Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kopdes Merah Putih: Harapan Baru Agribisnis Desa?

Iklan Landscape Smamda
Kopdes Merah Putih: Harapan Baru Agribisnis Desa?
Oleh : Tanesa April Lianti Mahasiswa Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian-Peternakan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)
Peluang bagi Agribisnis Desa

Di balik berbagai tantangan tersebut, Kopdes Merah Putih membuka peluang besar bagi pengembangan agribisnis desa.

Yusuf dari Kontan menilai bahwa sektor yang paling cepat merasakan dampak positif program ini adalah pertanian pangan, peternakan rakyat, perikanan budidaya, UMKM pengolahan makanan, serta logistik desa.

Transformasi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) menjadi koperasi produksi pangan, misalnya, dapat membuka peluang menuju skala usaha yang lebih besar, akses teknologi mekanisasi, serta jalur pemasaran modern dan digital yang selama ini sulit dijangkau petani secara individu.

Koperasi juga dapat mendorong diversifikasi usaha. Petani tidak hanya menjual hasil panen mentah, tetapi dapat mengembangkan produk bernilai tambah seperti beras kemasan, produk hortikultura segar bersertifikat, atau komoditas lokal bermerek yang mampu menembus pasar nasional.

Inilah bentuk transformasi struktural yang sebenarnya: bukan hanya transfer fiskal, melainkan perubahan cara pandang dan cara kerja masyarakat desa dalam mengelola sumber daya agribisnisnya.

Antara Harapan dan Tanggung Jawab

Kopdes Merah Putih merupakan gagasan yang berpijak pada nilai bahwa kemakmuran harus tumbuh dari desa, oleh warga desa, dan untuk warga desa.

Seperti yang pernah dikatakan Bung Hatta, Indonesia baru dapat benar-benar maju apabila setiap desa memiliki “lilin terang” yang menerangi jalan perekonomiannya sendiri.

SMPM 5 Pucang SBY

Namun, gagasan yang baik membutuhkan pelaksanaan yang tepat. Pemerintah perlu memastikan implementasi berjalan cermat, pengawasan berlangsung ketat, dan suara petani serta kepala desa tetap menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan.

Kecepatan pembentukan koperasi tidak boleh mengorbankan kualitas tata kelola. Besarnya dana yang dialokasikan harus berjalan seiring dengan akuntabilitas yang kuat.

Sebagai mahasiswa yang belajar agribisnis, saya percaya bahwa koperasi desa yang sehat bukan hanya mungkin diwujudkan, tetapi juga sangat dibutuhkan Indonesia.

Kopdes Merah Putih dapat menjadi jawaban, selama seluruh pihak—pemerintah, akademisi, dan masyarakat desa—bersama-sama menjaga agar program ini tidak berhenti sebagai papan nama di pinggir jalan, melainkan menjadi penggerak ekonomi desa yang nyata.

Revisi Oleh:
  • Notonegoro - 28/06/2026 19:38
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

1 Tanggapan

Search
Menu