Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PAUD Aisyiyah Turi Perkuat Nilai Budaya Melalui Training Asatidz

Iklan Landscape Smamda
PAUD Aisyiyah Turi Perkuat Nilai Budaya Melalui Training Asatidz
PAUD Aisyiyah Turi Perkuat Nilai Budaya Melalui Training Asatidz. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

PAUD Aisyiyah 1 Cabang Turi menggelar Training Asatidz bertema Penguatan Nilai Budaya di Bumi Perkemahan Bedengan, Selorejo, Kabupaten Malang, Sabtu (11/7/2026).

Kegiatan berlangsung penuh semangat dan menjadi momentum penguatan karakter bagi para pendidik PAUD.

Meski suhu udara Malang saat fenomena bediding terasa cukup dingin, semangat para asatidz dan penyelenggara PAUD tidak surut mengikuti seluruh rangkaian pelatihan yang dipandu trainer nasional, Dr. Akh. Muwafik Saleh, S.Sos., M.Si.

Berbagai permainan edukatif menjadi bagian dari proses pembelajaran. Melalui setiap permainan, peserta dituntut untuk fokus, bekerja sama, saling percaya, serta menjalankan peran masing-masing demi mencapai tujuan bersama.

Belajar dari Setiap Permainan

Setiap sesi permainan diakhiri dengan diskusi reflektif untuk menggali makna dan nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan maupun di lingkungan sekolah.

Pada permainan berhitung, peserta diajak meninggalkan berbagai persoalan saat menjalankan aktivitas di sekolah, menghilangkan keraguan terhadap kemampuan diri, serta terus menggali potensi agar mampu menjadi guru yang profesional dan inspiratif.

Sementara itu, permainan tali persegi dan memindahkan air menggunakan tali mengajarkan pentingnya komunikasi yang efektif, kekompakan tim, saling percaya, menghormati pimpinan atau kepala lembaga, serta mengesampingkan sikap egois dalam bekerja.

SMPM 5 Pucang SBY

Guru sebagai Pewaris Tugas Kenabian

Menjelang akhir kegiatan, Muwafik mengajak peserta melakukan refleksi mengenai kemuliaan profesi guru sebagai warasatul anbiya atau pewaris tugas para nabi.

Ia mengutip sabda Rasulullah SAW, “Sesungguhnya aku diutus sebagai seorang guru,” sebagai pengingat bahwa profesi pendidik memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam Islam.

“Menjadi guru PAUD yang luar biasa ibarat menanam benih, merawat, menyiram, hingga akhirnya menghasilkan buah yang lezat. Buah itu mungkin tidak langsung dapat dipetik, tetapi manfaatnya akan dirasakan oleh generasi berikutnya, bahkan hingga anak cucu kita,” ungkap dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya tersebut.

Menurutnya, ilmu, akhlak, dan keteladanan seorang guru merupakan investasi kebaikan yang akan terus mengalir manfaatnya bagi generasi mendatang.

Seluruh rangkaian training diikuti dengan antusias oleh para asatidz dan penyelenggara PAUD Aisyiyah Cabang Turi. Mereka menutup kegiatan dengan komitmen untuk terus meningkatkan kompetensi diri sekaligus membawa pulang pengalaman berharga dari suasana hutan pinus dan gemericik sungai di Bedengan yang memberikan kesan mendalam. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 12/07/2026 12:59
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu