Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Guru PAUD Aisyiyah Belajar Coding Unplugged Bersama Tim Abdimas Umsida

Iklan Landscape Smamda
Guru PAUD Aisyiyah Belajar Coding Unplugged Bersama Tim Abdimas Umsida
Suasana pelatihan bertajuk “Integrasi Pembelajaran Coding Unplugged di PAUD” oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Abdimas Umsida), Jumat (24/7/2026). (Senja/PWMU.CO).
pwmu.co -

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Abdimas Umsida) menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Integrasi Pembelajaran Coding Unplugged di PAUD”, Jumat (24/7/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh 36 kepala sekolah dan guru dari delapan lembaga Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak Aisyiyah se-Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.

Seluruh peserta tergabung dalam Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Kecamatan Tanggulangin.

Lebih lanjut, pelatihan ini menjadi bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui kontrak Nomor 210/C3/DT.05.00/PM/2026.

Program ini mengangkat tema “Pembelajaran Coding Berbasis Game dan Literasi Digital Ramah Anak dengan Pendekatan Manajemen Risiko”.

Latih Cara Berpikir Anak

Ketua tim Abdimas, Dr Choirun Nisak Aulina MPd, menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kemampuan guru PAUD dalam mengembangkan pembelajaran coding berbasis permainan.

Pelatihan ini dilaksanakan sebagai respons atas masih terbatasnya pemahaman guru mengenai computational thinking dan penerapan coding yang sesuai dengan tahap perkembangan anak.

Berdasarkan identifikasi awal, pemanfaatan teknologi di sejumlah lembaga PAUD masih cenderung pasif, seperti sebatas menampilkan video.

Padahal, kata Lina, fasilitas seperti Smart TV dapat dikembangkan menjadi sarana belajar interaktif yang mendorong anak berdiskusi, memilih, dan terlibat langsung dalam kegiatan.

Menurutnya, coding bagi anak usia dini bukan berarti mengajarkan bahasa pemrograman atau meminta mereka menulis kode seperti orang dewasa.

“Coding untuk anak usia dini tidak harus selalu menggunakan komputer. Hal yang lebih penting adalah memberikan pengalaman kepada anak untuk berpikir runtut, mengenali pola, membuat keputusan, dan menyelesaikan masalah melalui kegiatan bermain yang dekat dengan kehidupan mereka” jelasnya.

Dalam tahap pertama, peserta mendapatkan penguatan mengenai konsep coding unplugged, yaitu pembelajaran coding tanpa menggunakan komputer, telepon pintar, maupun perangkat digital lainnya.

Para guru mempraktekkan cara mengenalkan pengurutan langkah, pola, hubungan sebab-akibat, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan sederhana.

Media yang digunakan cukup mudah ditemukan, seperti kartu arah, papan jalur atau maze, papan pola, kartu gambar, dan permainan kelompok.

Aktivitasnya dapat dimasukkan ke dalam kegiatan sehari-hari, misalnya menyusun urutan mencuci tangan, menentukan arah perjalanan, melanjutkan pola warna, mencari jalan menuju tujuan, atau menyusun langkah membuat makanan sederhana.

Coding Unplugged Mudah Diterapkan Guru

Workshop dipandu oleh Dr Choirun Nisak Aulina MPd, Fitria Nur Hasanah MPd, Nihlatul Qudus Sukma Nirwana SE MM CRP, serta mahasiswa PG PAUD dan Pendidikan Teknologi Informasi yang tergabung dalam tim pengabdian.

SMPM 5 Pucang SBY

Fitria menjelaskan bahwa pendekatan unplugged dipilih karena relatif murah dan tidak bergantung pada kelengkapan teknologi sekolah.

“Coding unplugged menunjukkan bahwa pembelajaran coding dapat dilakukan dengan media sederhana, murah, dan menyenangkan. Fokus utamanya adalah membangun cara berpikir anak, bukan sekadar kemampuan menggunakan perangkat digital” terangnya.

Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengikuti simulasi, diskusi kelompok, praktik permainan, dan menyusun rancangan kegiatan yang dapat langsung digunakan di kelas.

Melalui kegiatan tersebut, guru didorong mengembangkan permainan yang dekat dengan lingkungan anak.

Pembelajaran juga dapat dihubungkan dengan aspek bahasa, kognitif, motorik, sosial-emosional, kreativitas, komunikasi, dan kerja sama.

Kenalkan Coding dengan Permainan Sederhana

Ketua IGABA Kecamatan Tanggulangin, Erika Izzatul, mengatakan bahwa pelatihan tersebut mengubah pemahaman sebagian guru yang sebelumnya menganggap coding selalu berkaitan dengan komputer.

“Melalui pelatihan ini, kami memahami bahwa coding dapat dikenalkan kepada anak melalui permainan sederhana. Seperti menyusun pola, mengikuti arah, mengurutkan langkah, dan mencari solusi dari suatu masalah” ujarnya.

Menurut Erika, materi yang diberikan dekat dengan praktik pembelajaran di kelas dan dapat diterapkan menggunakan alat yang sederhana.

Ia berharap para guru semakin kreatif dalam menyusun kegiatan yang melatih logika, komunikasi, kerja sama, dan kemampuan memecahkan masalah.

Pelatihan coding unplugged ini menjadi tahap awal dari rangkaian program bersama IGABA Kecamatan Tanggulangin.

Pada tahap berikutnya, peserta akan mendapatkan pelatihan coding plugged menggunakan perangkat digital dan permainan visual ramah anak.

Guru juga akan didampingi dalam memanfaatkan Smart TV sebagai media interaktif, bukan sekadar alat untuk menampilkan tayangan.

Selain itu, peserta akan mengikuti pelatihan manajemen risiko pembelajaran digital. Materi tersebut meliputi pengaturan durasi penggunaan layar, pemilihan konten sesuai usia, pendampingan anak, keamanan digital, serta integrasi pengelolaan risiko ke dalam perencanaan dan evaluasi mutu sekolah.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 25/07/2026 00:11
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu