Dalam rangka memperingati Milad ke-25 SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik, Ikatan Wali Murid (Ikwam) Spemdalas menyelenggarakan Kajian Islam pada Kamis (4/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Taqwa Spemdalas tersebut menghadirkan Dr. H. Ahmad Muzakky Al-Hafidz, M.Ag., Imam Besar Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, sebagai pemateri utama. Kajian ini diikuti oleh wali murid serta perwakilan Ikwam dari beberapa sekolah mitra Spemdalas.
Mengusung tema Remaja dan Ujian Zaman: Bekal Iman dari Keluarga, kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi orang tua dan pendidik mengenai pentingnya peran keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak di tengah berbagai tantangan kehidupan modern.
Kepala Spemdalas dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Ikwam yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kajian ini menjadi pengingat bahwa anak merupakan amanah dari Allah Swt. yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.
“Menjadi seorang guru yang digugu dan ditiru memang tidak mudah. Dibutuhkan perjuangan dan keteladanan yang terus-menerus agar dapat menjadi contoh yang baik bagi murid. Oleh sebab itu diperlukan sinergi yang baik antara guru dan orang tua. Sebagai orang tua, kita perlu menyadari bahwa ada manusia yang dititipkan Allah kepada kita dan suatu saat kita akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah tersebut. Semoga melalui kajian ini kita mendapatkan jalan untuk mendidik anak-anak menjadi pribadi yang saleh dan salehah, yang kelak senantiasa mendoakan orang tuanya,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Ketua Ikwam Spemdalas, Durrotul Hasanah, S.H.I., mengajak seluruh peserta untuk membuka hati dalam menerima hikmah yang disampaikan pemateri.
“Marilah kita membuka hati kita seluas-luasnya untuk mendapatkan hikmah. Dengan hikmah tersebut kita berharap putra-putri kita sukses tidak hanya di dunia, namun juga di akhirat. Kami selaku panitia mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kehadiran seluruh peserta. Semoga kegiatan ini dapat membawa perubahan positif bagi diri kita semua,” tuturnya.
Mendidik Anak adalah Mendidik Orang Tua
Dalam kajiannya, Dr. H. Ahmad Muzakky Al-Hafidz, M.Ag., menekankan pentingnya mendidik anak sebagai investasi amal yang berkelanjutan.
“Saat ini kita masih bisa mengaji dan melaksanakan salat. Namun ketika kita meninggal dunia, amalan tersebut terputus. Akan tetapi, ketika anak-anak kita tetap menjalankan salat, mengaji, dan berbuat kebaikan, maka pahalanya akan terus mengalir kepada orang tuanya. Inilah sebaik-baiknya investasi,” jelasnya.
Menurutnya, makna panjang umur yang sesungguhnya bukan hanya usia yang panjang secara fisik, melainkan keberlanjutan amal dan pahala yang terus mengalir melalui generasi penerus yang saleh.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa rasa cinta kepada anak merupakan fitrah yang diberikan Allah kepada setiap orang tua. Cinta tersebut perlu diwujudkan dalam bentuk pendidikan, perhatian, dan pembiasaan ibadah sejak dini.
“Cinta kepada anak adalah embrio untuk mengembangkan mereka menjadi pribadi yang positif. Salah satu bentuk cinta orang tua adalah membangunkan anak untuk melaksanakan salat dan membimbing mereka menuju kebaikan,” ungkapnya.
Dr. Muzakky juga menegaskan bahwa mendidik anak sejatinya merupakan proses mendidik diri sendiri sebagai orang tua. Menurutnya, anak lebih mudah meneladani perilaku yang mereka lihat dibandingkan hanya mendengarkan nasihat.
“Secara sunatullah, anak yang baik dan saleh lahir dari orang tua yang berusaha menjadi baik dan saleh. Kesalehan tersebut tampak dari akhlak, sedangkan akhlak itu tampak dalam tutur kata dan perilaku sehari-hari,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hati dari rasa benci. Menurutnya, setiap peristiwa yang terjadi dalam kehidupan merupakan bagian dari takdir Allah yang perlu disikapi dengan bijaksana dan penuh keikhlasan.
Menjelang akhir kajian, Dr. Muzakky merangkum beberapa karakter yang perlu dimiliki orang tua dalam mendidik anak, yaitu memiliki hati yang bersih, gemar bersedekah dan berbagi, serta senantiasa mendoakan anak-anaknya.
“Jadilah pribadi yang berhati bersih, suka berbagi, dan tidak pernah lelah berdoa kepada Allah. Doa adalah senjata orang mukmin yang sangat kuat dalam membentuk masa depan anak-anak kita,” pesannya.
Kajian ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan Milad ke-25 Spemdalas yang melibatkan partisipasi keluarga dalam proses pendidikan. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh penguatan mengenai pentingnya keteladanan, pembiasaan ibadah, dan peran keluarga dalam membentuk karakter serta keimanan anak sejak dini. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments