Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Memiliki Tiga Hal Ini, Seolah-olah Kita Telah Memiliki Dunia

Iklan Landscape Smamda
Memiliki Tiga Hal Ini, Seolah-olah Kita Telah Memiliki Dunia
Foto: Istockphoto
Oleh : Ferry Is Mirza Jurnalis Senior dan Aktivis Muhammadiyah

Dalam kehidupan ini, manusia sering kali sibuk mengejar berbagai hal. Harta, jabatan, kendaraan, rumah mewah, hingga popularitas sering dianggap sebagai ukuran kebahagiaan. Padahal, menurut ajaran Islam, ada tiga nikmat terbesar yang menjadi fondasi kehidupan manusia. Tanpa ketiganya, berbagai kenikmatan dunia tidak akan berarti.

1. Nikmat Iman dan Islam

Nikmat terbesar yang tidak dapat dinilai dengan materi adalah nikmat iman dan Islam. Melalui hidayah ini, Allah membimbing manusia mengenal Tuhannya, memahami tujuan hidup, dan memiliki bekal menuju kehidupan akhirat.

Betapa banyak orang yang memiliki kekayaan melimpah, tetapi hidupnya penuh kegelisahan karena tidak mengenal Allah. Sebaliknya, ada orang yang hidup sederhana, namun hatinya tenang karena memiliki keyakinan dan kedekatan dengan Sang Pencipta.

Kita sering melihat seorang pedagang kecil yang tetap tersenyum dan bersyukur meskipun penghasilannya tidak besar. Ia tidak pernah meninggalkan shalat, selalu bersedekah, dan merasa cukup dengan rezeki yang diberikan Allah. Ketenangan seperti inilah yang lahir dari nikmat iman dan Islam.

2. Nikmat Kesehatan

Kesehatan merupakan karunia besar yang sering baru disadari nilainya ketika seseorang jatuh sakit. Dengan tubuh yang sehat, manusia dapat bekerja, belajar, beribadah, dan berkumpul bersama keluarga.

Ketika sehat, seseorang bisa berjalan ke masjid, mengantar anak ke sekolah, bekerja mencari nafkah, dan menikmati waktu bersama orang-orang tercinta. Namun saat sakit dan harus terbaring di rumah sakit, ia baru menyadari bahwa kemampuan bernapas dengan lega dan berjalan tanpa bantuan ternyata merupakan nikmat yang luar biasa.

Karena itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengingatkan agar manusia memanfaatkan kesehatan sebelum datang masa sakit.

3. Nikmat Rasa Aman

Nikmat berikutnya adalah rasa aman dan ketenteraman. Dengan keamanan, manusia dapat beraktivitas, mencari rezeki, dan menjalani kehidupan tanpa rasa takut.

Bayangkan seorang ayah yang dapat berangkat bekerja dengan tenang, sementara anak-anaknya belajar dengan nyaman dan keluarganya dapat beristirahat dengan damai di rumah. Semua itu adalah nikmat yang sering dianggap biasa, padahal banyak saudara kita di berbagai belahan dunia yang hidup di tengah konflik dan ketidakpastian.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa di pagi hari merasa aman dalam keluarganya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan dunia telah dikumpulkan untuknya.” (HR. Tirmidzi)

Hadis ini mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak selalu diukur dengan banyaknya harta, melainkan dengan rasa aman, kesehatan, dan kecukupan yang Allah anugerahkan.

Tanda-Tanda Allah Merindukan Hamba-Nya

Allah senantiasa membuka pintu rahmat-Nya. Ada saat-saat tertentu ketika seorang hamba merasakan dorongan kuat untuk kembali mendekat kepada-Nya.

1. Mudah Terbangun pada Sepertiga Malam

Ada orang yang tiba-tiba terbangun pada pukul dua atau tiga dini hari tanpa alarm. Hatinya terasa tenang dan terdorong untuk berwudhu, shalat, serta bermunajat kepada Allah.

2. Diberi Ujian dan Kesedihan

Tidak semua kesulitan merupakan tanda keburukan. Terkadang Allah menghadirkan ujian agar hamba-Nya kembali mengingat-Nya.

Ada seseorang yang baru rajin shalat setelah kehilangan pekerjaan. Ada pula yang menjadi lebih dekat dengan Al-Qur’an setelah melewati masa sakit yang panjang. Musibah sering kali menjadi jalan yang membawa seseorang semakin dekat kepada Allah.

SMPM 5 Pucang SBY

3. Mudah Mengingat Kematian

Kesadaran bahwa hidup di dunia hanyalah sementara membuat seseorang terdorong untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal, dan segera bertaubat.

4. Selalu Merasa Amal Belum Cukup

Orang yang dicintai Allah biasanya tidak pernah merasa puas dengan ibadahnya. Ia terus memperbaiki diri dan khawatir apakah amal yang telah dilakukan diterima oleh Allah.

5. Menemukan Kenikmatan dalam Beribadah

Hatinya terasa tenang saat berdzikir, terharu ketika mendengar adzan, dan merasakan kebahagiaan ketika membaca Al-Qur’an atau bersujud kepada Allah.

Tiga Amalan yang Paling Dicintai Allah

Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ditanya tentang amalan yang paling utama, beliau menjawab:

1. Salat Tepat pada Waktunya

Salat merupakan bukti bahwa seorang hamba menempatkan Allah sebagai prioritas utama dalam hidupnya.

2. Berbakti kepada Kedua Orang Tua

Rida Allah sangat berkaitan dengan ridha kedua orang tua. Menghormati, merawat, dan mendoakan mereka merupakan amalan yang sangat mulia.

Terkadang berbakti kepada orang tua bukanlah sesuatu yang besar. Menjawab telepon ibu dengan ramah, mengantar ayah berobat, atau sekadar mendengarkan cerita mereka dengan penuh perhatian dapat menjadi amal yang sangat bernilai di sisi Allah.

3. Berjuang di Jalan Allah

Jihad tidak hanya dimaknai dengan peperangan, tetapi juga kesungguhan dalam menuntut ilmu, berdakwah, bekerja secara halal, serta memberikan manfaat bagi sesama.

Selain itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga mengajarkan bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara istiqamah, walaupun sedikit.

Satu halaman Al-Qur’an yang dibaca setiap hari lebih baik daripada banyak membaca tetapi hanya sesekali. Sedekah seribu rupiah yang rutin dilakukan lebih dicintai Allah daripada sedekah besar yang hanya sekali lalu berhenti.

Pada akhirnya, Allah selalu membuka pintu bagi hamba-Nya yang ingin kembali. Tidak ada kata terlambat untuk bertaubat, memperbaiki diri, dan mendekat kepada-Nya.

Jika pagi ini kita masih memiliki iman, tubuh yang sehat, hati yang tenang, serta makanan yang cukup untuk hari ini, sesungguhnya kita termasuk orang-orang yang sangat kaya di sisi Allah. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 10/06/2026 15:23
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu