Peringati Hari Kartini, MIM 14 Prestisius menggelar kegiatan Creative Class berupa praktik pembuatan batik shibori dengan teknik lipat pada Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dengan penuh antusias dan semangat.
Berbeda dari peringatan tahun-tahun sebelumnya yang identik dengan penggunaan kebaya atau pakaian adat, kali ini madrasah menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan produktif. Para siswa tidak hanya mengenang semangat RA. Kartini, tetapi juga mengekspresikannya melalui karya nyata.
Dalam pelaksanaannya, siswa dibagi ke dalam 12 kelompok. Masing-masing kelompok mendapatkan tugas untuk menyelesaikan satu karya berupa taplak meja dengan teknik batik shibori. Mereka mengikuti seluruh tahapan proses dengan baik, mulai dari melipat kain, menyelupkan ke dalam pewarna, hingga mencuci dan menjemur hasil karya.
Kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa tampak serius menyimak materi yang disampaikan oleh pendamping, sekaligus menikmati setiap proses yang mereka lakukan. Hasilnya pun beragam, dengan motif unik yang mencerminkan kreativitas masing-masing kelompok.
Pengalaman Bermakna
Waka Kurikulum MIM 14 Prestisius, Evanda Safira Izdihar, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang berbeda agar memberikan pengalaman yang lebih bermakna bagi siswa.
“Peringatan Hari Kartini biasanya identik dengan kebaya atau pakaian adat. Namun kali ini kami ingin menghadirkan sesuatu yang lebih produktif, yaitu menghasilkan karya sekaligus tetap menanamkan kecintaan terhadap budaya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa batik merupakan bagian dari warisan budaya Nusantara yang perlu dikenalkan sejak dini kepada generasi muda.
“Ada beberapa pilihan kegiatan yang kami usulkan, namun Kepala Madrasah memilih kegiatan ini. Harapannya, meskipun menggunakan teknik yang sederhana, siswa tetap memahami bahwa batik adalah identitas budaya bangsa yang harus dijaga,” imbuhnya.
Melalui kegiatan ini, madrasah berharap nilai-nilai perjuangan dan semangat emansipasi yang diwariskan oleh Kartini tetap dapat diinternalisasikan kepada siswa. Tidak hanya dalam bentuk simbolik, tetapi juga melalui aktivitas kreatif yang membangun keterampilan dan kecintaan terhadap budaya.
Harapannya kegiatan ini tidak mengurangi hikmah dari peringatan Hari Kartini, tetapi justru semakin menguatkan semangat untuk meneladani perjuangan beliau. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments