Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kakak Kelas Jadi Mentor, Matrikulasi DTCP Spemdalas Tumbuhkan Semangat Berbagi Ilmu

Iklan Landscape Smamda
Kakak Kelas Jadi Mentor, Matrikulasi DTCP Spemdalas Tumbuhkan Semangat Berbagi Ilmu
Matrikulasi Digital Technology Class Program (DTCP) siswa kelas VIII dan IX SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik, Kamis (23/7/2026). (Mochammad Nor Qomari/PWMU.CO).
pwmu.co -

Suasana berbeda tampak dalam kegiatan matrikulasi Digital Technology Class Program (DTCP) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik.

Tidak hanya guru yang menjadi narasumber, sebanyak 16 siswa kelas VIII dan IX DTCP dipercaya menjadi mentor bagi adik-adik kelas VII dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Rabu–Kamis (22–23/7/2026).

Keterlibatan para siswa senior ini menjadi wujud nyata budaya belajar kolaboratif yang dikembangkan Spemdalas. Mereka tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga menginspirasi adik kelas melalui berbagai proyek digital yang telah mereka hasilkan.

Sebanyak 16 mentor terdiri atas 12 siswa kelas IX dan 4 siswa kelas VIII. Mereka mendampingi peserta matrikulasi dalam memahami dasar-dasar teknologi digital melalui penyampaian materi, demonstrasi proyek, hingga praktik langsung.

Bekal Kenali Kompetensi

Koordinator Kelas Digital, Rizky Mutiara Citra Ayuti, menjelaskan bahwa matrikulasi dirancang sebagai bekal awal bagi siswa baru DTCP agar mengenal kompetensi yang akan dipelajari selama tiga tahun ke depan.

“Hari pertama peserta belajar tentang Internet of Things (IoT), arsitektur komputer, dasar penggunaan komputer, pengenalan perangkat lunak desain, hingga praktik desain grafis” terang Rizky.

“Pada hari kedua mereka menyaksikan demonstrasi proyek Smart Trash Bin berbasis IoT, melanjutkan praktik desain grafis, serta belajar membuat game sederhana menggunakan Scratch” jelasnya.

Menurut Citra, kehadiran siswa kelas VIII dan IX sebagai narasumber memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar membantu guru.

“Mereka menjadi bukti bahwa siswa DTCP mampu menghasilkan karya inovatif. Adik-adik kelas VII bisa melihat langsung hasil belajar kakak-kakaknya, sehingga lebih termotivasi untuk mengembangkan kemampuan di bidang digital” ujarnya.

Siswa kelas VIII bertugas mengenalkan konsep Internet of Things sekaligus membimbing peserta membuat Smart Trash Bin sederhana yang dapat membuka tutup tempat sampah secara otomatis menggunakan sensor ultrasonik.

Dinosaur Jump

Sementara itu, siswa kelas IX membawakan materi game development menggunakan Scratch dan mendampingi peserta membuat permainan sederhana bertema Dinosaur Jump, terinspirasi dari permainan yang muncul saat koneksi internet terputus.

SMPM 5 Pucang SBY

Salah seorang mentor, Gerardo Rezvan Naufal Sutiyarno, mengaku bangga mendapat kesempatan berbagi pengalaman kepada adik kelas.

“Rasanya seru dan menjadi pengalaman yang sangat berharga. Kami tidak hanya belajar berbicara di depan orang lain, tetapi juga belajar membimbing teman agar memahami materi. Semoga adik-adik tetap semangat dan ilmu yang kami bagikan bisa bermanfaat” tuturnya.

Antusiasme juga dirasakan para peserta. Aisha Widi Ikramia, siswi kelas VII Ibnu Al Haytham, mengaku lebih mudah memahami materi karena dibimbing langsung oleh kakak kelas.

“Alhamdulillah saya senang mengikuti matrikulasi ini. Materi yang paling saya sukai adalah IoT dan Scratch. Kakak-kakak kelas VIII dan IX menjelaskan dengan sabar sehingga kami lebih mudah memahami materi” ungkapnya.

Kepala SMP Muhammadiyah 12 GKB, Yugo Triawanto MSi menjelaskan bahwa matrikulasi menjadi langkah awal untuk menyamakan kemampuan dasar siswa sebelum memasuki pembelajaran reguler kelas digital.

“Matrikulasi dilaksanakan untuk meningkatkan kompatibilitas siswa DTCP sehingga mereka memiliki bekal yang sama sebelum mengikuti kurikulum kelas digital. Harapannya, sekolah dapat memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan awal setiap siswa” jelasnya.

Lebih jauh, Yugo menegaskan bahwa visi DTCP Spemdalas bukan hanya mencetak siswa yang mahir menggunakan teknologi. Tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menyelesaikan persoalan di kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin melahirkan generasi yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi melalui kemampuan coding, berpikir komputasional, dan kolaborasi” pungkasnya.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 24/07/2026 15:38
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu