Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) menyerahkan Prasasti Heritage Muhammadiyah kepada Mushola Putri Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Kedurus, Tulangan, Sidoarjo, Jumat (7/8/2026).
Penyerahan prasasti ini menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah merawat jejak sejarah sekaligus menghidupkan kembali semangat dakwah Persyarikatan di tingkat akar rumput.
Rombongan MPI PP Muhammadiyah dipimpin Sekretaris MPI PP Muhammadiyah Prof. Dr. Anam Sutopo M.Ed M.Hum dan Prof. Dr. Purnawan Basundoro, SS., M.Hum (Dewan Pakar MPI PP).
Mereka disambut jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tulangan, di antaranya Ketua PCM Tulangan Abdillah Adhie, Sekretaris PCM Mashudi Harianto, Wakil Ketua Sumardani, serta Ketua PRM Kedurus Agus Kholil.
Penyerahan prasasti tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada Mushola Putri PRA Kedurus yang telah ditetapkan sebagai salah satu Heritage Muhammadiyah karena memiliki nilai historis dalam perjalanan dakwah Muhammadiyah di Kabupaten Sidoarjo.
Berdasarkan prasasti yang diserahkan, mushola tersebut dirintis pada 1980 di atas tanah wakaf almarhum Sukardi dan dikelola oleh PRA Kedurus.
Sejak awal berdiri, bangunan ini menjadi pusat kegiatan dakwah perempuan Muhammadiyah, pendidikan keislaman, pengajian, pembinaan kader, hingga aktivitas organisasi ‘Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah.
Lebih dari empat dekade, Mushola Putri PRA Kedurus menjadi ruang tumbuh gerakan dakwah berkemajuan yang melahirkan kader-kader perempuan Muhammadiyah sekaligus menjadi pusat pembinaan masyarakat.
Dalam sambutannya, Prof Anam Sutopo menegaskan, pemasangan prasasti heritage bukan sekadar penanda bangunan tua, melainkan upaya menjaga ingatan kolektif Persyarikatan agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Supaya adanya Prasasti Heritage ini mampu menyemarakkan kegiatan-kegiatan Kemuhammadiyahan. Sejarah yang terawat akan menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus melanjutkan perjuangan dakwah Muhammadiyah,” ujarnya.
Dia menambahkan, setiap bangunan bersejarah Muhammadiyah menyimpan kisah perjuangan, keikhlasan para perintis, serta nilai-nilai dakwah yang harus terus dikenalkan kepada generasi muda.
“Heritage Muhammadiyah bukan hanya simbol masa lalu, tetapi menjadi pusat penguatan ideologi, gerakan dakwah, dan pemberdayaan umat,” katanya.
Bagian dari Gerakan Heritage Muhammadiyah
Anam Sutopo menejelaskan, program Heritage Muhammadiyah merupakan gerakan yang digagas Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah untuk mengidentifikasi, mendokumentasikan, merawat, dan menetapkan berbagai situs, bangunan, maupun tempat bersejarah yang memiliki kaitan erat dengan perjalanan Persyarikatan.
“Selama beberapa tahun terakhir, MPI PP Muhammadiyah telah melakukan pendataan terhadap rumah tokoh, masjid, sekolah, musala, hingga lokasi-lokasi penting yang menjadi saksi perkembangan Muhammadiyah di berbagai daerah,” katanya.
Program ini, imbuh dia, tidak hanya bertujuan melestarikan bangunan bersejarah, tetapi juga memperkuat literasi sejarah Muhammadiyah sebagai sumber inspirasi bagi generasi penerus.
“Sejumlah bangunan yang telah ditetapkan sebagai Heritage Muhammadiyah diharapkan berkembang menjadi pusat edukasi sejarah, penguatan ideologi Persyarikatan, sekaligus destinasi wisata edukasi bagi warga Muhammadiyah dan masyarakat luas,” terang Anam.
Suasana penyerahan prasasti berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Selain prosesi penyerahan, rombongan PP Muhammadiyah bersama pimpinan PCM Tulangan dan PRA Kedurus berdialog mengenai sejarah perkembangan dakwah Muhammadiyah di wilayah Kedurus serta pentingnya mendokumentasikan aset-aset bersejarah Persyarikatan.
Acara ditutup dengan penandatanganan prasasti, foto bersama, dan silaturahmi sebagai simbol ukhuwah antarwarga Muhammadiyah.
Melalui penetapan Mushola Putri PRA Kedurus sebagai bagian dari Heritage Muhammadiyah, diharapkan semangat perjuangan para pendahulu terus hidup, menginspirasi warga Persyarikatan untuk memakmurkan masjid dan musala, mengembangkan dakwah Islam berkemajuan, serta menjaga warisan sejarah Muhammadiyah sebagai bagian dari peradaban Islam yang mencerahkan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments