Senin (10/8/2026) menjadi pengalaman istimewa bagi Qaleesyaa Putri Sayazani.
Siswa kelas IV Burj Khalifa SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik ini lolos seleksi Kelas Menulis Kumpulan Cerita Pendek Batch 2 di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik (Perpusda Gresik).
Leesyaa, sapaan akrabnya, datang didampingi Ustazah Asna Hanifah selaku pustakawan SDMM dan diantar Mas Ifani Pandi menggunakan mobil sekolah. Setelah mengisi presensi, ia mendapatkan nomor urut 11 dan duduk di deretan bangku kedua.
Bertemu Teman Baru
Di kelas tersebut, Leesyaa berkenalan dengan Aldiva Dini Safitri dari UPT SDN 109 Gresik. Keduanya segera akrab karena memiliki kegemaran yang sama, yaitu membaca buku dan menulis cerita pendek.
Mereka saling bercerita tentang cerpen yang ditulis dan keseharian di sekolah masing-masing.
“Awalnya cuma kenalan, terus ngobrol tentang cerita yang kami buat. Ternyata kami sama-sama suka membaca dan menulis” cerita Leesyaa.
Aldiva pun merasa senang mendapatkan teman baru.
“Leesyaa orangnya baik dan enak diajak ngobrol. Kami sama-sama suka menulis, jadi cepat akrab” ujar Aldiva.
Bagi Leesyaa, bertemu teman-teman yang memiliki minat serupa membuat kegiatan semakin menyenangkan. Ia bisa berbagi cerita sekaligus mendapatkan inspirasi baru.
Pujian dari Nasaumber
Kelas Menulis mengusung tema “Ayo Menulis, Wujudkan Kreativitasmu Menjadi Cerita yang Bermakna” dengan narasumber Bambang Prakoso, SSos MIP.
Peserta belajar bahwa cerpen yang menarik tidak harus panjang. Penulis perlu fokus pada konflik utama dan membangun karakter yang kuat. Salah satu teknik yang dikenalkan adalah in media res, yaitu membawa pembaca langsung masuk ke dalam konflik sejak awal.
Bambang juga mengingatkan peserta untuk membatasi jumlah tokoh, membuat dialog yang menggerakkan cerita, serta menghadirkan akhir yang menarik. Setelah selesai menulis, naskah sebaiknya diendapkan terlebih dahulu sebelum dibaca dan diperbaiki kembali.
Setelah mendapatkan materi, peserta membacakan cerpen masing-masing di hadapan narasumber. Leesyaa pun mendapat kesempatan membacakan karyanya.
Bambang memberikan apresiasi sekaligus masukan untuk menyempurnakan tulisan Leesyaa.
“Wah cerpennya panjang juga ya sampai 5 halaman. Ceritanya sudah bagus, dialognya juga sudah bagus. Tinggal paragrafnya dirapikan lagi supaya lebih terstruktur dan alurnya semakin nyaman diikuti” ujar Bambang.
Masukan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Leesyaa. Ia belajar bahwa menulis bukan hanya tentang memiliki ide, tetapi juga menyusun cerita agar lebih mudah dinikmati pembaca.
Dari Hobi Menjadi Karya
Menulis memang menjadi salah satu kegemaran Leesyaa. Ia juga senang menggambar komik dan membuat permainan bongkar-pasang dari kertas yang dibuatnya sendiri.
Cerpen bergenre horor yang ia tulis di buku tulis saat liburan akhir semester 2 menjadi karya yang membawanya lolos dalam seleksi Kelas Menulis Batch 2. Atas dorongan sang ayah, Dahuri, cerita tersebut kemudian didaftarkan dalam seleksi.
“Senang sekali bisa ikut kelas menulis dan bertemu teman-teman baru. Saya ingin belajar lebih banyak supaya tulisan saya bisa lebih bagus” kata Leesyaa.
Perjalanan Leesyaa masih berlanjut. Ia perlu menyempurnakan cerpennya sebelum batas akhir pengumpulan pada Senin (17/8/2026).
Dari sebuah cerita sederhana di buku tulis, Leesyaa menemukan pengalaman baru, ilmu baru, dan teman baru yang sama-sama mencintai dunia literasi.





0 Tanggapan
Empty Comments