Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Prof Mundakir Kupas 4 Pelajaran Iduldaha yang Menyehatkan Jiwa

Iklan Landscape Smamda
Prof Mundakir Kupas 4 Pelajaran Iduldaha yang Menyehatkan Jiwa
Prof Mundakir usai mengisi khotbah Iduladha di jalan raya depan SD-SMA Muhammadiyah Pucang (Foto: muhkholidas/PWMU.CO)

Iduladha bukan hanya ibadah ritual yang berhenti di atas sajadah. Dari Iduladha setidaknya mengandung 4 pelajaran penting yang menyehatkan jiwa. Demikian disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Prof. Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep. FISQua,  dalam khotbahnya, Rabu (27/05/2026).

Di hadapan ratusan jamaah yang memadati jalan raya Pucang Anom Surabaya, Mundakir mengingatkan pentingnya Iduladha sebagai katalis untuk kesehatan jiwa. Di dunia modern yang serba cepat, banyak orang yang justru jiwanya kesepian dan kehilangan jati diri.

Karena itu, kata Mundakir, dari Iduladha setidaknya ada 4 nilai penting yang menyeharkan jiwa. “Dari Iduladha kita belajar tentang ketahanan spiritual.”

Pelajaran penting ini merujuk pada kesejarahan kurban, yang dirangkum dalam dialog Nabi Ibrahim AS dengan anaknya, Nabi Ismail AS. Kedua nabi itu memberikan teladan tentang ketaatan dan kepasrahan terhadap perintah Allah SWT. Tentang bagaimana Nabi Ibrahim diperintah oleh Allah SWT untuk menyembelih anaknya.

“Nabi Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Nabi Ismali lalu menjawab: “Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar,” jelas Mundakir mengutip QS Ash-Shaffat: 103.

Nilai kedua dari Iduladha adalah pelajaran tentang makna hidup. ”Iduladha mengajarkan bahwa hidup bukan tentang apa yang bisa kita kumpulkan. Entah itu harta, prestasi, dan lain-lainnya. Iduladha mengajarkan bagaimana menjadi individu yang bermanfaat, berempati, dan memberi untuk lingkungan sekitar.”

SMPM 5 Pucang SBY

Iduladha yang dibarengi dengan ibadah kurban, tegas Guru Besar bidang Ilmu Keperawatan Kesehatan Jiwa Masyarakat, adalah cerminan tentang arti hidup. “Daging hewan kurban dibagikan kepada tetangga kanan-kiri mengajarkan tentang makna hidup yang memberi.”

Nilai ketiga, Iduladha mengajarkan ketahanan sosial. Kesepian sebagai salah satu penyakit jiwa terganas bisa dilawan dengan pembelajaran di iIduladaha. “Kita bisa bertemu dengan orang lain, menguatkan ketahanan sosial dengan berbagai kegiatan. Seperti salat berjamaah yang kita lakukan bersama ini. Kemudian saat penyembelihan dan pembagian daging kurban, kita juga bertemu denga banyak orang yang akan memperkuat ketahanan sosial.

Nilai terakhir yang bisa dipetik dari Iduladha adalah tentang terapi sosial. “Iduladha adalah terapi sosial utama untuk menyembelih ego, iri, dan dengki. Penyembelihan hewan kurban menjadi simbol untuk mengorbankan sifat-sifat buruk dalam diri kita. Ego diganti dengan empati, solidaritas sosial, dan kerukunan,” pungkas Mundakir.

Salat Iduladha di jalan raya persis depan SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya dan SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Surabaya ini diselenggarakan Smamda. Selain warga yang membludak, salat ini juga dihadiri Kepala Smamda Mukhlasin, ST, M.Pd dan Astajab, S.Pd., M.M. Lebih istimewa lagi, hadir pula Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim 2000-2005, Prof Fasich dan keluarga.

Revisi Oleh:
  • Muhkholidas - 27/05/2026 08:50
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu