Prof. Sukadiono melakukan peletakan batu pertama pembangunan PAUD Aisyiyah Inovatif Al Ikhsan Nganjuk. Foto: Istimewa
pwmu.co -
Langkah Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam memperkuat layanan pendidikan usia dini di Kabupaten Nganjuk kembali diwujudkan melalui pembangunan PAUD Aisyiyah Inovatif Al Ikhsan.
Pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM, di Desa Sedan, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, Ahad (5/7/2026).
Momentum ini menjadi simbol dimulainya pembangunan amal usaha baru yang diharapkan mampu memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat sekaligus memperkuat gerakan dakwah Muhammadiyah melalui sektor pendidikan.
PAUD Aisyiyah Inovatif Al Ikhsan direncanakan berdiri di atas lahan seluas 2.500 meter persegi. Lahan tersebut merupakan tanah wakaf dari keluarga H. Bintoro, yang didedikasikan untuk kepentingan pendidikan dan kemaslahatan umat.
Wakaf tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara masyarakat dan persyarikatan dalam membangun peradaban melalui pendidikan.
Dengan dukungan tanah wakaf yang cukup luas, kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat pembelajaran anak usia dini yang nyaman, representatif, dan mampu berkembang sesuai kebutuhan masyarakat pada masa mendatang.
Prof. Sukadiono (dua dari kiri) bersama pengurus Muhammadiyah Nganjuk. Foto: Istimewa
Dalam sambutannya, Prof Sukadiono menyampaikan apresiasi kepada keluarga pewakaf dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan PAUD tersebut. Menurutnya, setiap amal usaha yang dibangun Muhammadiyah harus memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Saya berharap Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Kabupaten Nganjuk terus bertumbuh dan berkembang memberikan manfaat kepada semuanya, khususnya masyarakat Nganjuk dan sekitarnya,” ujar Sukadiono.
Dia menegaskan, Muhammadiyah sejak awal tidak hanya membangun masjid sebagai pusat ibadah, tetapi juga menghadirkan sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, panti asuhan, hingga berbagai lembaga sosial yang menjadi bagian dari dakwah berkemajuan.
“Karena itu, pembangunan PAUD Aisyiyah Inovatif Al Ikhsan diharapkan menjadi investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang berakhlak, cerdas, serta memiliki karakter Islami sejak usia dini,” ujarDeputi II Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI itu.
Menurut Sukadiono, pendidikan anak usia dini memiliki posisi yang sangat strategis karena menjadi fondasi pembentukan karakter.
Melalui lembaga pendidikan yang dikelola Muhammadiyah dan Aisyiyah, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan dasar, tetapi juga dibiasakan dengan nilai-nilai keislaman, kemandirian, kedisiplinan, serta kepedulian sosial.
“Saya berharap pembangunan dapat berjalan sesuai rencana sehingga kehadiran PAUD tersebut segera dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tandas pria kelahiran Jombang itu.
Sebelum menghadiri prosesi peletakan batu pertama, Sukadiono terlebih dahulu mengisi Pengajian Ahad Pagi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Lengkong, Kabupaten Nganjuk.
Penganjian Ahad Pagi PCM Lengkong, Nganjuk. Foto: Istimewa
Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak warga Muhammadiyah untuk terus memperkuat semangat berorganisasi, memperluas dakwah yang mencerahkan, dan memperkokoh budaya gotong royong dalam membangun amal usaha.
“Kemajuan Muhammadiyah tidak hanya ditentukan oleh jumlah amal usaha yang dimiliki, tetapi juga oleh kekompakan warga persyarikatan dalam menjaga, mengembangkan, dan memakmurkannya agar terus memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” papar Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya periode 2012-2024.
Rangkaian kegiatan di Kabupaten Nganjuk ini menjadi bagian dari komitmen PWM Jawa Timur dalam mendorong pertumbuhan Amal Usaha Muhammadiyah di berbagai daerah.
Kehadiran amal usaha baru diharapkan mampu memperluas pelayanan pendidikan sekaligus memperkuat kontribusi Muhammadiyah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui dakwah yang berorientasi pada kemajuan dan kemaslahatan umat. (*)
0 Tanggapan
Empty Comments