Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Prompt like a Pro, Ngobrol Cerdas Bareng AI dalam Workshop di Malang

Iklan Landscape Smamda
Prompt like a Pro, Ngobrol Cerdas Bareng AI dalam Workshop di Malang
Para peserta workshop Cambridge Center ID110 dari SD Musix berpose penuh antusias di Savana Hotel & Convention, Malang Foto: Rizki Handayani
pwmu.co -

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kian memberi warna baru dalam dunia pendidikan. Salah satu pemanfaatan yang mulai banyak digunakan adalah penyusunan lesson plan (rencana pembelajaran) berbasis AI, seperti ChatGPT.

Hal tersebut disampaikan oleh Tomi Listiawan dalam workshop yang digelar di Malang pada 24–26 April 2026. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa keberhasilan penggunaan AI sangat bergantung pada kemampuan pengguna dalam menyusun prompt atau instruksi yang tepat.

“Prompting adalah cara memberikan perintah kepada AI untuk mendapatkan hasil sesuai kebutuhan. Ini bukan coding dan bukan bahasa pemrograman, tetapi keterampilan penting yang harus dimiliki guru,” jelasnya.

Dalam konteks pendidikan, prompting menjadi kunci untuk menghasilkan rencana pembelajaran yang berkualitas, sistematis, dan relevan dengan kebutuhan siswa.

Selain kemampuan menyusun prompt, Dr. Tomi juga menekankan pentingnya pengaturan personalisasi pada akun ChatGPT. Sebelum masuk pada praktik prompting, seluruh peserta workshop diarahkan untuk mengatur fitur tersebut terlebih dahulu.

Caranya cukup sederhana, yakni membuka ChatGPT, masuk ke menu pengaturan, lalu memilih fitur custom instructions. Pada bagian ini, pengguna diminta mendeskripsikan kebutuhan dan karakter penggunaan secara lebih spesifik.

“ChatGPT sebaiknya diatur agar bersifat akademis, berbasis data dan teori ilmiah, menggunakan bahasa formal yang tetap mudah dipahami siswa SD, serta disusun secara sistematis dan logis,” ungkapnya.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Menurutnya, personalisasi ini akan membantu AI “mengenali” pengguna sehingga hasil yang diberikan menjadi lebih relevan dan berkualitas.

Setelah personalisasi dilakukan, langkah berikutnya adalah menyusun prompt dengan baik. Dalam sesi tersebut, Dr. Tomi memperkenalkan formula sederhana namun efektif, yaitu RTF (Roles, Task, Format).

  • Roles (Peran): Menentukan peran AI, misalnya sebagai pengembang rencana pembelajaran profesional
  • Task (Tugas): Menjelaskan tugas yang diminta, seperti membuat rencana pembelajaran dengan tema tertentu
  • Format: Menentukan bentuk output, misalnya tabel, paragraf, atau poin-poin

Ia mencontohkan bahwa perintah sederhana seperti “Buatkan rencana pembelajaran IPA” akan menghasilkan jawaban yang umum. Namun, jika menggunakan formula RTF, hasilnya akan jauh lebih spesifik dan aplikatif.

Contoh:
Saya sebagai guru kelas 1 SD, buatkan rencana pembelajaran IPA dengan topik mengapung dan tenggelam, sertakan contoh benda dalam bentuk tabel.

“Dengan instruksi yang jelas, spesifik, dan terarah, ChatGPT akan menghasilkan output yang lebih optimal dan siap digunakan di kelas,” tambahnya.

Revisi Oleh:
  • Satria - 28/04/2026 13:14
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡