Oleh Muhsin MK
Ini bukan pujian yang berlebihan pada ormas Islam yang bernama Muhammadiyah. Ini suatu pandangan sesuai dengan realitas yang tampak pada persyarikatan hari ini dan kedepan.
Kata complete berarti komplit, lengkap, genap, tidak kurang suatu apa, dan semua ada. Namun tentu ada pula kekurangannya.
Tentu kekurangannya tidak menjadi perhatian disini. Sekadar untuk mengenal kekurangannya dapat dikemukakan satu saja, belum menjadi organisasi global seperti organisasi Katolik yang memiliki pusat di Vatikan.
Yogyakarta hanyalah tempat awal berdirinya, tapi bukan milik dari persyarikatan, sebagaimana halnya Vatikan. Namun Muhammadiyah pun tidak perlu memiliki negara sendiri seperti organisasi Katolik tersebut.
Amal usahanya komplit
Persyarikatan Muhammadiyah sudah tepat dalam posisi sebagai ormas yang kantor pusatnya di Jakarta dan Yogyakarta. Mungkin ini yang tidak dimiliki oleh ormas keagamaannya lainnya, walau punya kelebihan masing-masing.
Meski demikian persyarikatan dipandang sebagai wakil dari umat Islam sebagai organisasi terkaya keempat di dunia. Ini karena kekayaan termasuk amal usahanya berada di bawah satu atap yang bernama Muhammadiyah.
Amal usaha Muhammadiyah sedemikian komplit dan lengkap. Bidang pendidikannya semua ada dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK, PKBM, SLB, Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madtasah Tsanawiyah (MTs), Aliyah (MA), Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA), Rumah Tahfidz, Pesantren, hingga Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Di samping itu, ada juga Pendidikan anak usia dini (PAUD dan TK) 23.000 unit, dan Pendidikan dasar dan menengah 5.300 unit. Kemudian Perguruan Tinggi 177 institusi (universitas, institut, sekolah tinggi dan akademi), dan yang terakreditasi unggul 21 Universitas.
Tidak ketinggalan, Muhammadiyah memiliki 23 Fakultas kedokteran, menjadi yang terbanyak dari ormas seluruh dunia. Ada juga Pesantren 444 unit berada di seluruh Indonesia.
Disebutkan sebagai pemilik pesantren terbanyak karena bernaung di bawah persyarikatan bukan yayasan atau pribadi. Pesantren yang unggul dan menjadi rujukan sebanyak 32 unit.
Bidang sosial kesehatan meliputi panti asuhan dan lembaga sosial lainnya 1.012 unit. Rumah sakit 122 unit. Klinik 233 unit. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah (LAZIS) pusat dan daerah, 197 kantor dan 1 277 sentra layanan di seluruh Indonesia.
MDMC (Muhammadiyah Disaster Manajemen Center) atau lembaga penanggulangan bencana 158 grup dan relawan bencana 2.396 personil. Didukung oleh EMT (Emergency Medical Team) dari Rumah Sakit Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Muhammadiyah memiliki Pimpinan Wilayah (PWM) di 35 propinsi, Pimpinan Daerah (PDM) di 475 Kabupaten/Kota, Pimpinan Cabang (PCM) di 3.947 kecamatan, Pimpinan Ranting (PRM) di 14.670 desa/kelurahan. Pimpinan Cabang Istimewa (PCIM) di 30 negara di dunia. Aset Wakaf : 20.465 lokasi. Luas Tanah Persyarikatan 214.742.677 m2 (data Simam 09/2023).
Aktivitas dan amal usaha di bidang ekonomi dapat dilihat dari data di bawah ini. Memiliki 30.000 lebih koperasi dan unit Baitul Maal wat Tamwil (BMT) yang dikelola Muhammadiyah dan Aisyiyah se Indonesia.
Kemudian Muhammadiyah juga mendirikan Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM): Bergerak di bidang percetakan (Suara Muhammadiyah), media, perdagangan (ritel 150 gerai), biro perjalanan haji dan umrah (Tour & Travel), hotel (3 unit), kebun kelapa sawit dan lainnya.
Semua aktivitas amal usaha itu berada di bawah bendera Muhammadiyah dan Aisyiyah. Tidak ada yang berada di bawah yayasan, milik pribadi dan keluarga. Sehingga seakan Muhammadiyah menjadi holding company.
Kekayaannya kini diestimasi mencapai Rp 450 triliun hingga Rp 464,6 triliun (sekitar USD $27.96 miliar). Angka fantastis ini menempatkan Muhammadiyah jadi organisasi keagamaan terkaya ke-4 di dunia.
Keadaan organisasi keagamaan Islam yang kaya ini semakin komplit dengan kepemimpinan yang dibentuk secara demokratis dalam muktamar lima tahunan.
Ketua umum PP Muhammadiyah dipilih dengan sistem pemilihan yang digariskan secara baik dan baku. Setiap peserta muktamar yang mewakili wilayah, daerah dan cabang saat pemilihan memberikan suara satu orang untuk 13 calon pimpinan.
Pemilihannya menggunakan teknologi digital, tidak memakan waktu dari sore sampai pagi.
Dari 13 calon yang dapat suara terbanyak itu bermusyawarah mufakat di dalam menentukan ketua umum dan anggota pimpinan lainnya.
Ketiga belas orang itu juga berwenang dalam menambah calon pimpinan pelengkap. Dewasa ini ketua umum PP Muhammadiyah ditetapkan dari 13 calon yang mendapat suara terbanyak dalam pemungutan suara (voting).
Data kualitatif komplit
Semua itu hanyalah fakta dan data kuantitatif. Tidaklah komplit tanpa dilengkapi dengan fakta dan data kualitatif.
Pertama, Muhammadiyah itu organisasi Islam yang berusaha menegakkan Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang sahihah. Anggota-anggota dan pimpinannya ikhlas dalam beribadah, beramal, berdakwah, berjuang, ber-Muhammadiyah dan ber-Islam.
Soal keikhlasan yang dilakukan sejak KH. Ahmad Dahlan, istri, keluarga, jamaah dan para anggota persyarikatan ini yang menjadi fondasi kemajuan dan perkembangan, kuantitas dan kualitas amal usahanya yang luar biasa.
Termasuk secara tegas mengharamkan rokok dan jamaahnya ikhlas tidak merokok karena bisa membunuh diri sendiri dan membahayakan dan orang lain. (QS. Al Baqarah: 195, An Nisa:29).
Rasulullah pun bersabda, “Tidak boleh ada bahaya dan tak boleh membahayakan orang lain.” (Malik dalam al-Muwaththa’ II/571 no. 31, Ad-Dâraquthni III/470 no. 4461, Al-Baihaqi VI/69, Al-Hâkim (II/57-58).
Kedua, kepercayaan orang-orang non organisasi Muhammadiyah kepada persyarikatan demikian besar. Mereka mau menyerahkan wakafnya ke pada Muhammadiyah.
Sebagai contoh keluarga H. Roemani dari NU menyerahkan wakaf kepada persyarikatan. Di atas wakafnya telah dibangun RS. Roemani Muhammadiyah Kota Semarang yang berdiri tahun 1975. Belum lama ini (20 Mai 2026) dibangun gedung baru 13 lantai untuk meningkatkan dalam pelayanan pada pasien.
Fakta lainnya pada 2026, pemberian hibah tanah dan bangunan gedung Universitas Megoupak Tulang Bawang kepada Muhammadiyah 7 (tujuh) lantai.
Tanahnya seluas 10 ha dengan total nilai 66,5 milyar dari Pemkab Tulangbawang Lampung. Hibah itu akan dikelola oleh UMJ (Universitas Muhammadiyah Jakarta). Kemudian diberi nama Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Tulang Bawang.





0 Tanggapan
Empty Comments