Persoalan melimpahnya hasil panen buah naga yang kerap berujung pada anjloknya harga jual mendorong lahirnya sebuah inovasi berbasis potensi lokal di Kabupaten Banyuwangi. Berangkat dari kondisi tersebut, kader Nasyiatul Aisyiyah Banyuwangi, Zahrotul Janah, berhasil menghadirkan inovasi “OSING NAGA” yang mengantarkannya meraih penghargaan dalam Lomba Inovasi Kabupaten Banyuwangi 2026 kategori Non Digital-Implementasi.
Penghargaan tersebut diumumkan pada Sabtu (18/7/2026) di Hotel Aston Banyuwangi setelah melalui rangkaian penilaian yang berlangsung sejak Juni 2026. Dalam ajang yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tersebut, Zahrotul Janah berhasil meraih Juara 5 berkat inovasi yang dinilai memberikan dampak nyata bagi pemberdayaan masyarakat.
Zahrotul Janah merupakan kader Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Banyuwangi sekaligus Wakil Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur. Melalui inovasi “OSING NAGA”, ia mengangkat potensi lokal Banyuwangi dengan menghadirkan solusi terhadap persoalan pascapanen buah naga.
Selama ini, saat musim panen raya tiba, produksi buah naga di Banyuwangi meningkat tajam sehingga harga jual sering kali merosot. Bahkan, tidak sedikit hasil panen yang akhirnya tidak terserap pasar dan berpotensi menjadi limbah.
Melihat kondisi tersebut, Zahrotul Janah menggagas pengolahan buah naga menjadi produk selai bernilai ekonomi. Tidak hanya memanfaatkan daging buah, inovasi ini juga mengolah kulit buah naga sehingga mampu meningkatkan nilai tambah produk sekaligus mengurangi limbah organik.

Pengembangan produk dilakukan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis UMKM dengan melibatkan berbagai mitra di tingkat lokal. Melalui kolaborasi tersebut, inovasi “OSING NAGA” diharapkan mampu membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Piagam Penghargaan Bupati Banyuwangi ini bukan hanya milik saya, tetapi milik seluruh keluarga besar Eco Bhinneka Muhammadiyah, Program SMILE, Nasyiatul Aisyiyah, pemerintah desa, komunitas lintas iman, para mitra dampingan, dan semua pihak yang percaya bahwa menjaga lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujar Zahrotul Janah usai menerima penghargaan.
Ia menambahkan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan bumi,” imbuhnya.
Keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kader Nasyiatul Aisyiyah mampu menghadirkan solusi atas persoalan masyarakat melalui inovasi yang memadukan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Semangat pemberdayaan yang diusung Muhammadiyah menjadi landasan dalam mengembangkan potensi lokal agar memiliki nilai tambah dan manfaat yang lebih luas.
Ke depan, inovasi “OSING NAGA” diharapkan dapat terus dikembangkan dan direplikasi di berbagai daerah penghasil hortikultura sebagai model pengelolaan hasil panen yang mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sekaligus mengurangi limbah pangan. Dengan demikian, inovasi berbasis potensi lokal tidak hanya menjadi solusi atas persoalan pascapanen, tetapi juga mendorong terwujudnya pembangunan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments