Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

KH Thoha Mahsun: Bekerja di AUM Bukan Sekadar Mencari Nafkah

Iklan Landscape Smamda
KH Thoha Mahsun: Bekerja di AUM Bukan Sekadar Mencari Nafkah
Kajian Spemdalas Gresik menegaskan bekerja di AUM sebagai amanah ideologis melalui profesionalisme, itqan, inovasi, dan pengabdian (Lely Badriyah/PWMU.CO)
pwmu.co -

Kajian Islam bagi guru dan karyawan SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik digelar di Ruang CAC (Computer and AI Center), Jumat (21/8/2026). Kajian tersebut menegaskan bahwa bekerja di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bukan sekadar mencari nafkah, melainkan bagian dari amanah dan perjuangan untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Sejak pukul 12.45 WIB, seluruh peserta mengikuti kajian bertajuk “Membawa Semangat dan Nilai-Nilai Muhammadiyah dalam Bekerja di AUM (Amal Usaha Muhammadiyah)”.

Kegiatan ini menghadirkan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gresik, KH Thoha Mahsun, S.Ag., M.Pd.I., M.HES., sebagai pemateri. Sementara itu, guru Spemdalas M. Nor Qomari, S.Si., bertindak sebagai moderator.

Mengawali paparannya, Thoha menegaskan bahwa wajah dan citra Muhammadiyah pada masa depan akan sangat dipengaruhi oleh kualitas Amal Usaha Muhammadiyah di berbagai bidang, mulai pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga sektor lainnya.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi AUM akan terus berkembang seiring perubahan zaman. Karena itu, setiap pengelola dan pekerja di lingkungan Muhammadiyah dituntut untuk terus melakukan evaluasi dan menghadirkan inovasi.

Ia mencontohkan perkembangan dunia pendidikan di Kabupaten Gresik yang semakin pesat. Dalam situasi tersebut, Spemdalas menjadi salah satu sekolah yang terus berkembang dengan jumlah peserta didik yang meningkat.

“PDM memberikan arahan dan masukan berdasarkan kondisi serta data di lapangan. Semua itu perlu dikelola dengan baik dan diterjemahkan menjadi keputusan serta langkah nyata. Jangan lengah dan teruslah menghadirkan inovasi,” tegasnya.

Amanah dalam Bekerja di AUM

Thoha mengingatkan bahwa menjalankan tugas di lingkungan Muhammadiyah memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar memenuhi kebutuhan ekonomi.

Menurutnya, setiap pekerjaan yang dilakukan di AUM merupakan bagian dari pengabdian dan amanah untuk memajukan umat serta persyarikatan.

“Kerja adalah manifestasi iman dan persaksian kepada Allah. Bekerja di AUM harus didasari kesadaran bahwa setiap gerak-gerik kita diawasi oleh Allah SWT,” ujarnya.

Ia kemudian mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 105:

وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ وَسَتُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

Artinya, “Dan katakanlah, ‘Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.’” (QS At-Taubah: 105).

Thoha menjelaskan bahwa ayat tersebut menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi setiap muslim untuk bersungguh-sungguh dalam menjalankan amanah. Setiap amal dan pekerjaan pada akhirnya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

SMPM 5 Pucang SBY

Karena itu, ia mengajak seluruh guru dan karyawan untuk membangun kesadaran bahwa kualitas kerja tidak semata-mata ditentukan oleh pengawasan pimpinan.

“Jangan hanya bekerja dengan baik ketika ada pimpinan yang melihat. Yang lebih penting adalah menghadirkan kesadaran bahwa Allah SWT selalu mengetahui apa yang kita lakukan,” pesannya.

Mengemban Peran Strategis bagi Umat

Lebih lanjut, Thoha menjelaskan bahwa keberadaan berbagai lembaga dan profesi yang memberikan kemaslahatan bagi masyarakat memiliki peran penting dalam kehidupan umat.

Pendidikan, kesehatan, dan berbagai layanan sosial membutuhkan orang-orang yang bersedia mengelola dan menjalankannya secara sungguh-sungguh. Dalam konteks itulah, guru dan karyawan AUM memiliki posisi strategis dalam memberikan manfaat sekaligus membangun peradaban.

“Bapak-Ibu serta ustaz-ustazah sekalian sesungguhnya sedang menjalankan peran yang sangat strategis bagi umat. Apa yang dilakukan hari ini tidak hanya berdampak pada lembaga, tetapi juga pada masa depan generasi,” tuturnya.

Menurut Thoha, kesadaran tersebut seharusnya menjadi sumber semangat bagi seluruh warga AUM untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Profesionalisme dan Kualitas Kerja

Pada bagian akhir kajian, Thoha menekankan pentingnya profesionalisme dan kualitas kerja sebagai bagian dari nilai yang harus terus dikembangkan di lingkungan Muhammadiyah.

AUM, menurutnya, tidak cukup hanya hadir sebagai lembaga yang memberikan layanan kepada masyarakat. Lebih dari itu, AUM harus terus berkembang, berinovasi, dan menghadirkan pelayanan terbaik.

Dalam dunia pendidikan, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui proses pembelajaran yang berkualitas, pelayanan yang baik kepada peserta didik dan orang tua, serta kesungguhan seluruh tenaga pendidik dan kependidikan dalam menjalankan tugasnya.

“Dalam konteks AUM, kualitas kerja berarti memberikan pelayanan terbaik. Di rumah sakit, bagaimana memberikan pelayanan terbaik kepada pasien. Di sekolah dan madrasah, bagaimana memberikan pengajaran dan pelayanan terbaik kepada para siswa,” pungkasnya.

Melalui kajian tersebut, guru dan karyawan Spemdalas diharapkan semakin memahami bahwa profesionalisme, inovasi, dan kualitas pelayanan merupakan bagian penting dalam mengamalkan nilai-nilai Muhammadiyah.

Dengan semangat tersebut, setiap warga sekolah diharapkan mampu menjalankan amanah secara optimal sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan AUM yang unggul, berkemajuan, dan memberikan kemaslahatan yang lebih luas bagi masyarakat. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 25/08/2026 21:07
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu