Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga (LBSO) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gresik menggelar kegiatan napak tilas ke Yogyakarta pada Sabtu–Ahad (24–25/4/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan bersinergi dengan Majelis Ekonomi PDA Gresik serta Surya Amanah Tour and Travel dan diikuti oleh 40 anggota PDA.
Adapun lokasi yang dikunjungi meliputi Makam KH Ahmad Dahlan, Museum Muhammadiyah, Kantor Pimpinan Pusat Aisyiyah (PPA), kawasan Malioboro, serta wisata VW Yogyakarta.
Ketua LBSO PDA Gresik, Ayu Mira, S.T., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pemahaman sejarah perjuangan Muhammadiyah dan Aisyiyah.
“Selain itu juga menumbuhkan semangat dakwah berkemajuan di kalangan kader dan PDA Kabupaten Gresik,” jelasnya.
Ia menambahkan, Yogyakarta dipilih sebagai lokasi karena merupakan tempat berdirinya Muhammadiyah dan Aisyiyah sekaligus pusat lahirnya gerakan dakwah pencerahan.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana penguatan ideologi, penanaman nilai perjuangan, serta pembinaan ukhuwah dan budaya organisasi di lingkungan Aisyiyah Kabupaten Gresik,” tuturnya.
Ayu menegaskan bahwa kegiatan napak tilas bukan sekadar perjalanan wisata.
“Tetapi merupakan perjalanan rohani dan ideologis, dengan menyaksikan langsung tempat-tempat lahir dan berkembangnya Muhammadiyah dan Aisyiyah di Yogyakarta,” lanjutnya.
Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami bagaimana semangat dakwah, keberanian berpikir maju, serta kepedulian sosial tumbuh dari nilai-nilai Islam yang murni.
Wanita berusia 52 tahun tersebut menjelaskan beberapa tujuan utama kegiatan ini, antara lain:
- Mengenal langsung jejak sejarah berdirinya Muhammadiyah dan Aisyiyah
- Menguatkan ideologi Islam berkemajuan dalam bingkai dakwah
- Membangun kebersamaan dan solidaritas antar pimpinan Aisyiyah
- Menumbuhkan rasa cinta terhadap sejarah dan warisan perjuangan
“Dan terakhir menumbuhkan rasa cinta terhadap sejarah dan warisan perjuangan para pendiri organisasi,” ungkapnya.
Ayu juga menegaskan bahwa kegiatan ini mampu memperkuat ideologi serta semangat keorganisasian.
“Selain itu menumbuhkan kembali semangat perjuangan dan nilai-nilai dakwah Islam berkemajuan yang diwariskan KH. Ahmad Dahlan dan Nyai Ahmad Dahlan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa napak tilas memberikan pengalaman belajar langsung dari sumber sejarah.
“Tentunya hal ini dapat memberi pengalaman nyata kepada peserta untuk mengenal tempat-tempat lahir dan berkembangnya gerakan Muhammadiyah dan Aisyiyah di Yogyakarta,” jelasnya.
Selain itu, kegiatan ini juga membantu peserta memahami konteks sosial dan budaya yang melatarbelakangi lahirnya organisasi.
Di akhir penjelasannya, Ayu menekankan pentingnya penguatan identitas organisasi.
“Yaitu dapat menumbuhkan rasa cinta dan bangga menjadi bagian dari keluarga besar Muhammadiyah dan Aisyiyah,” ungkapnya.





0 Tanggapan
Empty Comments