Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Menjadikan Indra Penuh Manfaat dan Berkah, Ustadz Muchamad Arifin Ajak Jamaah Mensyukuri Nikmat Allah

Iklan Landscape Smamda
Menjadikan Indra Penuh Manfaat dan Berkah, Ustadz Muchamad Arifin Ajak Jamaah Mensyukuri Nikmat Allah
Muchamad Arifin saat menyampaikan kajiannya. (Istimewa/PWMU.CO)
Oleh : Alfain jalaluddin ramadlan

Kajian Inspirasi Subuh yang rutin diselenggarakan di Masjid At-Taqwa Pogot Surabaya kembali menghadirkan suasana penuh kehangatan dan perenungan.

Pada kajian yang berlangsung Rabu (10/6/2026) ba’da Salat Subuh, Ustadz Muchamad Arifin menyampaikan tema “Menjadikan Indra Penuh Manfaat dan Berkah”, sebuah tema yang mengajak umat Islam memahami tujuan Allah menganugerahkan pendengaran, penglihatan, akal pikiran, serta anggota tubuh lainnya sebagai sarana bersyukur dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Dalam penyampaiannya, Ustadz Muchamad Arifin mengawali kajian dengan mengutip firman Allah SWT dalam QS. An-Nahl ayat 78 yang menjelaskan bahwa Allah mengeluarkan manusia dari perut ibunya dalam keadaan tidak mengetahui apa pun, kemudian Allah memberikan pendengaran, penglihatan, dan hati nurani agar manusia menjadi hamba yang bersyukur.

Menurutnya, setiap nikmat yang Allah berikan memiliki tujuan mulia. Mata bukan sekadar untuk melihat, telinga bukan sekadar untuk mendengar, dan akal bukan sekadar untuk berpikir. Semua itu merupakan amanah yang harus digunakan untuk mengenal Allah, memperbanyak amal saleh, dan menghadirkan manfaat bagi sesama.

Jamaah diajak melakukan refleksi diri tentang bagaimana selama ini menggunakan nikmat yang diberikan Allah. Mata hendaknya digunakan untuk melihat kebaikan, telinga untuk mendengarkan ilmu dan nasihat, serta akal untuk berpikir jernih dan mengambil hikmah dari setiap peristiwa kehidupan.

Salah satu bagian kajian yang paling menyentuh adalah ketika Ustadz Muchamad Arifin menjelaskan tentang fungsi lisan. Ia menegaskan bahwa Allah menciptakan mulut bukan untuk mencaci, menghina, menghakimi, atau menyakiti orang lain, melainkan untuk menyampaikan kebaikan, menebarkan semangat, menguatkan sesama, serta mengajak manusia menuju jalan Allah SWT.

SMPM 5 Pucang SBY

“Lisan bisa menjadi jalan menuju surga ketika digunakan untuk menyampaikan kebaikan. Namun lisan juga bisa menjadi penyebab penyesalan apabila digunakan untuk menyakiti sesama. Karena itu, hendaknya setiap kata yang keluar dari mulut kita bernilai manfaat dan keberkahan,” pesannya di hadapan jamaah.

Kajian yang berlangsung penuh kekhusyukan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari jamaah. Materi yang disampaikan tidak hanya menambah wawasan keislaman, tetapi juga menjadi sarana muhasabah agar setiap muslim mampu menjadikan seluruh indranya sebagai jalan menuju syukur dan ketakwaan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sarapan dan makan bersama yang telah menjadi tradisi dalam Kajian Inspirasi Subuh Masjid At-Taqwa Pogot. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan semakin mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat silaturahim di antara jamaah.

Melalui kajian ini, jamaah diingatkan bahwa pendengaran, penglihatan, akal, dan lisan merupakan amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, setiap indra hendaknya digunakan untuk mendatangkan manfaat, menyebarkan kebaikan, dan meraih keberkahan hidup di dunia maupun akhirat. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 10/06/2026 09:58
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu