SD Muhammadiyah 11 Surabaya (SD Muhlas) menggelar workshop pada Senin (29/06/2026).
Kegiatan ini terlaksana sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Kurikulum Merdeka dengan pendekatan Deep Learning atau pembelajaran mendalam.
Workshop yang bertajuk “Semakin Mendalam, semakin Bermakna dan semakin Asyik” menghadirkan narasumber nasional, Ria Pusvita Sari MPd. Pada kesempatan itu, ia menjelaskan tentang SOLO Taxonomy atau Structure of Obeserved Learning Outcomes.
Perkuat Konsep Pembelajaran Kelas
Pengajar SD Muhammadiyah Manyar Gresik (SDMM) ini membuka materinya dengan mengajak 45 guru kelas dan guru mapel SD Muhlas untuk praktik memperkuat konsep saat pembelajaran di kelas.
Tanpa ada penjelasan, para guru dibagikan kertas lipat (origami) beraneka warna. Lalu seluruh peserta mulai melipat dan memotong kertas tersebut menjadi beberapa bagian dengan ukuran yang sama.
Seluruh peserta mengikuti setiap instruksi yang diberikan dengan semangat dan antusias, seolah-olah menjadi siswa yang diajar oleh guru Matematika.
Di akhir praktik tersebut, wanita yang juga sebagai anggota Majelis Dikdasmen-PNF Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu menjelaskan bahwa kegiatan yang barusan dilakukan adalah memberikan stimulus atau apersepsi pembelajaran Matematika.
“Tadi bapak ibu saya anggap murid mempraktikkan cara memahamkan konsep Matematika materi mengenal sifat-sifat bangun datar” ujarnya.
Di sela-sela penyampaian materi, Vita sapaan akrabnya memberikan pengalamannya dalam mengikuti diklat atau pendidikan non-akademiknya di Singapura dan Jepang hingga mendapat gelar trainer nasional.
Ia lalu melanjutkan paparannya dengan menampilkan slide presentasi power point.
“Dalam taksonomi SOLO yang digagas oleh Biggs & Collis ini ada 5 level pembelajaran yang harus diperhatikan. Intinya untuk mengukur kedalaman pemahaman siswa-dari yang cuma konsep hafalan saja hingga bisa bikin ide baru” terangnya.
5 Level Pembelajaran
Adapun kelima level pembelajaran tersebut antara lain:
- Level 1, Prastruktural. Level ini pemahaman siswa hanya sebatas menerima informasi yang diberikan. “Bisa paham juga tidak paham” imbuhnya.
- Level 2, Unistruktural. Bisa menyampaikan ide, namun hanya satu saja.
- Level 3, Multistruktural. Sudah mulai faham dam mempunyai banyak ide hingga mempunyai banyak fakta, mendeskripsikan, serta mengklasifikasi sebuah topik.
- Level 4, Relasional. Penyampaian ide mulai nyambung dengan fakta dan menjadikan konsep utuh. Mampu menganalisis, membandingkan, menjelaskan dan menerapkan.
- level 5, Extended Abstrak. Level ini sudah melampaui yang lainnya, bisa generalisasi. “Bikin teori baru hingga menstransfer ke konteks lain, mecipta, menghipotesis, mengevaluasi, dan merefleksi” tegas Vita.
Vita mengakhiri materinya dengan berpesan kepada seluruh peserta.
“Pembelajaran yang kita lakukan naikkan level, jangan hanya sekedar mentransfer ilmu atau hanya pindah materi. Targetkan minimal siswa di level Relasional” tutup Vita.
Workshop SD Muhlas yang dilaksanakan selama dua hari, yakni Senin-Selasa (29-30/06/2026) tersebut teriisi dengan penyampaian materi oleh narasumber dan hari kedua.
Hal ini sebagai praktik membuat perangkat pembelajaran yang kreatif, inovatif dan komunikatif bagi siswa untuk bisa diterapkan dalam pembelajaran nantinya di tahun ajaran 2026-2027.
Kepala SD Muhlas Mursiah SAg MPd berharap bahwa dengan dilaksanakan worshop tersebut sebagai momentum untuk terus bertumbuh sebagai guru pembelajar yang senantiasa meningkatkan kualitas diri.
“Guru yang hebat bukanlah guru yang berhenti belajar, tetapi guru yang terus memperbaiki diri. Melalui workshop ini, mari kita belajar dengan hati yang terbuka, berdiskusi dengan semangat, dan berkolaborasi untuk memberikan layanan pendidikan terbaik bagi peserta didik” pesannya.





0 Tanggapan
Empty Comments