Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Jalan Panjang Tak Ringan Saif, Murid Smamda Sidoarjo Menuju Universitas Al-Azhar Kairo

Iklan Landscape Smamda
Jalan Panjang Tak Ringan Saif, Murid Smamda Sidoarjo Menuju Universitas Al-Azhar Kairo
Saif Habibulloh Amin, murid SMAMDA Sidoarjo yang diterima di Universitas Al-Azhar. (Fot: Moh. Ernam/PWMU.CO)

Menuju Universitas Al-Azhar adalah jalan panjang yang ringan. Bagi Saif Habibulloh Amin, murid SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo, keberhasilan menembus kampus bergengsi itu lahir dari proses Panjang. Penuh perjuangan, kesabaran, dan ketekunan.

Sejak awal, Saif menyadari bahwa kunci utama untuk lolos seleksi adalah penguasaan bahasa Arab. Dan, tentu saja pemahaman ilmu-ilmu agama. Ia pun menapaki jalan itu dengan kesungguhan, memperdalam keduanya sebagai bekal utama menghadapi ujian.

“Tentu bukan proses yang mudah. Banyak sekali perjuangan, mulai dari memperdalam bahasa Arab hingga ilmu-ilmu agama sebagai bekal menghadapi seleksi,” ungkapnya.

Namun, Saif tidak pernah menganggap capaian itu sebagai hasil usaha pribadi semata. Ia menyadari ada kekuatan besar di baliknya: doa dan dukungan dari orang-orang terdekat.

“Ini bukan hanya usaha saya sendiri. Ada doa dan dukungan dari keluarga, kerabat, ustadz, ustadzah, dan guru-guru SMAMDA,” tuturnya.

Lebih dalam lagi, ia meyakini bahwa semua kemudahan yang ia rasakan adalah bentuk pertolongan Allah.

“Mungkin bagi saya ini mustahil, tapi bagi Allah tidak ada yang mustahil. Semua akan mudah jika Allah berkehendak,” imbuhnya penuh keyakinan.

Saat kabar diterima di Universitas Al-Azhar datang, Saif merasakan kebahagiaan yang mendalam. Bagi dirinya, Al-Azhar bukan sekadar kampus. Tapi simbol kejayaan keilmuan Islam yang telah melahirkan banyak ulama besar.

“Alhamdulillah, saya sangat bahagia dan bersyukur. Al-Azhar adalah kampus Islam tertua yang melahirkan banyak ulama intelektual,” ujarnya.

Ia pun merasa bangga karena dapat membawa nama baik keluarga dan SMAMDA. Namun, di balik rasa syukur itu, ia menyadari bahwa capaian ini bukanlah garis akhir.

SMPM 5 Pucang SBY

“Ini adalah awal dari sebuah perjuangan,” katanya.

Mimpi yang Diperjuangkan

Untuk dirinya sendiri, Saif berpesan agar tetap menjaga kerendahan hati dan tidak cepat puas dengan apa yang telah diraih.

“Saya ingin terus belajar, tetap rendah hati, dan tidak cepat puas,” ucapnya.

Kepada teman-temannya di SMAMDA, ia mengajak untuk berani bermimpi besar. Namun tidak berhenti pada angan semata.

“Bermimpilah setinggi mungkin, karena mimpi itu gratis. Jika disertai usaha yang konsisten dan doa, insyaAllah akan terwujud,” pesannya.

Saif juga mengungkapkan kesannya selama menempuh pendidikan di SMAMDA. Baginya, sekolah ini bukan hanya tempat belajar. Tetapi juga ruang yang mendorong setiap murid untuk terus berkembang.

“SMAMDA adalah tempat yang mewadahi murid untuk terus berkembang. Lingkungannya mendukung, dan guru-gurunya sabar membimbing menuju impian,” tutupnya.

Revisi Oleh:
  • Muhkholidas - 05/05/2026 09:16
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu