Guru TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 45 Bambe, Driyorejo, Nuzla Aimmatu Rasyida, S.Psi., mewakili Pimpinan Cabang Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (PC IGABA) Driyorejo dalam Lomba Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 tingkat Kabupaten Gresik yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik pada Rabu (10/6/2026).
Keikutsertaan tersebut merupakan hasil seleksi yang dilakukan di tingkat kecamatan. Ajang HAN tingkat Kabupaten Gresik menjadi wadah bagi guru dan peserta didik untuk menampilkan kreativitas serta inovasi dalam bidang pendidikan anak usia dini (PAUD).
Terdapat tujuh cabang lomba yang diselenggarakan dalam rangkaian HAN 2026. Salah satunya adalah lomba membuat cerita bermuatan lokal bagi guru PAUD. Lomba ini menitikberatkan pada kemampuan peserta mengangkat budaya daerah menjadi media pembelajaran yang menarik dan bermakna bagi anak-anak melalui ilustrasi dan cerita.
Nuzla Aimmatu Rasyida mengikuti lomba tersebut dengan mengangkat salah satu kuliner khas Gresik, yaitu pudak. Tema tersebut dituangkan dalam bentuk cerita bergambar yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik usia dini.
“Terinspirasi dari salah satu makanan khas Kota Gresik yaitu pudak yang memiliki rasa manis, maka saya tertarik untuk mengangkat tema tersebut dan menuangkan dalam bentuk gambar bercerita. Dengan gambar lucu dan kalimat sederhana, maka pesan dalam cerita akan mudah tersampaikan,” ujarnya sebelum memasuki ruang lomba.
Guru yang akrab disapa Bu Aim itu memperlihatkan hasil karyanya yang dibuat menggunakan media krayon. Karya tersebut berjudul Rahasia Pudak Manis.
“Ini merupakan bagian isinya dan untuk covernya akan dibuat di tempat lomba saat ini. Ada pesan tersembunyi yang akan disampaikan dalam cerita Pudak Manis,” tuturnya sembari menunjukkan beberapa lembar ilustrasi yang dibawanya.
Kepala TK ABA 45 Bambe, Eulis Su’adah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diperoleh salah satu gurunya untuk mengikuti kompetisi tingkat kabupaten.
Menurutnya, keikutsertaan dalam ajang tersebut tidak hanya berkaitan dengan hasil perlombaan, tetapi juga menjadi sarana pengembangan kompetensi guru dalam menyusun media pembelajaran yang kreatif dan sesuai dengan kebutuhan anak usia dini.
“Semoga keikutsertaan ini dapat menjadi pengalaman berharga sekaligus membawa nama baik lembaga, PC IGABA Driyorejo, dan dunia pendidikan anak usia dini di wilayah Driyorejo,” ujarnya.
Dalam perlombaan tersebut, peserta dinilai berdasarkan sejumlah aspek, antara lain kualitas visual dan ilustrasi, teknik penulisan bahasa, proses pengerjaan halaman judul, kesesuaian isi dengan tema muatan lokal, serta kemampuan mempresentasikan hasil karya.
Dua juri yang berasal dari kalangan seniman Gresik turut dilibatkan dalam proses penilaian, yakni Drs. Kriswanto Aji Wahono sebagai juri pertama dan Dewi Musdalifah sebagai juri kedua.
Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Kabupaten Gresik diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan peserta didik dan pendidik PAUD. Kegiatan tersebut bertujuan mendorong kreativitas, meningkatkan kompetensi pendidik, serta mendukung penguatan karakter anak sejak usia dini.
Melalui partisipasi dalam ajang tingkat kabupaten ini, para guru diharapkan semakin terdorong untuk mengembangkan media pembelajaran yang kreatif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Keikutsertaan Nuzla Aimmatu Rasyida menjadi bagian dari upaya pengembangan kompetensi guru PAUD di lingkungan Aisyiyah, khususnya di Kecamatan Driyorejo. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments