Ketiga, anggota Muhammadiyah adalah orang-orang yang lebih suka beramal dari pada hanya bicara apalagi meminta amal pada orang lain.
Karena itu setiap amal usaha yang didirikannya tidak terlepas dari kemandirian dan swadaya anggota Muhammadiyah sendiri. Meskipun ada bantuan dari pihak lain, namun hal itu tidaklah menjadi biaya utama dalam membangun amal usaha, tapi sebagai tambahan.
Pada umumnya anggota Muhammadiyah dalam membangun masjid saja tidak mengumpulkan dana di jalanan. Namun mereka lebih cenderung dengan cara mendatangi anggota dan warga masyarakat di rumahnya yang telah dititipkan amplop pembangunan.
Lalu amplop itu diambil sepekan atau sebulan sekali. Hasil pengumpulan dana dilaporkan secara baik dan transparan, juga termasuk penggunaannya.
Keempat, Pengurus Pusat Muhammadiyah dipimpin oleh orang-orang yang kredibel, aceptable dan profesional dari kalangan ulama dan intelektual yang integritasnya tinggi.
Pada umumnya mereka yang hidupnya sederhana seperti ketua umum, Prof. Haidar Natsir, yang lebih senang dan tenang naik transportasi umum dari pada menggunakan kendaraan pribadi, kantor dan organisasi.
Secara pribadi dan kehidupan sosial ekonomi mereka sudah selesai dalam urusan dunianya. Karena mereka rata-rata memiliki profesi dan pekerjaan masing- masing yang jelas sumbernya.
Di organisasi tidak lagi jadi beban, hingga dapat beraktifitas tanpa mengenal waktu dan masalah keluarga. Tugas-tugas dari organisasi tentu dapat dilaksanakan dengan baik, sesuai planning dan program yang sudah ditetapkan.
Kelima, kepemimpinan kolektif kolegial ternyata benar-benar dilaksanakan dengan baik. Hingga dapat dilihat masing pengurus pusat selain punya job masing-masing namun dapat melaksanakan tugas dan melayani pimpinan di bawah dengan baik dan sesuai harapan.
Keadaan ini menjadikan roda persyarikatan berputar dan berjalan dinamis. Dapat dikatakan tidak ada hari tanpa ada aktivitas Muhammadiyah dan Aisyiyah di Indonesia.
Pembagian tugas antara pengurus yang berada di Yogyakarta dan di Jakarta berjalan baik dan tertib tanpa ada mereka yang menganggur.
Semuanya sudah memiliki tugas dan job masing-masing di dalam menjalankan peran dan fungsi organisasi dan koordinasi. Pengaturannya jelas.Tamu luar negeri yang diterima umumnya oleh pengurus di Jakarta dan dalam negeri di Yogyakarta.
Namun tamu dalam negeri juga bisa diterima di Jakarta. Ketua Umum sekali-kali datang dan berkantor di Jakarta. Keadaan semua ini tampak menunjukkan kedua kantor PP Muhammadiyah hidup dan penuh dengan aktivitas internal dan eksternal.
Apalagi kedua kantor dilengkapi masjid yang juga tidak pernah sepi dari jamaah dan umat Islam yang beribadah di dalamnya. Di samping itu diadakan kajian ke Islaman secara berkala.
Keenam, hubungan Muhammadiyah dengan pemerintah cukup baik dan tidak pernah terjadi konflik. Sejak berdirinya Muhammadiyah bukan organisasi politik dan tidak pernah menyatakan sebagai oposisi, tetapi tetap melaksanakan amar makruf nahi munkar.
Mendukung yang baik dan membangun. Mengontrol hal-hal yang buruk, merusak dan berbahaya bagi kemaslahatan rakyat.
Kebijakan pemerintah yang baik akan didukung. Namun kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat, melakukan kezaliman dan berkaitan dengan maksiat dalam bentuk apapun akan dikoreksi, dikritik, dicegah dan di antisipasi secara hukum, kontitusional, santun, ramah, lembut dan beradab.
Kontrol, kritik dan gugatan hukum akan dilakukan Muhammadiyah kepada pemerintah berkaitan dengan kebijakan yang kontraversial, melanggar norma, syariat dan konstitusi.
Tentu masih banyak lagi yang bisa diungkapkan tentang Muhammadiyah sebagai ormas Islam yang komplit dalam dakwah, aktivitas, gerakan dan perjuangannya di Indonesia.
Semua hal itu dilakukannya tentu bukanlah untuk kepentingan Muhammadiyah sendiri. Semuanya adalah buat kemaslahatan bersama umat Islam serta bangsa dan rakyat Indonesia.
Karena itu bagi jamaah, anggota dan pimpinan Muhammadiyah di seluruh Indonesia hendaklah tetap Istiqomah dan serius dalam memperjuang- kan cita-cita persyarikatan. Yakni mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya di bumi ini.
Berpegang teguh pada Al Qur’an dan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang sahihah. Selain itu untuk menjadikan Muhammadiyah sebagai organisasi yang dapat memposisikan Islam sebagai agama yang tinggi, universal dan berkemajuan di seluruh dunia.





0 Tanggapan
Empty Comments