Sepasang sepatu usang menjadi penghubung mimpi dua bersaudara dalam film Children of Heaven. Kisah sederhana itu mengundang keheningan di ruang pemutaran film ketika 18 anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik menyaksikannya bersama pada Selasa (9/6/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh 18 anggota IPM tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media pembelajaran karakter. Melalui film yang mengangkat kisah kehidupan sederhana, para peserta diajak memahami nilai tanggung jawab, kepedulian, pengorbanan, dan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari.
Film Children of Heaven mengisahkan Ali dan Zahra, dua saudara yang harus berbagi satu pasang sepatu untuk berangkat ke sekolah. Keterbatasan yang mereka hadapi menjadi bagian dari cerita yang menggambarkan kuatnya hubungan keluarga serta semangat untuk tetap menjalani kehidupan dengan penuh tanggung jawab.
Selama pemutaran film, anggota IPM mengikuti jalannya cerita dengan antusias. Setelah film selesai diputar, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi untuk membahas berbagai pesan moral yang terkandung dalam kisah tersebut. Para peserta diajak mengaitkan pengalaman tokoh dalam film dengan kehidupan sehari-hari yang mereka alami sebagai pelajar.
Daniyal Barra Atharrayhan, siswa kelas 8 DTCP, mengaku memperoleh pelajaran berharga setelah menyaksikan film tersebut.
“Film ini mengajarkan saya untuk lebih bersyukur dan menghargai apa yang saya miliki,” ujarnya.
Kesan serupa disampaikan Rei Rosyaila Roxanne Rosyadi, siswa kelas 7E. Menurutnya, hubungan antara Ali dan Zahra menunjukkan pentingnya saling membantu dan menjaga anggota keluarga.
“Saya belajar bahwa membantu keluarga dan saling menjaga satu sama lain adalah hal yang penting,” tuturnya.
Koordinator Bidang Bina Kader IPM Spemdalas, Octaria Wahyuningtyas, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan nonton bersama dipilih sebagai salah satu metode pembelajaran karakter yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Menurutnya, nilai-nilai yang ditampilkan dalam film lebih mudah dipahami karena disajikan melalui cerita yang sederhana dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Ia menambahkan bahwa melalui kegiatan tersebut, anggota IPM dapat belajar tentang tanggung jawab, kepedulian, serta pentingnya mensyukuri apa yang dimiliki.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik, Ichwan Arif, S.S., M.Hum., menilai film dapat menjadi media pembelajaran yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada siswa.
“Cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari akan lebih mudah diterima oleh siswa. Harapannya, nilai-nilai positif yang diperoleh dari film ini dapat menjadi inspirasi dalam bersikap, berinteraksi, dan mengambil keputusan dalam kehidupan mereka,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, anggota IPM tidak hanya memperoleh pengalaman menonton bersama, tetapi juga kesempatan untuk merefleksikan berbagai nilai kehidupan yang ditampilkan dalam film. Diskusi yang berlangsung setelah pemutaran film menjadi ruang bagi peserta untuk berbagi pandangan dan pemahaman mengenai arti perjuangan, kepedulian, dan rasa syukur.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penguatan karakter yang dilakukan IPM Spemdalas melalui pendekatan yang dekat dengan dunia pelajar. Dengan memanfaatkan media film sebagai sarana belajar, peserta diharapkan mampu mengambil hikmah dari setiap cerita dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments