Tulisan ini adalah salinan dari buku “Menembus Benteng Tradisi: Sejarah Muhammadiyah Jawa Timur 1921-2004″, Bab III berjudul “Muhammadiyah Masa Penjajahan (1921-1942)”, sebagian halaman 80, 81, dan sebagian 82.
Halaman sebelumnya: Buku Menembus Benteng Tradisi – 35
***
Halaman 80
- Dinamika Organisasi
Aktivitas dan dinamika Daerah dan Cabang Muhammadiyah di Jawa Timur ditandai dengan kegiatan para pengurus dan gerak daerah atau cabang dalam penyelenggaraan konperensi serta program-program kerja yang dilaksanakannya.
Pada 1927 tercatat dinamika yang telah ditunjukkan oleh daerah cabang tersebut. Dinamika itu juga menunjukkan kesadaran berorganisasi yang cukup tinggi. Dari sumber BTMHT Tahun 1927 halaman 104-118 tercatat aktivitas dan dinamika Cabang Surabaya, Cabang Madiun, Cabang Pasuruan, Cabang Bangil, Cabang Jember, Cabang Kraksaan, Cabang Blitar, Cabang Bondowoso, dan Cabang Probolinggo.
Pengurus Cabang Muhammadiyah Surabaya telah mengirim utusan untuk menghadiri Kongres Muhammadiyah ke-16 di Pekalongan, dan Konperensi Muhammadiyah Bagian Tabligh di Jogjakarta. Begitu juga dalam rapat-rapat umum persyarikatan yang diselenggarakan di Surabaya, Muhammadiyah Cabang Surabaya tidak pernah absen.
Pengurus Muhammadiyah Cabang Madiun pergi ke Ngawi dan Goranggareng untuk keperluan penyebaran dan pengukuhan organisasi. Sebagian yang lain ke Ponorogo dan Jatisari untuk menghadiri sidang umum. Sedangkan barisan Hizbul Wathan melakukan kirap dakwah ke berbagai tempat di wilayah Madiun, seperti Jatisari, Banjarsari dan Ngawi. Begitu juga, Bagian ‘Aisyiyah tidak ketinggalan dalam mengerahkan anggota pengurus ke Ponorogo untuk menghadiri rapat umum ke Jatisari untuk menghadiri perayaan dan rapat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Pengurus Cabang Muhammadiyah Pasuruan mengutus A.R.C. Salim dan istri Aneke untuk menghadiri Kongres Muhammadiyah ke-16 di Pekalongan. Mereka juga pergi ke Solo dan Jogjakarta untuk mengurus KSM (Kartu Sekutu Muhammadiyah) dan Taman Pustaka. A.R.C. Salim dan M. Sudiharjo pergi ke Surabaya dan Bangil
Halaman 81
untuk mencari guru tabligh. Pengurus yang lain pergi ke Probolinggo untuk menghadiri rapat umum.
Cabang Bangil telah mengutus Abdullah Umar ke Pekalongan untuk menghadiri Kongres Muhammadiyah ke-16. Abdullah Umar dan Abdullah diutus menghadiri Gewestelijke Conferentie (Konperensi Daerah) Muhammadiyah Pasuruan di Pasuruan.
Cabang Kalianget mengirim kader bernama Abdul Hamid keliling Jawa Timur untuk mengikuti kegiatan tabligh, dan selanjutnya belajar di Surabaya.
Cabang Jember mengirim dua orang pengurusnya untuk melakukan peninjauan ke Ranting Kalisat dan Sukowono. Dua orang itu (Muh. Syafi’i dan Atim Sudarso) juga dikirim ke Bondowoso dalam rangka membicarakan kedatangan Muballighat Aisyiyah, Penolong Haji, dan Kongres Kecil. Selain itu, Cabang Jember juga mengirim utusan ke Konperensi Daerah di Bondowoso.
Sebaliknya Ranting Kalisat telah mengutus Sekretaris ke Jember untuk menghadiri Rapat Anggota. Menyusul kemudian Ketua, Sekretaris, pengawas dan dua orang anggota pergi ke Jember untuk mengunjungi rapat umum yang dihadiri Pengurus Besar Muhammadiyah. Pengurus Ranting Kalisat dan Sukowono menghadiri Konperensi Daerah Jember di Bondowoso.
Cabang Muhammadiyah Kraksaan mengirim M. Mustari untuk mempelajari seluk-beluk Muhammadiyah ke Jogjakarta selama delapan hari. Pengurus Cabang juga menghadiri Konperensi Daerah Pasuruan dan menghadiri rapat umum di Pasuruan dan Probolinggo.
Cabang Muhammadiyah Blitar ternyata cukup dinamis, antara lain mengutus Sastrowahono ke Pekalongan untuk menghadiri Kongres Muhammadiyah ke-16 dan Abu Suja’ ke Jogjakarta untuk menghadiri Konperensi Muhammadiyah Bagian Tabligh. Selain itu, pengurus melakukan turba ke Trenggalek, Wlingi, Bangsar, Ponggok, dan Lodoyo dalam rangka pembinaan Ranting.
Cabang Muhammadiyah Bondowoso mengutus Moh. Yasin ke Pekalongan menghadiri Kongres Muhammadiyah ke-16, Niti ke Jogjakarta untuk menghadiri Konperensi Muhammadiyah Bagian Tabligh, dan Moh. Asrah ke Kalisat, Jember, dan Situbondo untuk membicarakan masalah-masalah persyarikatan. Tidak ketinggalan
Halaman 82
juga Ketua dan Sekretaris Aisyiyah Bondowoso melakukan kunjungan ke beberapa tempat untuk membina organisasi Aisyiyah di tempat yang dikunjunginya. Cabang Muhammadiyah Probolinggo mengirim dua orang utusan ke Konperensi Daerah di Pasuruan.
***
Buku Menembus Benteng Tradisi: Sejarah Muhammadiyah Jawa Timur 1921-2004, diterbitkan oleh Hikmah Press, Surabaya, Juni 2005. Buku ini ditulis oleh Tim Penulis : Syafiq A. Mughni (Penanggung Jawab), Sjamsudduha (Ketua), dan Ahmad Nur Fuad (Sekretaris). Anggota: Lilik Zulaicha, A. Fatichuddin, Ainur Rofiq Sophiaan, Wisnu, Nadjib Hamid, Yuristiarso Hidayat, Muhsinul Ahsan, Biyanto, dan Ainun Najib. Konsultan: M. Habib Mustopo dan Aminuddin Kasdi.





0 Tanggapan
Empty Comments