Ini adalah kegiatan yang sangat spesial antara ITS dari Indonesia dan Universiti Malaya (UM) dari Malaysia yang saling bersambut membuat jalinan kerja antarabangsa.
Global Community Outreach (GCO) dari ITS dan Energy Sustainability and Community Engagement (ESCE) dari UM membentangkan kolaborasi riset dan pengabdian untuk masyarakat dalam bidang energi terbarukan. Ini adalah ikhtiyar baru untuk menjalin kegiatan pemajuan akademika dua universitas besar di Asean.
Anggota tim mahasiswa Teknik Elektro dari ITS dan UM menyatu kompak membentuk timwork. Topiknya adalah sangat sederhana, bagaimana cahaya matahari dan tiupan angin menjadi energi litsrik, dan ini dipahamkan untuk siswa dan para guru (cikgu) di Sekolah Kebangsaan (SK) Taman Medan di Petaling Jaya, Selangor.
Pembicaraan saya dengan Prof Hazlie Mokhlis dari Fakulti Kejuruteraan Elektrik UM tahun lalu dengan tidak terasa telah menjadi sebuah produk kerja sama akademika dalam bidang ‘Penyelidikan Sistem Kuasa Elektrika’ yang sudah terealisasi sangat lancar walaupun dalam tahap awal.
SKTaman Medan, dengan 2173 siswa, 127 guru, dan 18 pegawai administrasi adalah salah satu sekolah dasar penting di Malaysia yang terletak di daerah Taman Medan, Petaling Jaya, Selangor.
Sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional Malaysia, sekolah ini memainkan peran penting dalam membentuk masa depan anak muda dengan memberikan pengetahuan akademis dasar, pendidikan moral, dan nilai-nilai social, begitu kata Cikgu Besar Khairul Nizar.
Lebih dari sekadar tempat untuk pembelajaran formal, SK Taman Medan berfungsi sebagai pusat pengembangan masyarakat yang para siswa dididik dan dibina untuk menjadi warga negara yang bertanggung jawab dan menjadi pemimpin masa depan, kata Tuan Khairul.
Sistem pendidikan Malaysia sangat menekankan pembangunan siswa secara holistik, dan SK Taman Medan tidak hanya bertugas mengajarkan mata pelajaran inti Bahasa Melayu, Bahasa Inggris, Matematika, dan Sains, tetapi juga menumbuhkan pendidikan karakter, disiplin, patriotism, dan pembentukan akhlak mulia. Begitu sangat saya rasakan dari obrolan sekejap bersama para cikgu di sana. Walaupun Tim ITS dan UM baru saja tiba, tetapi seperti sudah lama saling mengenal.
Sejarah SK Taman Medan mencerminkan pertumbuhan masyarakat sekitarnyayang telah berkembang sebagai daerah pemukiman dengan latar belakang budaya dan sosial ekonomi yang beragam. Kanan-kiri dikelilingi oleh gedung-gedung bertingkat dengan tingkat hunian yang sangat padat.
Seiring pertumbuhan penduduk, kebutuhan pendidikan publik yang berkualitas menjadi semakin penting, kata Cikgu Ani Zarina yang ketua panitia penyambutan tim GCO-ITS dan ESCE-UM.
Pendirian sekolah ini memberikan akses kepada keluarga setempat untuk memperoleh pendidikan yang terjangkau dan terstruktur di dekat rumah. Selama bertahun-tahun, sekolah ini telah menjadi lembaga penting untuk generasi anak-anak di lingkungan tersebut.
Salah satu kekuatan utama SK Taman Medan adalah staf pengajarnya yang berdedikasi dan sangat profesional. Guru berperan sebagai tulang punggung sekolah, mengemban tanggung jawab mendidik dan membimbing siswa selama masa pembentukan mereka.
Dalam rancangan pendidikan modern, guru diharapkan lebih dari sekadar sebagai instruktur. Mereka juga harus menjadi mentor, konselor, fasilitator, dan panutankebaikan. Di SK Taman Medan, para pendidik bekerja keras untuk menciptakan lingkungan yang mendukung untuk setiap anak merasa termotivasi untuk belajar dan mengembangkan kepercayaan diri.
Sekolah ini juga menekankan disiplin dan nilai-nilai moral. Saya menyaksikan para siswa yang sedang latihan baris-berbaris dengan sangat rapi dan tertib. Di sekolah ini, pendidikan karakter diintegrasikan ke dalam kegiatan sehari-hari, pertemuan, diskusi kelas, program ekstrakurikuler, dan juga program-program pencerahan dari luar sekolah.
Siswa diajarkan nilai-nilai hormat, tanggung jawab, kerja sama, dan kebaikan, termasuk saat mereka menyambut para tamu tim GCO-ITS dan ESCE-UM. Nilai-nilai ini sangat penting di negara multikultural seperti Malaysia, yang keharmonisan sosial bertumpu pada kehidupan yang saling memahami dan menjunjung tinggi rasa hormat di antara berbagai komunitas termasuk pergaulan antarabangsa.
Prestasi akademik tetap menjadi fokus utama di SK Taman Medan, dengan sekolah berupaya untuk terus membantu siswa dalam membangun kemampuan mereka dalam literasi dan numerasi yang kuat.Siswa kelas 6 sangat tidak merasa canggung saat berkomunikasi dengan tim GCO-ITS dan ESCE-UMwalau pun baru saja berkenalan.
Guru mengadopsi berbagai metode pengajaran untuk memastikan pelajaran menarik dan efektif. Pengajaran di kelas tradisional semakin dilengkapi dengan alat digital, kegiatan kelompok, pembelajaran berbasis projek, dan latihan interaktif. Pendekatan ini membantu siswa beradaptasi dengan tuntutan abad ke-21, yang kreativitas, pemikiran kritis, literasi teknologi, dan pergaulan antara bangsa menjadi sangat penting.
Selain akademis, kegiatan ekstrakurikuler merupakan bagian penting dari kehidupan sekolah, tutur Cikgu Masmuliana dengan penuh semangat. SK Taman Medan menyediakan banyak kesempatan untuk siswa berpartisipasi dalam olahraga, klub, kompetisi, literasi, dan program budaya.
Kegiatan-kegiatan ini membantu siswa menemukan bakat di luar kelas. Partisipasi dalam sepak bola, bulu tangkis, pidato, seni, dan kegiatan lainnya memperkuat kerja tim, kepemimpinan, dan ketahanan. Keterlibatan ekstrakurikuler juga meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan sosial siswa.
Peran orang tua yang tergabung dalam Persatuan Ibu Bapak dan Guru (PIBG) dan masyarakat setempat adalah sangat penting dalam mendukung kemajuan sekolah. Pendidikan yang sukses bergantung pada kolaborasi antara guru, orang tua, dan masyarakat. SK Taman Medan memperoleh manfaat ketika orang tua secara aktif memantau kemajuan anak-anak mereka, menghadiri program sekolah, berkomunikasi dengan pendidik, dan berkolaborasi dengan masyarakat.
Dukungan komunitas juga dapat datang melalui sponsor, kegiatan sukarelawan, dan kemitraan yang meningkatkan sumber daya Pendidikan yang kerja sama semacam itu dapat menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih kuat untuk masa depan para siswa. Ketika tim bercerita sedikit tentang energi matahari, ternyata para siswa langsung menanggapi dengan sangat antusias.
Seperti banyak sekolah di dunia, SK Taman Medan menghadapi tantangan di dunia yang selalu berubah dengan cepat. Menyejajarkan dengan berkembangan teknologi adalah sebuah keniscayaan, dan beradaptasi dan mengejar kemajuan teknologi telah menjadi tuntutan para siswa modern.
Tim GCO-ITS dan ESCE-UM yang berbaur sejenak bersama para siswa telah memacu intuitif mereka untuk terus ingin memehami tentang perkembangan teknologi yang ada di sekitar mereka.
Saat tim bertanya tentang teknologi elektrika yang pernah mereka lihat, semua menjawab dengan sangat cepat dan tepat. Memang ini adalah era dan dunia mereka yang serba harus dapat memahami yang ada di sekeliling mereka secara cepat, walau pun itu adalah teknologi yang baru datang dari negeri seberang. Era digital telah mengubah cara siswa belajar dan mengakses informasi.
Sekolah harus memastikan siswa memperoleh literasi digital sekaligus mempelajari penggunaan teknologi modern yang bertanggung jawab. Tantangan lain adalah mengatasi ketidaksetaraan pendidikan, karena siswa mungkin berasal dari keluarga dengan latar belakang keuangan dan akses sumber daya yang berbeda. Sekolah membutuhkan strategi inklusif untuk memastikan setiap anak menerima kesempatan yang sama untuk berhasil.
Bukan hanya siswanya saja yang sangat kreatif, di akhir acara hari pertama, Cikgu Besar Khairul mencecar saya dengan banyak pertanyaan, ‘bagaimana mendesain ruang kelas dengan pencahayaan yang sehat dan murah’. Ini adalah sangat cemerlang, seorang Cikgu Besar sudah tertarik belajar energi listrik. Saya sangat paham, karena dia adalah seorang kepala sekolah dari sekolah besar nan cemerlang.





0 Tanggapan
Empty Comments