Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pulang Bawa Ilmu dan Melon Gratis, Peserta AM3 Batch 3 Kunjungi Kebun PRPM Godog

Iklan Landscape Smamda
Pulang Bawa Ilmu dan Melon Gratis, Peserta AM3 Batch 3 Kunjungi Kebun PRPM Godog
Najmudin saat memaparkan kebun melon PRPM Godog. (Alfain Jalaluddin Rumadlan/PWMU.CO)
pwmu.co -

Terik matahari siang di Desa Godog, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, Sabtu (20/6/2026), tak mengurangi antusiasme peserta Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah (AM3) Batch 3 LPCRPM PWM Jawa Timur.

Setelah mengikuti berbagai materi tentang pengelolaan dan pemakmuran masjid, mereka diajak melihat langsung praktik pemberdayaan ekonomi yang digerakkan kader pemuda Muhammadiyah Godog.

Sebanyak 80 peserta dari 16 masjid Muhammadiyah di berbagai daerah Jawa Timur tiba di Kebun Melon Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) Godog sekitar pukul 12.30 WIB. Kehadiran mereka disambut hangat oleh jajaran Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Godog, Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisyiyah (PRNA) Godog, Aisyiyah Godog, anggota PRPM Godog, serta anggota Tapak Suci yang turut membantu pengamanan kegiatan.

Begitu memasuki area kebun, para peserta langsung disuguhi pemandangan hamparan tanaman melon yang sedang memasuki masa panen. Buah-buah berukuran besar bergelantungan di antara tanaman yang tertata rapi. Tak sedikit peserta yang segera mengabadikan momen tersebut dengan telepon genggam mereka.

Suasana semakin meriah ketika panitia menyajikan buah dan Polopendem segar hasil kebun. Melon menjadi primadona. Selain dapat mencicipi langsung hasil panen, setiap peserta juga diperbolehkan membawa pulang satu buah melon secara gratis.

Kesempatan itu tidak disia-siakan. Bahkan beberapa peserta membeli tambahan melon untuk dibawa pulang. Salah satunya peserta asal Denpasar, Bali, yang memborong lebih dari sepuluh buah melon sekaligus.

Ketua Bidang Buruh, Tani, dan Nelayan PRPM Godog, Najmudin, menjelaskan bahwa kebun tersebut merupakan bagian dari ikhtiar kader pemuda Muhammadiyah Godog dalam membangun kemandirian ekonomi sekaligus menjadi sarana belajar bagi masyarakat.

“Ini adalah kebun pembelajaran. Kami belajar dari awal hingga panen. Alhamdulillah banyak pemuda dan masyarakat yang datang untuk belajar bagaimana budidaya melon,” ujarnya.

Menurut Najmudin, varietas melon Amanda dipilih karena lebih tahan terhadap serangan penyakit, perubahan cuaca, dan kondisi lahan yang kering. Pilihan tersebut disesuaikan dengan karakteristik wilayah Godog yang saat musim hujan sering terdampak genangan, sementara saat musim kemarau mengalami kekeringan.

“Melon justru lebih takut kelebihan air daripada kekurangan air. Karena itu tanaman ini cukup cocok dengan kondisi lingkungan kami,” jelasnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Ia mengungkapkan, pada musim tanam pertama ini PRPM Godog menanam sekitar 2.300 batang melon. Meski masih dalam tahap belajar, hasil yang diperoleh cukup menggembirakan dan membuka optimisme baru bagi kader-kader muda Muhammadiyah.

Dalam paparannya, Najmudin juga membagikan hitung-hitungan sederhana usaha budidaya melon. Dengan populasi sekitar 1.000 tanaman, modal yang dibutuhkan berkisar Rp7 juta hingga Rp8 juta. Jika setiap tanaman menghasilkan tiga kilogram buah dengan harga jual terendah Rp6.000 per kilogram, maka keuntungan yang diperoleh bisa mencapai lebih dari Rp10 juta hanya dalam waktu sekitar dua bulan.

“Ini menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan, terutama bagi pemuda yang ingin memiliki usaha sampingan,” katanya.

Menariknya, kebun melon tersebut lahir dari semangat gotong royong para anggota Pemuda Muhammadiyah Godog. Modal usaha dikumpulkan sedikit demi sedikit dari berbagai aktivitas ekonomi yang mereka jalankan sebelumnya, mulai dari sablon, penjualan pigura, hingga usaha kecil lainnya.

“Keuntungan usaha yang kami miliki kami sisihkan bersama. Akhirnya terkumpul dan berani digunakan untuk budidaya melon seperti sekarang ini,” ungkap Najmudin.

Di sela-sela kegiatan, peserta juga mendapatkan berbagai tips tentang memilih dan menikmati buah melon. Mereka disarankan tidak langsung mengonsumsi melon setelah dipetik, melainkan menyimpannya selama dua hingga tiga hari agar kadar gulanya meningkat dan rasa manisnya lebih maksimal.

Di balik hamparan tanaman yang menghijau, para peserta AM3 melihat langsung bagaimana kader Muhammadiyah mampu mengubah lahan menjadi ruang belajar, tempat pemberdayaan, sekaligus sumber penguatan ekonomi organisasi. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 20/06/2026 20:02
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu