Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PCM Kenjeran Bahas Penguatan Tata Kelola AUM dalam Rapat Kerja

Iklan Landscape Smamda
PCM Kenjeran Bahas Penguatan Tata Kelola AUM dalam Rapat Kerja
aker PCM Kenjeran Fokus pada Pengelolaan AUM dan Sinergi Dakwah (Fuadah/PWMU.CO)
Oleh : Fuadah
pwmu.co -

Penguatan tata kelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Rapat Kerja (Raker) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran yang berlangsung di Muhammadiyah Training Center (MTC) Wonosalam, Jombang, Sabtu-Ahad (20–21/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh unsur Lembaga Pembina Ranting (LPR), Majelis Tabligh, para takmir masjid, serta Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Pendidikan Al-Qur’an Muhammadiyah (LPTPAMU). Raker digelar sebagai forum koordinasi dan penyelarasan program kerja antarmajelis dan lembaga di lingkungan PCM Kenjeran.

Dalam kesempatan itu, Ketua PCM Kenjeran, Ali Fauzi, menyampaikan materi mengenai tata kelola AUM yang berada di bawah naungan Muhammadiyah. Ia menekankan pentingnya pengelolaan organisasi yang profesional dengan tetap berpedoman pada aturan persyarikatan.

“Seluruh aset dan lembaga yang berada di bawah Muhammadiyah harus dikelola secara profesional, tetapi tetap berada dalam koridor dan kebijakan persyarikatan,” ujar Ali Fauzi.

Menurut Ali Fauzi, setiap aktivitas AUM harus diarahkan untuk mendukung tercapainya maksud dan tujuan Muhammadiyah, yaitu menegakkan dan menjunjung tinggi ajaran Islam demi terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa seluruh aset dan unit usaha Muhammadiyah merupakan milik persyarikatan secara kolektif sehingga pengelolaannya harus mengikuti ketentuan organisasi, bukan berdasarkan kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

Dalam pemaparannya, Ali Fauzi menjabarkan 13 pedoman yang perlu diterapkan dalam pengelolaan AUM. Pedoman tersebut meliputi komitmen terhadap misi Muhammadiyah, kepatuhan terhadap kebijakan persyarikatan, penerapan prinsip manajemen yang profesional, peningkatan kualitas secara berkelanjutan, serta pengelolaan sistem bisyarah yang transparan dan sesuai ketentuan.

Selain itu, ia menyampaikan pentingnya penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan maupun administrasi organisasi. Menurutnya, tata kelola yang baik menjadi salah satu faktor pendukung keberlanjutan AUM.

SMPM 5 Pucang SBY

“Setiap laporan keuangan dan manajerial harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka sehingga kepercayaan warga persyarikatan dapat terus terjaga,” katanya.

Ali Fauzi juga menekankan pentingnya membangun kehidupan Islami di lingkungan kerja, menumbuhkan rasa memiliki terhadap persyarikatan, serta menjaga loyalitas dalam menjalankan amanah organisasi. Di samping itu, nilai ihsan, ikhlas, dan ibadah perlu menjadi landasan dalam setiap aktivitas pengelolaan AUM.

Ia menambahkan bahwa hubungan kerja yang dilandasi ukhuwah Islamiyah dan akhlakul karimah menjadi bagian penting dalam membangun organisasi yang sehat dan berkelanjutan.

“Sinergi antarmajelis, lembaga, dan takmir masjid perlu terus diperkuat agar program dakwah Muhammadiyah dapat berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkapnya.

Melalui rapat kerja tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai arah kebijakan organisasi sekaligus memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan program di tingkat cabang. Selain membahas tata kelola AUM, forum juga menjadi sarana untuk menyelaraskan langkah dalam pengembangan dakwah dan pemberdayaan masjid di wilayah PCM Kenjeran.

Raker PCM Kenjeran diharapkan dapat memperkuat kerja sama antarlembaga sehingga pelaksanaan program persyarikatan dapat berjalan secara terkoordinasi sesuai dengan tujuan Muhammadiyah. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 21/06/2026 07:03
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu