Tingginya masyarakat yang ingin mendaftarkan putra-putrinya bersekolah di SMA Muhammadiyah Toboali, Bangka Selatan, Bangka Belitung, membuat sekolah terpaksa menolak siswa karena kuota rombongan belajar telah terpenuhi sebanyak tujuh kelas.
Kepala SMA Muhammadiyah Toboali Supiandi MPd, dalam percakapan melalui pesan percakapan whatsApp selasa pagi (30/06/2026) berujar bahwa hal itu terjadi lantaran keterbatasan sarana dan prasarana di SMA Muhammadiyah Toboali.
Sehingga, lanjutnya, tahun ini dengan sungguh sangat terpaksa SMA Muhammadiyah Toboali menolak siswa karena kuota rombongan belajar telah terpenuhi sebanyak 7 kelas.
“Namun demikian masih banyak masyarakat yang berminat mendaftarkan anak-anaknya kurang lebih 80 siswa yang tidak atau belum tertampung di SMA Muhammadiyah Toboali dikarenakan koleksi sarpras yang kurang” terangnya.
Ratusan Peserta Banjiri Pendaftaran
Supiandi mengucapkan ribuan Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan masyarakat Bangka Selatan, khususnya Toboali, yang telah mempercayai sekolah SMA Muhammadiyah untuk pendidikan anak-anaknya sehingga antusiasme untuk mendaftarkan diri di SMA Muhammadiyah.
” Dari 350 pendaftar hanya 252 yang kami terima. Hanya untuk 7 kelas. Kami ucapkan mohon maaf karena belum bisa melayani seluruhnya” ujar Supiandi.
“Insya Allah tahun-tahun ke depan SMA Muhammadyah berupaya untuk meningkatkan menambah sarpras dan prasarana serta pelayanan terbaik buat pendidikan anak-anak Bangka Selatan” ungkap Supiandi.
Berdasarkan hasil rapat dengan Kepala Cabang Dinas (Cabdin) Wilayah 3 pada Senin (29 Juni 2026), telah diputuskan bahwa kuota tambahan SMA Muhammadiyah Toboali tidak dikabulkan oleh Cabdin Wilayah 3. Sebab kuota telah ditetapkan 7 ruang belajar (rombel) dan ruang kelas yang ada hanya 7.
Demikian kabar dari panitia SPMB SMA Muhammadiyah Toboali yang disampaikan Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Toboali Supiandi.
Sebelumnya SMA Muhammadiyah sudah pernah mengajukan permohonan penambahan kuota kepada Cabang Dinas wilayah 3 Bangka Selatan.
“Namun karena dinilai persyaratan pengajuan berupa ruang laboratorium IPA yang tidak layak untuk ruang kelas belajar maka permohon penambahan kuota ditolak oleh Cabang Dinas dan diharapkan konsen untuk menerima 7 kelas sebagaimana surat dari Cabdin” ungkap Supiandi.
“Alhamdulillah pada tahun 2026 SPMB atau PPDB SMA Muhammadiyah Toboali tahun 2026 mengalami peningkatan drastis. Kami ucapkan terimakasih atas kepercayaannya terhadap sekolah kami. Kami mohon maaf belum bisa melayani bapak ibu semuanya” ungkap Supiandi.





0 Tanggapan
Empty Comments