Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kemendikdasmen Dorong SPMB PAUD yang Ramah, Anak Belajar Lewat Dunia Bermain

Iklan Landscape Smamda
Kemendikdasmen Dorong SPMB PAUD yang Ramah, Anak Belajar Lewat Dunia Bermain
pwmu.co -

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang ramah bagi peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Melalui pendekatan tersebut, anak-anak dikenalkan pada lingkungan sekolah melalui aktivitas bermain, interaksi, dan asesmen awal yang sesuai dengan tahap perkembangannya.

Praktik tersebut diterapkan di TK Aisyiyah Terpadu Birrul Walidain, Kudus. Saat mengikuti orientasi sekolah, anak-anak tidak dibebani tes membaca ataupun berhitung, melainkan diajak mengenal lingkungan belajar dengan cara yang menyenangkan.

Bagi para guru, pendekatan tersebut menjadi sarana mengenali karakter setiap anak. Sementara bagi orang tua, proses tersebut memberikan rasa nyaman saat mengantarkan buah hati memasuki jenjang PAUD.

Eni Uswati mengaku merasakan pengalaman positif saat mendaftarkan putri bungsunya melalui SPMB di TK Aisyiyah Terpadu Birrul Walidain.

“Persyaratannya cukup membawa akta kelahiran, Kartu Keluarga, dan pas foto. Setelah diverifikasi, kami mengikuti orientasi bersama anak. Anak-anak diajak asesmen awal agar guru mengenal karakter mereka sejak awal,” tutur Eni.

Menurutnya, kepercayaan terhadap sekolah tersebut juga didasarkan pada pengalaman tiga anaknya yang telah lebih dahulu menempuh pendidikan di tempat yang sama.

“Guru-gurunya sangat peduli. Anak saya yang dulu sangat aktif sekarang menjadi lebih terarah, lebih fokus, dan mulai terbiasa menjalankan ibadah. Kami berharap anak yang sekarang juga mendapatkan fondasi agama, ilmu pengetahuan, dan kemandirian sebagai bekal untuk jenjang berikutnya,” ujarnya.

Pengalaman serupa disampaikan Fathur Rohman. Setelah putranya mengikuti Kelompok Bermain di sekolah tersebut, ia kembali melanjutkan pendidikan anaknya ke jenjang taman kanak-kanak.

“Kami merasa prosesnya sangat baik. Orang tua diberikan penjelasan, sementara anak-anak dikenalkan dengan lingkungan sekolah melalui kegiatan yang menyenangkan. Harapan kami, anak menjadi lebih mandiri, lebih bertanggung jawab, dan semakin berkarakter,” katanya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting bagi perkembangan peserta didik pada jenjang berikutnya.

“Hampir semua teori pendidikan menyebutkan bahwa tujuh tahun pertama kehidupan merupakan masa yang paling menentukan. Pendidikan anak usia dini adalah fondasi bagi seluruh proses pendidikan selanjutnya,” ujarnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Karena itu, pemerintah memasukkan PAUD ke dalam program Wajib Belajar 13 Tahun, sekaligus memperluas dukungan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) bagi peserta didik taman kanak-kanak dari keluarga sasaran serta meningkatkan kompetensi guru PAUD.

Abdul Mu’ti juga mengingatkan agar satuan pendidikan tidak membebani anak dengan tuntutan akademik yang belum sesuai tahap perkembangannya.

“Jangan membebani anak-anak TK dengan tuntutan akademik yang berlebihan. Pendidikan di usia dini adalah ruang bagi anak untuk bermain, bersosialisasi, membangun rasa percaya diri, melatih motorik, menanamkan kebiasaan baik, dan membangun karakter,” pesannya.

Kepala TK Aisyiyah Terpadu Birrul Walidain, Ami, menjelaskan bahwa seluruh informasi penerimaan peserta didik disampaikan secara terbuka sebagai bagian dari membangun kemitraan dengan orang tua.

“Kami ingin memastikan setiap orang tua memahami sejak awal visi sekolah, kurikulum, hingga pola kolaborasi yang akan dibangun. TK bukan tempat berlomba agar anak cepat bisa membaca, tetapi tempat membangun fondasi akhlak, karakter, dan kesiapan belajar,” jelas Ami.

Sementara itu, Ketua Panitia SPMB, Lelly, mengatakan layanan pendaftaran disiapkan melalui berbagai jalur, baik secara langsung, daring, maupun melalui WhatsApp agar memudahkan masyarakat.

“Target kami sederhana, orang tua merasa tenang saat mendaftarkan anaknya. Karena itu kami menyediakan berbagai jalur komunikasi, mendampingi selama proses pendaftaran, dan memastikan setiap berkas diverifikasi secara teliti,” ujarnya.

Pelaksanaan SPMB PAUD yang ramah menunjukkan bahwa proses penerimaan murid baru bukan sekadar tahapan administrasi. Lebih dari itu, SPMB menjadi langkah awal membangun kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah untuk menumbuhkan karakter, kemandirian, serta kecintaan anak terhadap proses belajar sejak usia dini.

Revisi Oleh:
  • Satria - 06/07/2026 13:24
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu