Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Masjid Asy-Syifa’ RS Muhammadiyah Lamongan Menerima Kunjungan dari PDM Kapuas

Iklan Landscape Smamda
Masjid Asy-Syifa’ RS Muhammadiyah Lamongan Menerima Kunjungan dari PDM Kapuas
Masjid Asy-Syifa' RS Muhammadiyah Lamongan Menerima Kunjungan dari PDM Kapuas. (Nofaldi/PWMU.CO)
pwmu.co -

Fajar belum sepenuhnya meninggalkan langit Lamongan ketika ruang utama Masjid Asy-Syifa RS Muhammadiyah Lamongan kembali dipenuhi wajah-wajah penuh semangat.

Usai menunaikan shalat Subuh berjamaah, Rabu (24/6/2026), Takmir Masjid Asy Syifa menerima kunjungan silaturahim rombongan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Sebanyak 34 orang hadir dalam rombongan tersebut. Mereka terdiri atas unsur Pimpinan Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Aisyiyah, serta para aktivis persyarikatan yang tengah melakukan safari pembelajaran ke Lamongan, salah satu daerah yang dikenal memiliki perkembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang pesat.

Ketua rombongan, Jalal, mengatakan bahwa Lamongan menjadi salah satu tujuan penting dalam rangkaian silaturahim dan studi pembelajaran yang dilakukan PDM Kapuas.

“Kami ingin menimba ilmu di Lamongan. Tadi malam kami bertemu jajaran PDM Lamongan dan diterima dengan hangat oleh Ketua PDM Lamongan, Drs H Shodikin MPd. Kami juga bermalam di Masjid Asy Syifa RS Muhammadiyah Lamongan. Masjid ini sangat megah dan ramah bagi musafir,” ujarnya.

Menurut Jalal, keunggulan Masjid Asy Syifa tidak hanya terlihat dari kemegahan bangunannya, tetapi juga dari kenyamanan dan pelayanan yang diberikan kepada para tamu dan jamaah.

“Selain megah, lokasinya sangat strategis. Jamaahnya banyak, baik keluarga pasien maupun para musafir, dan fasilitasnya sangat lengkap. Semoga kami di Kapuas suatu saat dapat menghadirkan masjid seperti ini,” tuturnya.

Rumah Sakit yang Menjadi Episentrum Dakwah

Dalam sesi berbagi pengalaman bersama jajaran Takmir Masjid Asy Syifa, rombongan PDM Kapuas mengaku memperoleh perspektif baru mengenai integrasi pelayanan kesehatan dengan dakwah dan pemberdayaan umat yang dijalankan Muhammadiyah.

Mereka melihat bagaimana RS Muhammadiyah Lamongan tidak hanya berkembang sebagai institusi kesehatan modern, tetapi juga mampu menghadirkan masjid yang hidup dan aktif sebagai pusat kegiatan keumatan.

“Kami bangga melihat Amal Usaha Muhammadiyah di bidang kesehatan yang memiliki fasilitas layanan lengkap dan menjadi salah satu rumah sakit rujukan swasta terbesar di Lamongan. Lebih membanggakan lagi, rumah sakit ini memiliki masjid yang megah dengan fasilitas yang sangat baik. Ini akan menjadi inspirasi yang kami bawa pulang ke Kapuas,” tambah Jalal.

Menurutnya, keberadaan Masjid Asy Syifa menunjukkan bahwa rumah sakit tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyembuhan fisik, tetapi juga menjadi pusat pembinaan spiritual, penguatan sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

Menuju Masjid Percontohan Muhammadiyah

SMPM 5 Pucang SBY

Ketua Takmir Masjid Asy Syifa, Farid, menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan dan fungsi masjid bagi jamaah serta masyarakat luas.

“Pekan lalu Masjid Asy Syifa menjadi tuan rumah Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah Regional Jawa-Bali yang berlangsung selama tiga hari. Dalam kesempatan itu, Ketua LPCRPM PP Muhammadiyah, Jamaludin Ahmad, menyampaikan bahwa Masjid Asy Syifa akan menjadi salah satu masjid percontohan Muhammadiyah,” ungkapnya.

Farid menegaskan bahwa predikat tersebut merupakan hasil dari proses panjang dalam menghidupkan fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pelayanan, dan pemberdayaan umat.

“Masjid kami adalah masjid ramah musafir. Kami membuka layanan masjid selama 24 jam dan terus melengkapi berbagai fasilitas agar masjid benar-benar menjadi pusat peradaban dan kegiatan keumatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembangunan masjid tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga pada manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Bukan hanya beton dan besi yang kokoh yang kami bangun. Yang lebih penting adalah fungsi dan kontribusi masjid bagi jamaah dan umat. Masjid harus hidup, melayani, menggerakkan, dan menghadirkan kemaslahatan,” tegas Farid.

Menyatukan Dakwah, Pelayanan, dan Pemberdayaan

Kunjungan PDM Kapuas ke Masjid Asy Syifa RS Muhammadiyah Lamongan menjadi bukti bahwa keberhasilan sebuah Amal Usaha Muhammadiyah tidak semata diukur dari kemegahan gedung atau modernnya fasilitas yang dimiliki.

Lebih dari itu, keberhasilan terletak pada sejauh mana manfaatnya dirasakan oleh masyarakat. Di tengah berbagai tantangan zaman, Muhammadiyah menghadirkan model gerakan yang memadukan dakwah, pelayanan kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.

Masjid Asy Syifa menjadi contoh bagaimana masjid yang berada di lingkungan rumah sakit tidak sekadar menjadi pelengkap bangunan, melainkan mampu berfungsi sebagai jantung gerakan, ruang persaudaraan bagi para musafir, tempat pembinaan kader, sekaligus pusat peradaban yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Dari serambi kesehatan di Lamongan itu, inspirasi terus bergerak melintasi batas wilayah. Menyapa Kapuas, menguatkan semangat para penggerak persyarikatan, serta meneguhkan keyakinan bahwa masjid yang dihidupkan dengan pelayanan dan pemberdayaan akan melahirkan peradaban Islam yang berkemajuan. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 24/06/2026 08:48
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu