Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Prof. Biyanto Ajak Guru Muhammadiyah Brondong Mengajar dengan Hati

Iklan Landscape Smamda
Prof. Biyanto Ajak Guru Muhammadiyah Brondong Mengajar dengan Hati
Prof Biyanto Gugah Ruh Perjuangan Guru Muhammadiyah Brondong (Main/PWMU.CO)
pwmu.co -

Ratusan guru Muhammadiyah se-Cabang Brondong mengikuti Sarasehan Pendidikan yang diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Brondong di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Brondong, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Menjadi Guru Inspiratif, Mengajar dengan Hati, Mendidik dengan Keteladanan”.

Peserta sarasehan berasal dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran PCM, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA), organisasi otonom Muhammadiyah, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), serta unsur pondok pesantren.

Hadir sebagai pembicara utama, Prof. Dr. H. Biyanto, M.Ag., yang juga Staf Ahli Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia serta Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur. Dalam pemaparannya, Prof. Biyanto menekankan pentingnya peran guru dalam membentuk karakter peserta didik di tengah perkembangan era digital.

“Guru yang biasa-biasa saja hanya bisa memberi tahu. Guru yang baik menjelaskan. Namun, guru yang hebat dan inspiratif adalah mereka yang mampu menyentuh hati dan memberi teladan,” ujar Prof. Biyanto.

Menurut Prof. Biyanto, tugas guru tidak hanya berkaitan dengan penyampaian materi pelajaran atau pemenuhan administrasi pembelajaran. Guru juga memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai keteladanan, kejujuran, empati, dan karakter kepada peserta didik.

Ia menjelaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang memiliki dampak besar terhadap kemajuan bangsa. Oleh karena itu, guru memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang berkualitas, terutama dalam menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045.

Prof. Biyanto juga menyoroti tantangan pendidikan di era digital, termasuk berkurangnya interaksi hangat dalam keluarga akibat penggunaan gawai yang berlebihan. Dalam kondisi tersebut, guru diharapkan mampu menjadi pendidik yang tidak hanya mengajar, tetapi juga mendampingi dan memberikan perhatian kepada peserta didik.

SMPM 5 Pucang SBY

Selain itu, ia menyinggung kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun yang menuntut kesiapan lembaga pendidikan dalam meningkatkan mutu layanan sejak usia dini hingga jenjang pendidikan menengah.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Biyanto menegaskan bahwa perkembangan teknologi dan Artificial Intelligence (AI) tidak dapat menggantikan peran guru sepenuhnya.

“Teknologi dapat membantu proses pembelajaran, tetapi tidak dapat menggantikan sentuhan hati, keteladanan, dan pembentukan karakter yang menjadi peran utama seorang guru,” jelasnya.

Sarasehan Pendidikan Muhammadiyah Brondong berlangsung dengan penuh perhatian dari para peserta. Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan semakin memperkuat komitmen untuk mendidik peserta didik dengan keteladanan, empati, dan penguatan karakter. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 11/07/2026 22:58
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu