Barisan bertema “Santri Hebat Indonesia Kuat” dari kelas 9G SMP Muhammadiyah 12 Paciran menarik perhatian warga dalam Karnaval HUT ke-81 RI di Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran, Lamongan, Kamis (27/8/2026).
Tidak sekadar menampilkan kostum dan formasi, barisan tersebut menghadirkan gambaran keluarga besar Pondok Pesantren Al-Ishlah. Mulai dari replika pesantren, simbol Kiai Pengasuh dan Ustazah, pasukan Tapak Suci, alumni dengan beragam profesi, hingga para santri yang masih menempuh pendidikan.
Barisan 9G membuka penampilan dengan replika Pondok Pesantren Al-Ishlah yang diiringi kehadiran simbol Kiai Pengasuh bersama para Ustazah.
Kehadiran mereka menggambarkan sumber ilmu, keteladanan, dan semangat perjuangan pesantren selama empat dasawarsa.
Di belakang formasi tersebut, pasukan Tapak Suci (TS) tampil membawa piala besar. Piala itu menjadi lambang prestasi para santri sekaligus semangat untuk terus berjuang mengharumkan nama Al-Ishlah di berbagai bidang.
Kemeriahan kemudian dilanjutkan dengan penampilan barisan alumni yang mengenakan atribut dari berbagai profesi.
Sebagian menggambarkan alumni yang telah mengabdi di tengah masyarakat, sementara lainnya menampilkan mereka yang masih melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Penampilan tersebut menggambarkan perjalanan para santri setelah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Al-Ishlah.
Penutup formasi diisi oleh para santri yang masih mondok. Dengan semangat dan senyum, mereka tampil sebagai generasi penerus yang tengah belajar, berproses, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Wali Kelas 9G, Sri Asian, S.Pd., mengaku bangga dengan konsep yang ditampilkan anak didiknya dalam karnaval tersebut.
“Dari pesantren tumbuh generasi yang berilmu, berakhlaq, dan siap mengabdi,” ucap Sri Asian.
Melalui tema “Santri Hebat Indonesia Kuat”, kelas 9G ingin menyampaikan pesan tentang peran pendidikan pesantren dalam membentuk generasi yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki kecintaan terhadap tanah air.
Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari warga yang berada di sepanjang rute karnaval Desa Sendangagung. Sejumlah warga tampak mengabadikan barisan 9G melalui video menggunakan ponsel mereka.
Melalui rangkaian formasi tersebut, kelas 9G SMP Muhammadiyah 12 Paciran menghadirkan gambaran perjalanan keluarga besar Al-Ishlah, dari pesantren sebagai tempat menimba ilmu hingga para alumni yang melanjutkan kiprah di tengah masyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments