Memasuki hari kedua pelaksanaan Jambore Hizbul Wathan (HW) ke-VI Kabupaten Kediri, peserta mendapatkan pembekalan penting berupa edukasi dan simulasi kebencanaan. Kegiatan ini menghadirkan Muhammadiyah Disaster Management Center Kabupaten Kediri yang bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kediri.
Simulasi ini diikuti seluruh peserta jambore dengan antusias. Dalam pelaksanaannya, BPBD menerjunkan dua personel, sementara MDMC mengirimkan tiga personel berpengalaman dalam penanganan bencana.
Kegiatan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga interaktif dan aplikatif. Peserta diajak memahami langkah-langkah penanganan saat terjadi bencana, seperti gempa bumi, banjir, serta kondisi darurat lainnya.
Selain itu, peserta juga dilatih untuk:
- mengenali tanda-tanda bencana
- melakukan evakuasi dini
- mempraktikkan cara menyelamatkan diri
Metode penyampaian yang komunikatif membuat materi mudah dipahami, terutama bagi peserta yang masih berusia anak-anak dan remaja.
Ketua MDMC Kabupaten Kediri, Bapak Dwi Santoso, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki tantangan tersendiri karena menyasar peserta usia muda.
“Kegiatan ini cukup menarik karena yang kita hadapi adalah anak-anak yang usianya masih tergolong muda. Namun, kami berusaha semaksimal mungkin menyampaikan materi dengan baik agar bisa dipahami oleh mereka,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa edukasi kebencanaan sejak dini sangat penting untuk membentuk generasi yang tanggap dan siap menghadapi situasi darurat.
Ketua Kwartir Daerah Hizbul Wathan Kabupaten Kediri, Ramanda Moh. Safi’i, menjelaskan bahwa simulasi kebencanaan memang menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan jambore.
“Kegiatan simulasi kebencanaan ini sengaja kami selipkan dalam jambore, mengingat Kediri termasuk daerah yang rawan bencana. Harapan kami, anak-anak dapat memahami cara evakuasi dini dan memiliki kesiapsiagaan saat menghadapi bencana,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Jambore Hizbul Wathan tidak hanya menjadi ajang pembinaan kepanduan, tetapi juga sarana edukasi yang komprehensif.
Para peserta diharapkan mampu menjadi generasi yang tangguh, sigap, dan cerdas dalam menghadapi berbagai situasi darurat di lingkungan sekitarnya.





0 Tanggapan
Empty Comments