Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Jelang Hari Anak Nasional, MCC PDM Kota Blitar Tanamkan Jiwa Kepemimpinan Lewat Keteladanan Usamah bin Zaid

Iklan Landscape Smamda
Jelang Hari Anak Nasional, MCC PDM Kota Blitar Tanamkan Jiwa Kepemimpinan Lewat Keteladanan Usamah bin Zaid
Meneladani Usamah Umur 18 di Angkat Menjadi Panglima, Motivasi Ketua LDK Kepada Anak MCC PDM Kota Blitar (Darmo Putra/PWMU.CO)
pwmu.co -

Menjelang peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Muhammadiyah Children Center (MCC) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Blitar menggelar kegiatan Motivasi Islami bertema “Usamah bin Zaid, Panglima Perang pada Usia 18 Tahun”.

Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Baiturrahman Kantor Kementerian Agama Kota Blitar, Sabtu (18/7/2026), bertepatan dengan 4 Safar 1448 Hijriah.

Kegiatan diikuti anak-anak binaan MCC PDM Kota Blitar sebagai bagian dari pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman. Acara diawali dengan salat Magrib berjamaah, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sari tilawah, kultum, kemudian dilanjutkan penyampaian materi motivasi oleh Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PDM Kota Blitar, drh. Sri Widodo.

Dalam pemaparannya, Sri Widodo mengawali materi dengan mengutip QS Al-Mujadalah ayat 11 tentang keutamaan orang-orang yang beriman dan berilmu. Menurutnya, ayat tersebut menjadi pengingat bahwa Allah SWT akan mengangkat derajat hamba-Nya yang memiliki keimanan kuat sekaligus terus menuntut ilmu.

Ia kemudian mengajak peserta meneladani sosok Usamah bin Zaid, sahabat Nabi Muhammad SAW yang dipercaya memimpin pasukan kaum muslimin pada usia 18 tahun. Kepercayaan besar itu, menurutnya, lahir karena Usamah memiliki keimanan, ilmu, keberanian, dan karakter kepemimpinan yang telah dibangun sejak kecil melalui pendidikan keluarga.

“Usamah bin Zaid membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk memikul amanah besar. Dengan iman yang kuat, ilmu yang memadai, dan akhlak yang baik, seorang pemuda mampu menjadi pemimpin yang membawa kemenangan,” ujar Sri Widodo.

Ia menjelaskan bahwa kisah Usamah menjadi bukti pentingnya membangun karakter sejak dini. Anak-anak tidak hanya didorong menjadi pribadi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian mengambil tanggung jawab serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dalam setiap tindakan.

SMPM 5 Pucang SBY

Menurut Sri Widodo, keberhasilan seseorang tidak cukup ditentukan oleh kecerdasan semata, tetapi juga oleh kualitas iman dan kesungguhannya dalam beramal. Karena itu, anak-anak perlu membiasakan diri untuk terus belajar, beribadah, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Pada akhir penyampaiannya, Sri Widodo memperkenalkan konsep 5B sebagai bekal membentuk generasi unggul. Kelima prinsip tersebut meliputi Beriman, Berilmu, Beribadah, Beramal, dan Beruang atau memiliki kemampuan ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung amal kebajikan.

“Kalau ingin menjadi generasi hebat seperti Usamah bin Zaid, tanamkan lima bekal itu sejak sekarang. Iman harus kuat, ilmu terus dicari, ibadah dijaga, amal diperbanyak, dan kelak berusaha memiliki kemampuan ekonomi agar semakin banyak manfaat yang bisa diberikan kepada sesama,” pesannya.

Melalui kegiatan Motivasi Islami ini, MCC PDM Kota Blitar berharap anak-anak tidak hanya mengenal sejarah tokoh-tokoh Islam, tetapi juga mampu meneladani semangat kepemimpinan, kecintaan terhadap ilmu, serta keberanian mengemban amanah sejak usia dini. Pembinaan karakter seperti ini diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk tumbuh menjadi generasi muslim yang berakhlak mulia, berprestasi, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 20/07/2026 13:05
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu