Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

KKN-P Umsida Tanamkan Sikap Anti-Bullying di SDN Panglungan 1

Iklan Landscape Smamda
KKN-P Umsida Tanamkan Sikap Anti-Bullying di SDN Panglungan 1
KKN-P Umsida Tanamkan Sikap Anti-Bullying di SDN Panglungan 1. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pencerah (KKN-P) Kelompok 35 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar edukasi bertema Stop Bullying, Saling Jaga Sesama Teman di SDN Panglungan 1, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan yang menyasar siswa kelas III dan IV tersebut menjadi bagian dari program kerja bidang pendidikan KKN-P Kelompok 35. Program ini bertujuan menanamkan sikap saling menghargai, menghormati, serta membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.

Mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pengertian bullying atau perundungan, berbagai bentuknya, dampak bagi korban maupun pelaku, serta langkah yang dapat dilakukan siswa untuk mencegah tindakan tersebut.

Kenalkan Bentuk Perundungan

Dalam penyampaian materi, mahasiswa menjelaskan bahwa bullying tidak hanya berupa tindakan fisik seperti memukul atau mendorong.

Perundungan juga dapat muncul dalam bentuk ejekan, hinaan, ancaman, pengucilan, maupun perilaku lain yang membuat seseorang merasa takut, malu, sedih, atau tidak nyaman.

Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Beberapa contoh yang dibahas antara lain mengejek nama teman, memberikan julukan yang tidak disukai, mengambil barang tanpa izin, mengucilkan teman ketika bermain, hingga sengaja mengganggu atau mendorong teman.

Siswa juga diajak memahami bahwa tindakan yang awalnya dianggap sebagai candaan dapat menjadi perundungan apabila dilakukan berulang kali dan membuat orang lain merasa tersakiti.

Penyampaian materi berlangsung interaktif melalui tanya jawab. Sejumlah siswa tampak antusias menceritakan pengalaman ketika melihat maupun mengalami perlakuan kurang menyenangkan di lingkungan sekolah.

Mahasiswa kemudian memberikan arahan kepada siswa agar tidak membalas perundungan dengan kekerasan. Mereka dianjurkan berani mengatakan bahwa tindakan tersebut tidak baik, melaporkannya kepada guru maupun orang tua, serta memberikan dukungan kepada teman yang menjadi korban.

Belajar Menjadi Teman yang Baik

Untuk memperkuat pemahaman siswa, mahasiswa KKN-P Kelompok 35 juga mengadakan permainan edukatif dan simulasi sederhana tentang cara menjadi teman yang baik.

SMPM 5 Pucang SBY

Melalui aktivitas tersebut, siswa belajar menghargai perbedaan, bekerja sama, menggunakan kata-kata yang sopan, serta menyelesaikan persoalan melalui komunikasi tanpa kekerasan maupun ejekan.

Mahasiswa menekankan bahwa setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus dihargai. Perbedaan kemampuan belajar, kondisi fisik, karakter, maupun latar belakang seseorang tidak dapat dijadikan alasan untuk mengejek ataupun mengucilkannya.

Sebaliknya, siswa diajak membangun kebiasaan saling membantu dan menghormati agar suasana belajar di sekolah menjadi lebih menyenangkan.

Suasana kelas berlangsung aktif. Para siswa berani menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, serta mengikuti setiap permainan dan simulasi yang diberikan.

Dorong Sekolah Bebas Bullying

Perwakilan mahasiswa KKN-P Kelompok 35 mengatakan, edukasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman mengenai jenis-jenis bullying, tetapi juga mendorong siswa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak anak-anak memahami bahwa menjadi teman yang baik bukan hanya tentang bermain bersama, tetapi juga saling menghargai, tidak mengejek, dan berani membantu teman yang mengalami bullying,” ujarnya.

Ia berharap para siswa dapat ikut menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

“Kami berharap mereka dapat menjadi pelopor terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghormati,” lanjutnya.

Kegiatan tersebut juga mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Edukasi karakter sejak usia sekolah dasar diharapkan dapat menumbuhkan empati, kepedulian sosial, serta keberanian siswa untuk mencegah segala bentuk perundungan.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-P Kelompok 35 Umsida berharap budaya saling menghargai dan peduli terhadap sesama semakin kuat di lingkungan SDN Panglungan 1 sehingga sekolah dapat menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying.(*)

Revisi Oleh:
  • Zahrah Khairani Karim - 08/08/2026 12:22
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu