“Senyum, salam, sapa, sopan, dan santun.” Lima kata itu berulang kali terdengar dalam kegiatan GEMPAR (Gembira di Awal Tahun Ajaran) hari ketiga di SD Muhammadiyah 1 Balongpanggang (SD Mutu Kagumi), Rabu (15/7/2026).
Melalui rangkaian kegiatan yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan, sekolah mengajak seluruh siswa mengawali tahun pelajaran baru dengan membangun karakter sebelum memulai pembelajaran di kelas.
Program GEMPAR menjadi agenda penyambutan peserta didik pada awal tahun ajaran di SD Mutu Kagumi.
Tidak sekadar mengenalkan lingkungan sekolah, program ini dirancang untuk membantu siswa beradaptasi, menumbuhkan semangat belajar, sekaligus menanamkan budaya sekolah yang berlandaskan nilai-nilai Islami.
Pendidikan Karakter SD Mutu Kagumi
Sejak pagi, suasana sekolah tampak hidup. Para siswa datang dengan penuh semangat dan mengikuti setiap kegiatan secara tertib.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Sholat Duha berjamaah sebagai bentuk pembiasaan ibadah yang selama ini menjadi salah satu ciri pendidikan karakter di SD Mutu Kagumi.
Melalui pembiasaan tersebut, siswa diajak menyadari bahwa menuntut ilmu merupakan bagian dari ibadah sehingga setiap aktivitas belajar hendaknya diawali dengan mengingat Allah SWT.
Setelah itu, seluruh siswa mengikuti materi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) dan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) oleh Ustadz Anang dan Ustadzah Fifi.
Materi tersebut menjadi bekal bagi siswa untuk membangun kebiasaan-kebiasaan positif yang dapat diterapkan di sekolah, di rumah, maupun di tengah masyarakat.
Dalam penyampaiannya, kedua pemateri mengajak siswa memahami bahwa karakter yang baik tidak terbentuk dalam semalam. Karakter lahir dari kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dilakukan secara terus-menerus hingga menjadi bagian dari kepribadian seseorang.
“Karakter yang baik dibangun dari kebiasaan yang baik. Mari biasakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan terapkan budaya 5S setiap hari, baik di sekolah, di rumah, maupun di mana pun kita berada” terangnya.
“Anak Indonesia Hebat tidak hanya cerdas dalam belajar, tetapi juga memiliki akhlak yang baik” pesan Ustadz Anang di hadapan seluruh siswa.
Pengenalan Ekstrakurikuler
Penyampaian materi berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias menyimak penjelasan sekaligus diajak memahami bahwa kebiasaan sederhana.
Seperti mengucapkan salam, tersenyum kepada sesama, menyapa guru dan teman, bersikap sopan, serta bertutur kata santun merupakan wujud nyata akhlak mulia yang harus terus dibiasakan.
Usai penguatan karakter, kegiatan berlanjut dengan pengenalan berbagai ekstrakurikuler yang dapat dipilih siswa selama satu tahun pelajaran.
Dalam sesi ini, para ustadz dan ustadzah memperkenalkan beragam kegiatan sebagai wadah untuk mengembangkan minat, bakat, dan potensi peserta didik.
Melalui ekstrakurikuler, sekolah berharap setiap siswa memiliki ruang untuk berkembang sesuai kemampuan dan ketertarikannya, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Suasana semakin meriah saat seluruh siswa mengikuti fun game yang mengedepankan kerja sama tim. Gelak tawa dan sorak sorai memenuhi halaman sekolah ketika setiap kelompok berusaha menyelesaikan tantangan yang diberikan.
Meski dikemas dalam bentuk permainan, setiap aktivitas mengandung pesan tentang pentingnya komunikasi, saling percaya, menghargai peran teman, serta bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Bagi siswa baru, kegiatan tersebut menjadi momen untuk saling mengenal dengan teman-teman dan para guru dalam suasana yang menyenangkan.
Sementara bagi siswa kelas atas, fun game menjadi kesempatan mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap adik-adik kelasnya.
Suasana hangat yang tercipta sepanjang permainan menjadi gambaran budaya kekeluargaan yang terus dibangun di lingkungan SD Mutu Kagumi.
Asesmen Diagnostik
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh siswa mengikuti asesmen diagnostik di kelas masing-masing. Asesmen ini terlaksana untuk memetakan kemampuan awal, karakteristik, serta kebutuhan belajar peserta didik sebelum pembelajaran reguler dimulai.
Hasil asesmen akan menjadi dasar bagi guru dalam menyusun strategi pembelajaran yang lebih tepat sehingga proses belajar dapat berlangsung sesuai dengan kebutuhan setiap siswa.
Melalui hari ketiga GEMPAR, SD Mutu Kagumi menunjukkan bahwa penyambutan tahun ajaran baru tidak hanya berisi kegiatan seremonial.
Di balik setiap agenda yang disusun, terdapat ikhtiar sekolah untuk membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai Islami, menggali potensi peserta didik, serta membangun budaya belajar yang menyenangkan.
Hari ketiga GEMPAR pun ditutup dengan wajah-wajah ceria para siswa. Di balik tawa saat bermain, kesungguhan menyimak materi, dan fokus mengerjakan asesmen diagnostik, sekolah sedang menanamkan fondasi yang lebih penting daripada sekadar kesiapan akademik, yakni kebiasaan baik yang diharapkan tumbuh menjadi karakter.
Sebab, SD Mutu Kagumi meyakini bahwa generasi hebat lahir dari kebiasaan-kebiasaan baik yang dibangun sejak hari pertama mereka melangkah di lingkungan sekolah.





0 Tanggapan
Empty Comments