Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Guru SD Muhammadiyah Manyar Juara 1 Linkar 2026, Tuai Apresiasi Guru dari 36 Provinsi

Iklan Landscape Smamda
Guru SD Muhammadiyah Manyar Juara 1 Linkar 2026, Tuai Apresiasi Guru dari 36 Provinsi
Foto Bersama Juara 1 LinkarAstra jenjang TK, SD, SMP, SMA dan SMK bersama Astra dan Dewan Juri, Rabu (23/7/2026). (Nur Aini Ochtafiya/PWMU.CO).
pwmu.co -

Perjalanan panjang Lomba Inovasi Karya Guru (Linkar) 2026 resmi mencapai puncaknya.

Bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional, Astra bersama Yayasan Astra–Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (YPAMDR) menggelar Apresiasi Lingkar 2026.

Agenda yang terselenggara secara daring, Rabu (23/7/2026), ini merupakan bentuk penghargaan kepada para guru inovatif dari seluruh Indonesia.

Sebanyak 50 finalis nasional dari jenjang TK/PAUD, SD, SMP, SMA, hingga SMK mengikuti pengumuman pemenang setelah melewati rangkaian seleksi sejak Hari Pendidikan Nasional pada Mei 2026.

Sisihkan Ribuan Karya

Acara dipandu Sinta Sintia dan dihadiri jajaran Astra, Yayasan Astra YPAMDR, dewan juri, serta para finalis dari berbagai daerah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Division Environment and Social Responsibility Astra Diah Suran Febrianti, Ketua Pengurus Yayasan Astra YPAMDR Gunawan Salim, Dewan Juri Lingkar 2026 Nuril Furkan dan Purnama Sari Palupesi, serta pimpinan dan PIC CSR Pendidikan Grup Astra.

Dalam sambutannya, Diah Suran Febrianti menegaskan bahwa Lingkar merupakan bagian dari komitmen Astra dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan inovasi guru.

“Tahun ini merupakan penyelenggaraan Lingkar yang ke-13. Antusiasme peserta meningkat sekitar 130 persen dibanding tahun sebelumnya. Sebanyak 2.187 karya inovasi guru dari 36 provinsi berhasil terkumpul. Ini menjadi sinyal positif bahwa budaya inovasi pendidikan terus tumbuh di Indonesia” ujarnya.

Menurut Diah, dari 2.187 karya tersebut dilakukan proses kurasi hingga terpilih 500 karya terbaik, kemudian diseleksi kembali menjadi 50 finalis nasional.

“Bapak Ibu yang hadir hari ini sesungguhnya sudah menjadi yang terbaik. Perjalanan dari lebih dari dua ribu karya hingga menjadi 50 finalis bukanlah proses yang mudah” terang Diah.

“Setiap inovasi yang lahir dari tangan seorang guru merupakan investasi yang sangat berharga bagi masa depan pendidikan Indonesia” tuturnya.

Ia berharap seluruh karya yang lahir melalui Lingkar tidak berhenti sebagai karya lomba, tetapi dapat direplikasi di berbagai sekolah sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi peserta didik.

Setelah menampilkan kilas balik perjalanan Lingkar 2026, panitia mengumumkan para pemenang dari lima jenjang pendidikan.

Inovasi G.R.E.E.N. L.A.B.S

Pada kategori SD/sederajat, Juara Harapan diraih Rohmatun Ni’mah dan Irwan Taufikur Rohman, Juara III diraih Yusni Asih, dan Juara II diraih Imawati.

Sedangkan Juara I berhasil diraih Nur Aini Ochtafiya dari SD Muhammadiyah Manyar Gresik melalui inovasi G.R.E.E.N. L.A.B.S (Growing Responsible Eco-Education through Experimental Nature Learning and Authentic Broadcasting System).

Keberhasilan tersebut menjadi istimewa karena Nur Aini berasal dari sekolah non-binaan Astra. Hal ini sejalan dengan semangat Lingkar yang kini membuka kesempatan bagi seluruh guru Indonesia, tidak hanya sekolah binaan Astra.

Dalam sesi berbagi pengalaman sebagai perwakilan Juara I jenjang SD, Nur Aini menyampaikan bahwa inovasi yang dikembangkannya lahir dari persoalan sederhana yang ditemukan peserta didik di sekolah.

“Semuanya berawal dari sisa makan siang di sekolah. Anak-anak bertanya ke mana sisa makanan itu dibuang. Mereka melakukan observasi dan wawancara, kemudian menemukan bahwa limbah tersebut hanya dibuang begitu saja” ujar Nur Aini.

SMPM 5 Pucang SBY

“Dari rasa ingin tahu itulah muncul ide untuk menghadirkan pembelajaran yang mengintegrasikan kepedulian lingkungan dengan proses belajar” jelasnya.

Menurut guru SD Muhammadiyah Manyar tersebut, tugas guru bukan sekadar mengajar. Melainkan menjadi fasilitator yang membuka ruang bagi setiap ide kecil dari peserta didik agar berkembang menjadi solusi nyata.

Ia mengutip pemikiran John Dewey bahwa education is not preparation for life; education is life itself. Sebagai pengingat bahwa pendidikan bukan sekadar persiapan menuju kehidupan, melainkan kehidupan itu sendiri.

“Guru adalah pembelajar sepanjang hayat. Tugas kita tidak berhenti di ruang kelas. Dari ruang kelas yang sederhana, ide-ide kecil dapat tumbuh menjadi inspirasi yang berdampak luas” ujarnya.

Pesan Teacher Fiya

Menutup kisahnya, guru yang akrab disapa Teacher Fiya di dunia maya ini menyampaikan pesan yang mendapat apresiasi dari para peserta.

“Jangan menunggu kesempatan untuk berinovasi, sebab ruang kelas selalu memberi kita kesempatan baru setiap pagi. Ruang kelas mungkin tempat paling sederhana di sebuah sekolah, tetapi dari sanalah mimpi-mimpi besar Indonesia mulai ditumbuhkan” tegas Teacher Fiya.

“Jangan pernah meremehkan satu ide kecil yang lahir dari celoteh anak-anak ataupun dari seorang guru, karena bisa jadi dari satu ruang kelas itulah masa depan bangsa sedang ditulis” pesannya.

Selain Nur Aini – Fasilitator Pembelajaran Mendalam, perwakilan Juara I jenjang SMK, Ariyuga Aswara dari SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Malang, turut membagikan kisah lahirnya inovasi Heavy Tech Virtual Learning.

Inovasi tersebut berawal dari kegelisahannya melihat banyak siswa datang ke bengkel praktik dalam kondisi kurang siap karena terlalu banyak menggunakan gawai untuk hiburan.

Ia kemudian mengubah gawai menjadi media pembelajaran melalui modul digital, simulasi virtual, dan sistem e-ticket praktik yang hanya dapat diakses siswa setelah menyelesaikan pembelajaran mandiri.

Beri Ruang Guru Tunjukkan Kreativitas

Sementara itu, mewakili dewan juri, Dr Nuril Furkan SPd MPd MH MIKom dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen mengapresiasi kualitas karya para peserta Lingkar 2026.

Menurutnya, hampir seluruh inovasi yang dinilai lahir dari keresahan nyata yang dialami guru di sekolah.

“Saya melihat perubahan yang sangat signifikan. Guru mampu mengubah persoalan yang mereka hadapi menjadi kreativitas dalam bentuk karya inovatif. Kegiatan seperti Lingkar memberikan ruang bagi guru di kota maupun di daerah untuk menunjukkan kreativitasnya kepada masyarakat luas” katanya.

Ia berharap Lingkar terus diselenggarakan setiap tahun sehingga menjadi ruang berkelanjutan bagi guru untuk terus berinovasi dan saling menginspirasi.

Pada Apresiasi Lingkar 2026, Astra memberikan penghargaan berupa uang pembinaan sebesar Rp10 juta kepada Juara I, Rp7,5 juta bagi Juara II, Rp5 juta bagi Juara III, Rp2,5 juta bagi Juara Harapan, serta Rp1,5 juta kepada seluruh finalis Grand Final, masing-masing disertai sertifikat digital.

Melalui penyelenggaraan Lingkar yang telah memasuki tahun ke-13, Astra berharap semakin banyak guru Indonesia berani menghadirkan inovasi pembelajaran yang berdampak nyata bagi peserta didik serta mampu menginspirasi sekolah-sekolah lain di seluruh Nusantara.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 24/07/2026 16:50
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu