Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sisa Usia, Sudah Kita Isi dengan Apa?

Iklan Landscape Smamda
Sisa Usia, Sudah Kita Isi dengan Apa?
Foto: magnific.com
Oleh : Ferry Is Mirza Jurnalis Senior dan Aktivis Muhammadiyah

Setiap kali ulang tahun tiba, yang sering bertambah bukan hanya angka usia, tetapi juga daftar harapan. Kita berharap diberi kesehatan, rezeki yang lapang, karier yang semakin baik, dan keluarga yang bahagia.

Namun, pernahkah kita berhenti sejenak untuk bertanya kepada diri sendiri:

“Sebenarnya, apa yang ingin kita lakukan dengan sisa usia yang Allah titipkan?”

Suatu hari, seorang ulama besar, Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah, bertanya kepada seseorang,

“Berapa usiamu?”

Orang itu menjawab,

“Enam puluh tahun.”

Al-Fudhail berkata,

“Kalau begitu, engkau telah berjalan menuju Rabbmu selama enam puluh tahun, dan tidak lama lagi engkau akan sampai kepada-Nya.”

Mendengar perkataan itu, orang tersebut spontan mengucapkan,

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.”

Al-Fudhail kembali bertanya,

“Tahukah engkau makna ucapan itu?”

Beliau kemudian menjelaskan,

“Maknanya adalah bahwa kita adalah milik Allah dan hanya kepada-Nya kita akan kembali.”

Lalu beliau melanjutkan nasihatnya,

“Barang siapa mengetahui bahwa dirinya adalah hamba Allah dan akan kembali kepada-Nya, maka hendaklah ia sadar bahwa kelak ia akan dihisab.”

“Barang siapa mengetahui bahwa ia akan dihisab, hendaklah ia menyadari bahwa ia akan ditanya.”

“Dan barang siapa mengetahui bahwa ia akan ditanya, hendaklah ia mempersiapkan jawaban.”

Orang itu bertanya,

SMPM 5 Pucang SBY

“Bagaimana caranya?”

Al-Fudhail menjawab dengan sangat sederhana,

“Perbaikilah sisa umurmu. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu. Tetapi jika engkau terus berbuat buruk di sisa umurmu, maka engkau akan dimintai pertanggungjawaban atas dosa yang dahulu maupun yang sekarang.” (Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2/383).

Nasihat ini terasa begitu dekat dengan kehidupan kita hari ini.

Betapa banyak orang yang menghabiskan waktu berjam-jam mengejar target pekerjaan, tetapi hanya beberapa menit untuk membaca Al-Qur’an.

Ada yang sangat sibuk mempercantik rumahnya, tetapi lupa memperbaiki hubungan dengan kedua orang tuanya.

Ada pula yang setiap hari memperbarui media sosialnya, tetapi sudah lama tidak memperbarui kualitas salatnya.

Sebagian orang baru tersadar pentingnya kesehatan setelah jatuh sakit. Ada yang baru ingin meminta maaf ketika orang yang hendak dimintai maaf telah tiada. Ada pula yang baru ingin lebih dekat kepada Allah ketika usia mulai senja.

Padahal tidak seorang pun mengetahui, apakah hari ini adalah awal perjalanan panjang, atau justru salah satu hari terakhir dalam hidupnya.

Karena itu, Islam mengajarkan agar setiap hari menjadi kesempatan memperbaiki diri, bukan sekadar menambah usia.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang mukmin yang paling cerdas adalah yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah mati.” (HR. Ibnu Majah No. 4249, dinilai hasan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah No. 1384).

Kecerdasan sejati bukan hanya tentang gelar akademik, jabatan tinggi, atau harta yang melimpah. Kecerdasan sejati adalah mampu menempatkan dunia sebagai jembatan menuju akhirat, bukan sebagai tujuan akhir kehidupan.

Maka, selama napas masih berhembus, pintu taubat masih terbuka. Selama matahari belum terbit dari barat, kesempatan memperbaiki diri masih Allah berikan.

Hari ini mungkin adalah waktu terbaik untuk mulai memperbanyak amal saleh, memperbaiki salat, menjaga lisan, membahagiakan orang tua, menyambung silaturahmi, memperbanyak sedekah, dan meninggalkan dosa yang selama ini sulit dilepaskan.

Sebab yang terpenting bukanlah berapa lama kita hidup, melainkan bagaimana kita mengisi sisa kehidupan itu.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menerima seluruh amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, menutup kekurangan-kekurangan kita dengan rahmat-Nya, serta memberikan kemudahan kepada kita untuk terus istiqamah dalam bekerja, beribadah, dan menyiapkan bekal terbaik menuju perjumpaan dengan-Nya.

Aamiin ya Rabbal ‘Alamin. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 30/06/2026 13:25
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu