemenuhan kewajiban akademik.

“Mudah-mudahan pengalaman singkat selama satu bulan ini bisa bermanfaat bagi diri kalian masing-masing. PLP ini tidak hanya sebatas kewajiban kuliah, tetapi juga menjadi pengalaman dan pencerahan untuk menjadikan kalian calon guru agama yang hebat,” ujarnya.

Menurut Miftahol, menjadi guru agama memiliki tanggung jawab yang berbeda. Selain menyampaikan ilmu, guru agama juga membawa nilai-nilai Islam dalam proses pendidikan.

“Guru agama itu berbeda dengan guru pada umumnya karena membawa nama agama Islam. Karena itu, dalam mendidik dan mengajar ada tanggung jawab yang luar biasa, bahkan berkaitan dengan urusan akhirat,” jelasnya.

Ia berpesan agar mahasiswa PAI senantiasa menyelaraskan ilmu yang dimiliki dengan ucapan, sikap, dan perilaku sehari-hari.

“Dari awal ketika memilih Program Studi Pendidikan Agama Islam, niatnya harus baik dan disesuaikan dengan ucapan serta perilaku kita,” tuturnya.

Miftahol berharap kegiatan PLP Mandiri di Smamita tidak berhenti sebagai rutinitas perkuliahan. Menurutnya, pengalaman terjun langsung ke sekolah akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia profesi guru.

“Semoga empat mahasiswa ini mendapatkan pengalaman yang berharga. Smamita hampir setiap tahun menjadi tempat kegiatan seperti ini, dan kami berharap keberadaannya benar-benar memberikan manfaat,” katanya.

Pengalaman Singkat yang Membekas

Sementara itu, Ketua PLP Mandiri Muhammad Syarif Hidayatullah mengaku satu bulan menjalani PLP terasa singkat. Namun, waktu tersebut meninggalkan pengalaman yang berkesan bagi dirinya dan rekan-rekannya.

“Kegiatan ini sangat singkat bagi kami, tetapi singkat yang sangat membekas dan sangat seru. Pengalaman ini tentu sangat membantu kami ketika kelak menjadi seorang guru,” ungkapnya.

Ia mengapresiasi sambutan dan pendampingan para guru Smamita selama menjalani PLP.

SMPM 5 Pucang SBY

“Bapak dan Ibu guru Smamita sangat mengayomi. Kami yang magang sangat terbantu, termasuk pamong kami, Ustadzah Chusnul Utami, SPdI,” ujarnya.

Menurut Syarif, selama praktik mengajar, mahasiswa juga mendapatkan berbagai saran dan masukan dari guru pendamping. Hal tersebut menjadi pengalaman penting untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola pembelajaran.

“Ketika kami mengajar, kami juga sering diberikan saran dan masukan. Mohon maaf apabila selama satu bulan ini masih ada kekurangan dan belum maksimal. Semoga Allah membalas kebaikan guru-guru Smamita dan menjadikan Smamita semakin maju,” katanya.

Langkah Awal Mengenal Dunia Pendidikan

Kepala Smamita Edwin Yogi Laayrananta, MIKom, mengatakan PLP merupakan salah satu kewajiban mahasiswa dalam menyelesaikan studi S1. Namun, menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan berharga untuk mengenal dunia pendidikan secara langsung.

“Alhamdulillah, PLP ini merupakan salah satu kewajiban yang harus dilakukan dalam rangka studi S1. Sebulan merupakan waktu yang cukup, tetapi ternyata tidak terasa. Inilah dunia pendidikan yang sesungguhnya,” ujarnya.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama PLP dapat menjadi tambahan wawasan dan khazanah keilmuan bagi para mahasiswa.

“Semoga aktivitas ini menjadi khazanah keilmuan bagi teman-teman semua. Saya juga mengucapkan terima kasih atas aktivitas terbaik yang telah dilakukan dan didampingi oleh Ustadzah Utami,” tuturnya.

Edwin berpesan agar pengalaman di Smamita menjadi langkah awal bagi keempat mahasiswa untuk terus berkembang dalam perjalanan akademik maupun profesinya kelak.

“Anak-anak sekalian, ini adalah satu langkah awal. Semoga langkah ke depan dalam menyelesaikan kewajiban perkuliahan semakin keren. Kami juga meminta maaf apabila selama prosesnya ada hal-hal yang kurang berkenan,” pungkasnya.

Bagi empat mahasiswa PLP tersebut, satu bulan di Smamita bukan sekadar bagian dari perjalanan perkuliahan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk belajar bahwa menjadi guru bukan hanya tentang menyampaikan materi, tetapi juga tentang keteladanan, tanggung jawab, dan pengabdian. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 01/09/2026 19:42
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu