Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 108 mengikuti sekaligus membantu proses pembuatan pupuk organik bersama warga di Dusun Tulusayu, Desa Tulus Besar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, pada Kamis (6/8/2026).
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pembelajaran lapangan dan persiapan sebelum mahasiswa melaksanakan program kerja unggulan pembuatan pupuk organik yang telah dirancang oleh Kelompok 108.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa terlibat langsung bersama warga pada setiap tahapan pembuatan pupuk organik, mulai dari pengenalan bahan baku, proses pencampuran sekam, kotoran ternak, hingga teknik fermentasi. Melalui keterlibatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman praktis yang akan menjadi bekal dalam mengimplementasikan program kerja mereka kepada masyarakat.
Kepala Dusun Tulusayu, Asnan Santoso, mengapresiasi antusiasme mahasiswa yang ingin belajar sekaligus membantu masyarakat dalam proses pembuatan pupuk organik.
“Kami sangat mengapresiasi semangat mahasiswa KKN MAs Kelompok 108 yang tidak hanya datang untuk menjalankan program kerja, tetapi juga mau belajar langsung bersama masyarakat. Dengan ikut terlibat dalam proses pembuatan pupuk organik, mahasiswa memiliki pengalaman yang nantinya dapat diterapkan kembali kepada masyarakat melalui program kerja yang telah mereka rancang,” ujar Asnan Santoso.
Menurut Asnan Santoso, kolaborasi seperti ini menjadi contoh yang baik karena mahasiswa tidak hanya memberikan teori kepada masyarakat, tetapi terlebih dahulu mempelajari praktik yang telah dilakukan warga sehingga program yang dijalankan nantinya lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Pembuatan Pupuk Organik
Sementara itu, Koordinator Desa KKN MAs Kelompok 108, Opik, menjelaskan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran sebelum merealisasikan program kerja unggulan mengenai pembuatan pupuk organik.
“Kami sengaja mengikuti dan membantu proses pembuatan pupuk organik bersama warga agar memperoleh pengalaman secara langsung. Melalui kegiatan ini kami dapat memahami tahapan pembuatannya, sehingga ketika program kerja unggulan Kelompok 108 dilaksanakan, kami sudah memiliki bekal pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk mendampingi masyarakat secara optimal,” Ujar Opik, Koordinator Desa KKN MAs Kelompok 108.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mendukung pengembangan sektor pertanian di Desa Tulus Besar. Selain memperkuat hubungan sosial, kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari praktik pertanian yang telah diterapkan oleh masyarakat sebagai dasar dalam menyusun pelaksanaan program kerja yang lebih efektif.
Melalui kegiatan pembelajaran lapangan ini, mahasiswa KKN MAs Kelompok 108 berharap program kerja unggulan pembuatan pupuk organik yang akan dilaksanakan nantinya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesuburan tanah, menjaga kesehatan tanaman, serta mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments