Pimpinan Ranting Muhammadiyah Tawang bersama Takmir Masjid Ruqoyyah kembali menggelar kajian rutin bertajuk Kantin Salamah pada Sabtu (23/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung selepas salat Magrib hingga ba’da Isya tersebut membahas Tafsir Ibnu Katsir dengan subtema QS Al-Fatihah. Jamaah Masjid Ruqoyyah dan warga sekitar tampak antusias mengikuti kajian hingga selesai.
Kajian malam itu menghadirkan Ustadz H. Nawawi Abdurrahim, S.Sos. sebagai pemateri utama.
Nama Kantin Salamah sendiri merupakan akronim dari “Kajian Rutin Sabtu Malam Ahad” yang diambil dari potongan huruf kapital pada kalimat tersebut, yakni KAjian ruTIN SAbtu maLAM AHad.
Program ini menjadi salah satu agenda dakwah rutin PRM Tawang dan Takmir Masjid Ruqoyyah dalam memperkuat pemahaman keislaman masyarakat secara berkelanjutan.
Dalam kajiannya, Ustadz Nawawi menjelaskan keutamaan membaca dan memahami Al-Qur’an, khususnya Surat Al-Fatihah.
Ia menyampaikan bahwa Al-Qur’an memiliki sekitar 1.027.000 huruf dan setiap huruf yang dibaca bernilai pahala di sisi Allah SWT.
“Setiap huruf dalam Al-Qur’an bernilai pahala. Maka membaca Al-Qur’an bukan hanya ibadah, tetapi juga investasi amal yang luar biasa,” jelasnya di hadapan jamaah.
Selain dikenal sebagai pembuka Al-Qur’an, Ustadz Nawawi menjelaskan bahwa Surat Al-Fatihah memiliki sejumlah nama yang menunjukkan kemuliaannya.
Di antaranya Al-Fatihah yang berarti pembukaan, Ummul Kitab atau induk Al-Qur’an, As-Sab’ul Matsani yakni tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dalam salat, serta Asy-Syifa yang berarti penyembuh.
Menurutnya, salah satu fadilah Surat Al-Fatihah adalah dapat digunakan sebagai media pengobatan dengan izin Allah SWT.
Dalam kajian tersebut, ia juga menceritakan kisah pada masa Nabi Muhammad SAW tentang seorang budak yang mampu mengobati tuannya hanya dengan membacakan Surat Al-Fatihah.
“Kisah ini menunjukkan bahwa Al-Fatihah bukan hanya bacaan dalam salat, tetapi juga memiliki keberkahan dan manfaat luar biasa bagi kehidupan umat Islam,” tambahnya.
Suasana kajian berlangsung hangat dan interaktif. Jamaah terlihat serius menyimak materi sambil mencatat sejumlah penjelasan penting dari pemateri.
Tidak sedikit peserta yang mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai makna dan keutamaan Surat Al-Fatihah.
Ketua Dewan Pimpinan Takmir Masjid Ruqoyyah, Suparlan, berharap kegiatan Kantin Salamah dapat terus istiqamah menjadi sarana dakwah dan pendidikan Islam bagi masyarakat.
Menurutnya, selain mempererat ukhuwah antarwarga, kajian rutin tersebut juga menjadi ruang pembelajaran agama yang mudah diakses masyarakat umum.
Dengan adanya program tersebut, PRM Tawang dan Masjid Ruqoyyah ingin menghadirkan dakwah yang menyejukkan, membangun semangat belajar agama, serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW.
Suparlan yang juga salah seorang wartawan muda PWMU.CO menjelaskan, ia pernah bertemu dengan Prof Thohir Luth.
“Beliau mengatakan kalau membaca Al Qur’an jangan seperti orang arab, karena orang Arab Saudi itu jika membaca Alquran tidak pernah diterjemahkan,” ujarnya.





0 Tanggapan
Empty Comments