Saat momen Iduladha, ketika sebagian besar mahasiswa pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga, kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) justru memilih turun langsung mengabdi kepada masyarakat.
Melalui kegiatan Bakti Sosial Iduladha yang digelar pada (25–28/5/2026), ratusan kader IMM diterjunkan ke lima daerah, yakni Mojokerto, Jombang, Lamongan, Gresik, dan Tuban.
Program bakti sosial ini menjadi bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, ekonomi, hukum, serta pembinaan spiritual. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan pengejawantahan nilai religiusitas, intelektualitas, dan humanitas yang menjadi bagian dari Trilogi IMM.
Pelepasan peserta dilakukan di Pendopo Wakil Bupati Mojokerto. Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Mojokerto, dr. Muhammad Rizal Octavian, yang mewakili Bupati Mojokerto, Dr. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum. Dalam sambutannya, Rizal memberikan apresiasi terhadap gerakan sosial mahasiswa yang terjun langsung membantu masyarakat di berbagai daerah.
Dukungan juga datang dari Wakil Rektor I Bidang Akademik, Mutu, dan AIK Umsura, Dr. dr. Muhammad Anas, Sp.OG. Ia menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial ini sejalan dengan konsep “kampus berdampak”, yang mendorong mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Bakti Sosial dengan Lintas Disiplin Ilmu
Ketua PC IMM Surabaya, Muhammad Alwi Shihab, menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan berbagai Pimpinan Komisariat (PK) lintas disiplin ilmu. PK IMM Yustisia Fakultas Hukum memberikan edukasi serta layanan konsultasi hukum di Desa Rejosari. PK IMM Fakultas Ekonomi dan Bisnis melakukan pendampingan UMKM di Desa Gumeng.
Sementara PK IMM Fakultas Kedokteran juga turut ambil bagian dengan membuka layanan pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan terkait pola hidup bersih dan sehat di beberapa titik kegiatan. Selain itu, kader IMM dari bidang sosial dan keagamaan melaksanakan program pembinaan spiritual, termasuk penyelenggaraan salat Iduladha, pendampingan penyembelihan hewan kurban, serta distribusi daging kepada warga kurang mampu.
Melalui kegiatan bakti sosial ini, IMM berharap dapat menghadirkan solusi atas kebutuhan masyarakat di daerah terpencil, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan. Program ini juga menjadi wadah pembelajaran lapangan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu dan nilai keislaman dalam praktik nyata.
Kegiatan baksos Iduladha 2026 ini ditutup dengan refleksi dan laporan kegiatan di masing-masing titik, dengan harapan kerja sama serupa dapat terus dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya. IMM menegaskan komitmennya untuk terus berada di tengah masyarakat dan memberikan dampak sosial yang berkelanjutan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments