MTs Muhammadiyah 2 Pondok Karangasem Paciran (Madtsamuda) menggelar tes pemetaan kelas dan wawancara bagi murid baru kelas VII pada Senin-Selasa (20–21/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memetakan bakat, minat, dan potensi setiap murid sebelum mengikuti program pembelajaran yang sesuai dengan kompetensinya.
Usai melaksanakan salat duha berjamaah, seluruh murid baru mengikuti rangkaian tes di ruang-ruang kelas yang telah disiapkan. Kegiatan berlangsung tertib dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang mengikuti setiap tahapan pemetaan.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum Madtsamuda, Husnul Anim, M.Pd., menjelaskan bahwa tes pemetaan bertujuan membantu madrasah mengenali potensi setiap murid sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif dan sesuai dengan karakter masing-masing.
“Melalui pemetaan ini kami ingin memastikan setiap murid belajar pada program yang paling sesuai dengan bakat, minat, dan potensi yang dimilikinya sehingga mereka dapat berkembang secara optimal,” ujarnya.
Pada tahun ajaran 2026/2027, Madtsamuda menyediakan empat pilihan program unggulan. Program tersebut meliputi International Class Program (ICP) yang berfokus pada penguasaan bahasa internasional dan wawasan global, Arabic Class Program (ACP) untuk memperkuat kemampuan bahasa Arab dan literasi keislaman, Digital Class Program (DCP/ITCP) yang mengembangkan kompetensi teknologi informasi dan literasi digital, serta Vocational Class Program (VCP) sebagai program baru yang menitikberatkan pada penguasaan keterampilan vokasi.
Menurut Husnul Anim, VCP merupakan transformasi dari kelas reguler yang dirancang untuk membekali murid dengan keterampilan hidup (life skill) sejak dini.

“Belajar di Madtsamuda bukan hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga membekali murid dengan keterampilan yang dapat menjadi bekal hidup sekaligus membuka peluang berwirausaha pada masa depan,” katanya.
Melalui program tersebut, murid putri memperoleh pembelajaran keterampilan tata boga dan tata busana, sedangkan murid putra dibekali kompetensi teknik sepeda motor (TSM). Program ini diharapkan mampu menumbuhkan jiwa mandiri sekaligus meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi tantangan kehidupan.
Selain penguatan keterampilan vokasi, Madtsamuda juga mengintegrasikan pembelajaran literasi digital melalui pengembangan kemampuan sebagai kreator konten. Program tersebut bertujuan melatih murid menyampaikan gagasan secara kreatif, produktif, dan bertanggung jawab melalui berbagai media digital.
Husnul Anim menambahkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan murid menghadapi kehidupan nyata dengan bekal karakter, keterampilan, dan kompetensi yang relevan.
“Kami ingin lulusan Madtsamuda memiliki keseimbangan antara prestasi akademik, karakter Islami, keterampilan vokasi, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” jelasnya.
Selama dua hari pelaksanaan tes pemetaan dan wawancara, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar. Melalui proses ini, madrasah berharap setiap murid memperoleh lingkungan belajar yang sesuai dengan potensinya sehingga mampu berkembang menjadi generasi yang religius, kreatif, mandiri, serta siap bersaing di era global. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments